Gerebek Sahur Ala Wali Kota Hadi – Wawali Subri

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo menggerebek warga di jalanan menjelang sahur untuk membagikan nasi kotak dan air minum dengan mengendarai sepeda motor (Foto : Opick)
image_pdfimage_print

PROBOLINGGO –  Menyambut Ramadan hari ke 26, Jumat (31/5) dini hari, terjadi penggerebekan secara massal. Ratusan kendaraan bermotor roda dua memadati jalanan di Kota Probolinggo di bawa komando Wali Kota Hadi Zainal Abidin – Wawali Mochammad Soufis Subri.

Eits, jangan kaget dulu. Penggerebekan ini berbeda. Wali Kota Habib Hadi, Wawali Subri bersama ratusan anggota lintas komunitas ini menggerebek warga di jalanan menjelang sahur untuk membagikan nasi kotak dan air minum.

Sekitar 950 nasi kotak berdatangan ke rumah dinas wali kota di Jalan Panglima Sudirman. Nasi itu berasal dari panitia dan sumbangan dari berbagai komunitas yang ada. Menggunakan kendaraan roda dua, start dari rumah dinas, wali kota-wawali bersama rombongan menuju ke Jalan Panglima Sudirman (Pasar Baru)- Jalan Gatot Subroto – Alun-alun – Stasiun Probolinggo – RSUD – terminal Bayuangga.

Di jalanan yang dilintasi, mereka bagi-bagi nasi kotak dan air minum untuk sahur. Selain tukang becak, penyapu jalan, masyarakat, anggota TNI Polri di pos pengamanan lebaran pun tak luput dari sasaran. Makanan yang dibagikan ini untuk meringankan beban mereka yang akan bersantap sahur puasa Ramadan.

Wali Kota Habib Hadi mengaku terkejut dengan antuasiasme warga Kota Probolinggo yang datang atau membantu nasi kotak. “Hanya undangan lewat media sosial, alhamdulillah banyak yang mengirim nasi kotak kesini. Ini adalah bentuk kepedulian kebersamaan yang positif. Saya ucapkan terima kasih untuk semua yang terlibat di gerebek sahur,” katanya.

Menurut Wawali Subri, gerebek sahur sebuah kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Kota Probolinggo, dalam hal ini wali kota. Sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota Probolinggo kepada masyarakatnya, yang melibatkan berbagai macam organisasi masyarakat dan komunitas yang peduli kota ini.

“Mereka sendiri juga menyediakan makan sahur dan membagikannya. Sebuah bentuk kebersamaan yang luar biasa, yang harus menjadi tradisi masyarakat Kota Probolinggo. kekompakan ini merupakan modal kita untuk bisa membangun Kota Probolinggo lebih cepat dan baik,” jelas wawali. (famydecta/humas)

A massive dawn ‘raid’ to welcome the 26th day of Ramadan, Friday (5/31), was carried out. Hundreds of two-wheeled motorized vehicles filled the streets of Probolinggo City under the command of Mayor Hadi Zainal Abidin – Vice Mayor Mochammad Soufis Subri.

Yet, it was no ordinary ‘raid’. Ahead of sahur (predawn meal) Mayor Habib Hadi, Vice Mayor Subri along with hundreds of multiple community members raided people on the road to distribute rice box and mineral water.

The committee and various communities have provided 950 rice boxes arrived at the mayor’s official residence on Jalan Panglima Sudirman. Riding two-wheeled vehicles from the residence, they headed to Jalan Panglima Sudirman (Pasar Baru Traditional Market) – Jalan Gatot Subroto – City Square – Probolinggo Train Station – Regional Hospital – Bayuangga Bus Station.

On this ‘raid’, they distributed rice boxes and mineral water for sahur to pedicab drivers, city janitors, people, as well as to members of the Indonesian Military (TNI) at the Lebaran security post. This meal is distributed to facilitate those who will have sahur.

Mayor Habib Hadi said he was surprised by the enthusiasm of the people of Probolinggo City who came or donated the rice boxes. “We made an invitation via social media and, thank God, we have many boxes being sent here. This is a form of positive togetherness concern. I thank all those involved in this event,” he said.

According to Vice Mayor Subri, this was initiated by the Probolinggo Municipality, which was the mayor. As a form of municipality’s concern to its people, involving various kinds of community organizations and people who care about the city.

“They were the ones who provided the meal and organized the distribution, an extraordinary form of togetherness, which must be a tradition of the people in the city. This solidarity can be our asset to develop the city into a better one,” explained Vice Mayor.