Kukuhkan 21 Kepala SD, Wali Kota Ingatkan Pendidikan Gratis

Wali Kota Hadi Zainal Abidin saat mengukuhkan 21 guru yang mendapat penugasan sebagai kepala sekolah, di Sabha Bina Praja, Senin (10/6). Foto: Rifki Kurniawan/humas dan protokol)
image_pdfimage_print

KANIGARAN – Sebanyak 21 guru mendapatkan penugasan sebagai kepala sekolah di Kota Probolinggo. Mereka telah dikukuhkan oleh Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, Senin (10/6).

Kepada para guru tersebut, Habib Hadi –sapaan akrab wali kota- mengingatkan kembali tentang komitmen Pemerintah Kota Probolinggo dalam program pendidikan gratis dan bermutu di tingkat SD/SMP.

“Apakah siap mengawal kebijakan Pemerintah Kota Probolinggo khususnya dalam bidang pendidikan gratis?,” tanya Habib Hadi kepada para kepala sekolah dengan nada tegas. ”Siap,” jawab 21 kepala sekolah serentak.

Mendengar jawaban tersebut, Habib Hadi terlihat lega. Sebab, kebijakan yang ia buat membutuhkan kebersamaan agar bisa terwujud sesuai harapan masyarakat. Ia mengaku tidak gegabah dalam mengambil keputusan.

“Saya akan tabayun. Saya lakukan semua hal karena pendidikan gratis adalah prioritas. Untuk kebijakan yang lain akan diperbaiki secara bertahap,” terang Habib Hadi.

21 kepala sekolah yang dikukuhkan terdiri dari 12 guru perpanjangan menjadi kepala sekolah di periode kedua (satu periode berjangka 4 tahun); 5 guru mutasi ke sekolah lain dan 4 guru yang promosi mendapat tugas sebagai kepala sekolah.

Empat guru mendapat penugasan antara lain Nur Rahmat sebagai Kepala SDN Kademangan 2; M.Nursiwan sebagai Kepala SDN Kedopok 2; Muhamad Abdul Syukur sebagai Kepala SDN Wiroborang 4 dan Endang Widayati sebagai Kepala SDN Jrebeng Kulon 1.

Pada kesempatan itu, wali kota juga mengatakan, dalam mengemban amanah jangan hanya bangga dengan kedudukan sebagai kepala sekolah. Sebab, jabatan baru itu pasti ada halangan dan rintangan.

Komitmen pendidikan gratis yang sudah dideklarasikan harus dikawal, diperjuangan dan harus terwujud.

Guru punya peran besar dalam mencetak generasi muda khususnya di wilayah Kota Probolinggo.

Habib Hadi pun mengakui dan yakin, semua guru di Kota Probolinggo punya komitmen untuk bersama-sama mengabdi menorehkan prestasi melakukan yang terbaik bagi warga Kota Probolinggo.

Dalam kesempatan itu, Habib Hadi pun mengingatkan, di zaman keterbukaan informasi dan kecanggihan teknologi, setiap orang bisa berbagi informasi di media sosial. Jika terjadi permasalahan, setiap pengguna media sosial bisa men-share informasi tersebut.

“Jangan sampai itu terjadi. Kebijakan pendidikan gratis SD-SMP harus sesuai apa yang dideklarasikan. Saya percaya semua mampu dengan amanah yang diberikan. Kawal dan laksanakan program pendidikan gratis. Kalau tidak mengerti, tanya. Jangan sungkan-sungkan atau ragu-ragu,” kata wali kota yang concern dengan pendidikan ini.

Pengukuhan yang dilaksanakan di Sabha Bina Praja disaksikan oleh Wawali Mochammad Soufis Subri; Asisten Administrasi Umum Budiono Wirawan; Kepala Disdikpora Maskur; Kabag Hukum; Kabag Organisasi dan Kepala Dewan Pendidikan Eko Wahyono.

21 guru yang mendapat tugas sebagai kepala sekolah saat prosesi pengukuhan. Foto (Rifki Kurniawan/humas dan protokol)

DP Belum Terima Aduan

Ketua Dewan Pendidikan (DP) Kota Probolinggo Eko Wahyono yang hadir menyaksikan pengukuhan 21 kepala sekolah menyatakan, kebijakan wali kota terkait pendidikan gratis dan bermutu harus mendapat pengawalan yang baik.

“Sudah barang tentu kebijakan pemda harus didukung seluruh komponen yang ada di dunia pendidikan. Supaya tidak terjadi salah paham, salah pengertian, maka harus ada sosialisasi agar semua bisa memahami,” ujar Eko.

Menurutnya, kebijakan juga harus ada penguatan regulasi sesuai aturan perundang-undangan. Jangan sampai ada kepala sekolah yang tidak paham dan menimbulkan suatu permasalahan.

