Wali Kota Habib Hadi dan Wakil Wali Kota Soufis Subri membubuhkan tanda tangan dalam aksi Deklarasi Indonesia Damai, Kamis (30/5) malam di depan kantor wali kota Probolinggo (Foto : Rizal Al Karimi/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KANIGARAN – Sejumlah Pemuda Lintas Agama dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Probolinggo menggelar Deklarasi Indonesia Damai, Kamis (30/5) malam di depan kantor wali kota Probolinggo. Sebagai bentuk dukungan atas kegiatan tersebut, Wali Kota Hadi Zainal Abidin dan Wawali Mochammad Soufis Subri pun mengikuti aksi hingga selesai.

Tidak hanya kepala daerah, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal pun nampak hadir. Deklarasi Indonesia Damai bertajuk “Merajut Perdamaian dalam Bingkai Kebhinekaan” diisi dengan menyalakan lilin, orasi kebangsaan, suara perdamaian, deklarasi damai dan doa lintas agama.

Menariknya, Wali Kota Habib Hadi dan Wawali Subri pun ikut membubuhkan tanda tangan dalam aksi damai tersebut. Habib Hadi berterima kasih kepada semua aliansi, pemuda lintas agama dan organisasi kepemudaan yang hadir pada malam itu.

“Seyogyanya perbedaan menjadi satu kekuatan untuk menghadapi apa yang harus kita lakukan. Perbedaan ini menunjukkan bahwasanya kesempurnaan. Perbedaan untuk kita bisa mengetahui satu sama lain. Perbedaan bukan permusuhan. Satukan kekuatan untuk kekompakaan, kecintaan kepada bangsa dan negara,” ujar Habib Hadi, memberikan orasi.

“Kami, Pemerintah Kota Probolinggo mendukung adanya kegiatan seperti ini. Tidak ada lagi anak bangsa yang di-adu domba. Bila diizinkan, saya akan mengikuti kegiatan sampai selesai,” sambung wali kota yang suka blusukan ini.

Para pemuda yang ikut dalam kegiatan malam itu mengaku sangat bangga punya wali kota dan wakil wali kota yang mau memperhatikan kegiatan warganya. Bahkan mau bergabung meski pun tidak diundang oleh mereka.

Lukman Effendi, penggerak dari Gus Durian, yang tergabung dalam kegiatan malam itu mengatakan, Gus Dur berpesan ada yang lebih penting dari politik yaitu kemanusiaan. “Maka kami sepakat bersama-sama deklarasikan diri khususnya di Kota Probolinggo. Kita semua bergandeng tangan, menyerukan kedamaian di muka bumi khususnya di Kota Probolinggo,” katanya.

Mereka pun berterima kasih kepada TNI dan Polri yang sudah membongkar kasus kerusuhan 22 Mei di Jakarta. “Bahkan nama-namanya sudah diketahui, usut tuntas kasus itu. Kami memberikan semangat dan mendukung penuh kepada TNI Polri yang sudah menjaga NKRI,” imbuh Lukman. (famydecta/humas)

Some of Inter-religious youth and Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP/youth community) of Probolinggo held Deklarasi Indonesia Damai (Indonesia of Peace declaration), on Thursday (30/5) evening in front of official mayor’s residence. To support this event, mayor Hadi Zainal Abidin and vice mayor Mochamad Soufis Subri take part into this activity.

Not only regional leader, the chief of regional police, AKBP Alfian Nurrizal also attended this event. Deklarasi Indonesia Damai which themed “Merajut Perdamaian dalam Bingkai Kebhinekaan/Making Peace in Diversity” ­is filled with litting candles, nationalism speech, peaceful quotation, peace declaration, and praying together.

The interesting is, mayor Habib Hadi and vice mayor Subri also gave their signature in this declaration. Habib Hadi is thankful to all alliance, inter-religious youth, and youth organization that come that night.

 “The truth is difference will be a power to face problems. The difference shows the perfection. The difference will make us know each other. The difference is not hostility. Make it to be united, and to love of our nation and our country,” said Habib Hadi, in his speech.

 “We, the Probolinggo city government, will support all kind of this event. There are no longer feud, if it is possible, I will follow this event till the end,” said the mayor who loves blusukan (impromptu visit).

The youth that come that night admit that they are proud to mayor and vice mayor since they really pay attention to what their people do. Even they come without invitation.

Lukman Efendi, one of GusDurian (Gus Dur fans) who come in this event said that Gusdur have said, there is something more important than politics, that is humanity. “So we agree to declare peace especially in Probolinggo city. We take hand in hand, called for peace of world, especially in Probolinggo city,” he said.

They are also thankful to Indonesian National Army (TNI) and Indonesian Police that have reveal the 22May riot at Jakarta. “Even the suspect’name have been known, investigate this case thoroughly. We give our spirit and support for TNI and police to guard NKRI,” said Lukman.