Ayo Kunjungi Pasar Murah di Alun-alun Kota!

Wali Kota Habib Hadi bersama Wawali Subri saat meninjau stand pasar murah di Alun-alun, Selasa (28/5). (foto: Welly Sujono/humas dan protokol)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Ratusan warga menyerbu Alun-alun Kota Probolinggo, Selasa (28/5) pagi. Mereka mengantre untuk membeli sembako di pasar murah gelaran Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) setempat. Antusiasme warga menunjukkan pasar murah jelang Hari Raya Idul Fitri memang sudah dinanti-nanti.

Sedikitnya ada 15 OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo ikut dalam pasar murah. Selain sembako, OPD juga menjual ikan segar, jajanan, keperluan lebaran dengan harga lebih murah dibanding di pasaran.

Ada 50 stand yang telah disiapkan. Stand tersebut diisi oleh 15 OPD, UMKM mandiri dan masyarakat. Pasar murah yang dibuka pukul 07.00 sampai 12.00 di dalam Alun-alun itu berlangsung mulai 28 Mei hingga 1 Juni mendatang.

“Pasar murah diharapkan dapat membantu masyarakat lebih mudah memenuhi kebutuhan lebaran dengan harga terjangkau. Juga upaya menekan inflasi sekaligus mengenalkan produk lokal UMKM Kota Probolinggo kepada masyarakat,” jelas Kepala DKUPP Gatot Wahyudi.

Berdasarkan pengamatan Bagian Humas dan Protokol, harga bahan pokok di pasar murah memang dijual sangat murah. Setidaknya ada selisih yang lumayan dibanding beli di pasaran. Disbudpar misalnya, menjual telor ayam dengan harga Rp 18 ribu per kilogramnya. Padahal di pasaran harga perkilo telor ayam mencapai Rp 22 ribu.

Disnaker pun menjual paket sembako dengan harga sangat murah. Dengan uang Rp 20 ribu, warga bisa mendapaikan gula 2 kg, minyak 1 liter dan 2 mie instan. Tentu saja, stand OPD ini pun jadi buruan kaum ibu yang mborong paket sembako tersebut.

“Antre saya dari tadi. Sebentar saya mau bernafas dulu. Enak disini belinya, murah. Ini cuma Rp 20 ribu tok, ya murah sekali,” terang Sumiana, warga Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan yang berhasil membeli paket sembako setelah berdesak-desakan dengan pembeli lainnya. Ia berharap pasar murah dapat terus dilaksanakan secara terus menerus.

Ikan segar pun dijual dengan harga miring. Dinas Perikanan menjual beberapa jenis ikan segar seperti kakap merah, harga jualnya sekitar Rp 50 ribu per kilogram. Di pasar murah warga hanya butuh uang sekitar Rp 35 ribu sudah dapat ikan kakap.

Wali Kota Hadi Zainal Abidin dan Wawali Mochammad Soufis Subri pun memantau secara langsung stand pasar murah. Habib Hadi mengatakan, pasar murah menjelang Hari Raya Idul Fitri ini untuk mengatasi lonjakan harga dan mengurangi beban pengeluaran masyarakat.

“Saya imbau masyarakat untuk manfaatkan momentum ini. Pemerintah Kota Probolinggo bersama OPD siapkan kebutuhan yang dijual dengan harga lebih murah dari pasaran,” katanya.

Habib Hadi agak menyayangkan sedikitnya OPD yang ikut dalam pasar murah tersebut. “Saya juga mengimbau, tidak ada satu pun OPD yang tidak terlibat. Saya berharap semua terlibat karena ini wujud komitmen pemerintah kepada masyarakat khususnya jelang Hari Raya Idul Fitri. Perusahaan juga dapat terlibat demi warga Kota Probolinggo,” tegas wali kota. (famydecta/humas)