Dewan Pendidikan pun sangat mengapresiasi kebijakan yang sesuai visi misi Wali Kota Habib Hadi dan Wawali Subri.

Sejak dilakukan deklarasi pendidikan gratis 27 Februari lalu, Dewan Pendidikan tidak menerima pengaduan atau pun informasi yang kurang baik terkait kebijakan yang dimaksud.

“Semua berjalan dengan baik. Alhamdulillah. Kebijakan ini didukung oleh wali murid di semua sekolah SD dan SMP di Kota Probolinggo,” jelas Eko, ditemui usai pengukuhan di Sabha Bina Praja.

Pendidikan gratis di Kota Probolinggo tinggal diaplikasikan sepenuhnya dan diperbaiki jika terjadi kekurangan. “Saya optimistis kepala sekolah akan mengawal kebijakan kepala daerah. Apalagi sudah ditegaskan jika tidak mampu baiknya mengundurkan diri. Jika tidak paham maka harus bertanya ke atasan, tidak perlu sungkan-sungkan biar tidak terjadi kekeliruan,” jelas pria yang juga dosen di Universitas Panca Marga itu. (famydecta/humas)

Probolinggo Municipality has assigned 21 teachers to be principals. They were inaugurated by Probolinggo Mayor Hadi Zainal Abidin, Monday (6/10).

To the teachers, Mayor Hadi Zainal Abidin, popularly known as Habib Hadi, recalled the commitment of the Probolinggo Municipality in free and high-quality education programs at the elementary/junior high school level.

“Are you ready to guard the policies of Probolinggo Municipality especially in the field of free education?” Habib Hadi asked the school principals in a firm tone. “Ready,” the 21 school principals answered simultaneously.

He looked relieved to have the answer because it needs togetherness to make this program comes true as expected by the community. He claimed not to be careless in making decisions.

“I’m going to be tabayun, to find clarity towards something. I do everything I could because free education is a priority. Other policies will be improved gradually,” explained Habib Hadi.

The inaugurated principals consisted of 12 teachers whose period as principal has been extended to another period (one 4-year period); 5 teachers were transferred to other schools and 4 teachers were promoted as principals.

Four teachers assigned as principals include Nur Rahmat as the Principal of SDN Kademangan 2; M.Nursiwan as Principal of SDN Kedopok 2; Muhamad Abdul Syukur as the Principal of SDN Wiroborang 4 and Endang Widayati as the Principal of SDN Jrebeng Kulon 1.

The mayor also told them to not to be proud of being promoted as principal because this (new position) could bring them to have more challenges.

Commitment to free education that has been declared must be guarded, fought for and must be created.

Teachers have a big role in produce the best young generation, especially in Probolinggo city.

Habib Hadi also acknowledged and was convinced that all teachers in the city committed to working together, doing the best for the people of Probolinggo City.

He also reminded, in an era of information disclosure and technological sophistication, everyone can share information on social media. Social media users can share information from any sources.

“Don’t let that happen. The policy of free elementary and junior high school education must be under what was declared. I believe all can fulfill the mandate given. Let us guard and implement a free education program. If you don’t understand, just ask. Do not hesitate,” said the mayor who is concerned with education.

The inauguration was held at Sabha Bina Praja witnessed by Vice Mayor Mochammad Soufis Subri; Assistant of General Affairs Administration Budiono Wirawan; Head of Education Agency Maskur; Head of Law Affairs Department; Head of Organization Affairs and Head of the Education Council Eko Wahyono.

 Education Council Has Not Received Complaints

Chairperson of the Probolinggo City Council of Education Eko Wahyono, who attended the event, witnessing the inauguration of 21 school principals, stated that the mayor’s policy regarding free and high-quality education must have good guardianship.

“Of course, regional government policies must be supported by all components in the world of education. To avoid misunderstanding, dissemination is a must so that all can understand,” said Eko.

According to him, there must also be a strengthening of policies based on effective regulations. Principals have to understand to prevent any problems occurred.

The Council of Education also highly appreciates policies that are in line with the vision and mission of Mayor Habib Hadi and Vice Mayor Subri.

Since the declaration of free education on 27 February, the council has not received any complaints or bad information on the intended policy.

“All goes well. Alhamdulillah. This policy is supported by student parents of all elementary and junior high schools in Probolinggo City,” explained Eko when asked after the inauguration at Sabha Bina Praja.

Free education in Probolinggo city needs to be fully applied and improved. “I am optimistic that the principal will oversee the regional head’s policy. Moreover, it has been confirmed that they better resign if they are incapable of doing the principal’s job. If you don’t understand, then you have to ask your superior, there’s no need to hesitate so there won’t be any mistakes,” explained the man who is also a lecturer at the University of Panca Marga.