Hindari Penyebaran Berita Hoax

image_pdfimage_print

 

Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika kembali menggelar acara cangkruan dan ajang wadul, Sabtu (6/5) di halaman kantor wali kota. Acara ini rutin digelar sebagai sarana bagi masyarakat untuk menyumbangkan aspirasinya bagi pembangunan daerah.

Kali ini, cangkruan digelar dengan tema “Sosialisasi Internet Sehat Tangkal Hoax dengan jadi Penulis Hebat di Internet”. Tema ini dirasa tepat ditengah maraknya berita bohong atau yang kini umum disebut hoax. Kemudahan teknologi dan banyaknya pengguna internet memang memudahkan semua orang mengunggah berita apa pun di berbagai media social (medsos). 

Hadir dalam acara ini, Wali Kota Rukmini, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nur Rizal, Plt Sekda Ahmad Sudiyanto, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) camat, dan lurah di lingkungan pemkot setempat, serta siswa siswi SMA/SMK dan MA se-Kota Probolinggo. 

Dalam kesempatan ini, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nur Rizal mengatakan saat ini banyak beredar berita bohong atau hoax yang menebar kebencian dan keresahan dan akhirnya menjadi viral (baca:perbincangan banyak orang). Dalam menyikapi hal tersebut, Alfian menyatakan pihak kepolisian saat ini lebih bijak dan berhati-hati dalam menanggapi informasi atau berita yang diterima.

“Kepada adik-adik sekalian, kami dari pihak kepolisian berharap untuk bisa mengecek ulang kebenaran dari berita tersebut. Dan lagi, untuk pihak yang menyebarkan berita bohong tentunya ini merupakan tindakan melawan hukum dan dikenakan sanksi penjara selama 6 tahun,” jelas Alfian.

Wali Kota Rukmini berharap agar siswa-siswi yang hadir dapat melakukan kegiatan positif dan terhindar dari jeratan narkoba. “Contohnya terlibat dalam kegiatan kesenian. Seperti yang adik-adik lihat acara kali ini dihibur oleh Mukadi cs dan diiringi oleh pengrawit-pengrawit muda. Ini bisa menjadi contoh yang bagus,” tutur Rukmini.

Dalam sesi tanya jawab, salah satu siswa SMK 4 Mukhlas menanyakan tentang respon kepolisian dalam menerima laporan dari masyarakat terutama laporan tentang kebakaran. “Apa yang dilakukan pihak kepolisian jika terdapat laporan kebakaran dan ternyata berita tersebut hanya hoax saja?,” tanya Mukhlas.

Menanggapi pertanyaan tersebut, AKBP Alfian Nur Rizal menyatakan setiap laporan kebakaran, pihak kepolisian melakukan pengecekan kepada Bhabinkamtibmas (Bintara Pembina Kamtibmas) yang ada di setiap desa/kelurahan. Selain itu, Alfian menyatakan pihaknya berencana untuk membuat aplikasi yang dapat memudahkan masyarakat untuk melaporkan segala hal darurat.

“Ke depan kami berencana untuk membuat aplikasi untuk memudahkan masyarakat dalam proses pelaporan dan pengaduan. Dengan aplikasi ini seluruh masyarakat bisa memberikan informasi laporan kepada kami dan langsung ditindaklanjuti. Apabila nanti laporan ini tidak ditindaklanjuti, maka alarm pada aplikasi ini tidak akan berhenti berbunyi,” tutur Alfian. (alfienhandiansyah/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.