Sebanyak 624 Personel Ikuti Apel Konsolidasi

Sebanyak 624 saat mengikuti apel konsolidasi di lapangan Kodim 0820/Probolinggo. (Foto: Agus/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KANIGARAN –  Apel Konsolidasi Operasi (ops) Ketupat Semeru 2019 dan Persiapan Pengamanan Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), digelar pada Kamis (13/6). Apel yang diprakarsai oleh Polres Probolinggo Kota itu digelar di Lapangan Kodim 0820 Probolinggo. Sebanyak 624 personel dari Polresta, Kodim 0820, Sub Den Pom, Satpol PP serta Dinas Perhubungan menjadi peserta apel.

Apel dipimpin oleh AKBP Alfian Nurrizal, Kapoles Probolinggo Kota. Hadir juga Wakil Wali Kota Probolinggo, Mohammad Soufis Subri, serta  Komandan Kodim 0820, Letkol Inf. Imam Wibowo.

Kapolresta Probolinggo yang membacakan sambutan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur menyampaikan, Polda Jatim beserta jajarannya yang dibantu oleh stake holder di wilayah Jatim telah melaksanakan operasi ketupat semeru 2019 selama 13 hari. Terhitung mulai tanggal 29 Mei – 10 Juni 2019. Operasi ini digelar dalam rangka pengamanan hari raya idul fitri 1440 H di wilayah Jawa Timur.

Pelaksanaan operasi ketupat semeru tahun 2019  dinilai  berjalan lebih baik dari tahun – tahun sebelumnya. Ditandai dengan lancarnya arus mudik dan balik di wilayah Jatim. Walaupun ada beberapa titik yang masih terjadi kepadatan lalu lintas, seperti di exit tol Karang Loh Malang dan pertigaan Mengkareng.

“Atas kerjasama dari berbagai pihak yang membantu Polda Jatim dalam operasi ketupat semeru 2019 permasalahan tersebut dapat segera teratasi dengan cepat sehingga tidak menimbulkan kemacetan seperti tahun – tahun sebelumnya,” ujarnya.

Kapolda Jatim juga menyampaikan, pasca pelaksanaan ops ketupat semeru 2019, pengecekan kesiapan pengamanan yang akan dilaksanakan oleh Polda Jatim dan seluruh jajaran juga bertujuan untuk menghadapi sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di mana tahapannya akan dimulai pada tanggal 14-28 Juni 2019.

Dibutuhkan keseriusan semua pihak yang berkompeten untuk menciptakan kondusivitas di wilayah Jatim selama proses persidangan perselisihan hasil pemilihan umum berlangsung. Polda Jatim menyiapkan 6.311 personel dan dibantu oleh TNI sebanyak 2.980 personel.

“Seluruh personel yang terlibat agar selalu waspada terhadap upaya pihak – pihak tertentu yang ingin mengganggu pelaksanaan sidang PHPU di wilayah Jatim. Laksanakan pengaman dengan penuh kesiapsiagaan, sungguh – sungguh dan keiklasan,” harap Irjen Pol Luky Hermawan selaku Kapolda Jatim.

Dalam kesempatan itu,  Wakil Wali Kota Probolinggo juga mengimbau kepada masyarakat Kota Probolinggo untuk menunggu dengan sabar dan menerima hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) apapun hasilnya. “Dan, kita harus tetap waspada serta terus bersinergi dengan seluruh aparat yang telah ditugaskan untuk mengamankan Negara Indonesia,” imbau Subri.

Pagi itu, juga dilakukan penandatanganan komitmen dukung patriotisme tolak sparatisme, NKRI harga mati, seperti yang diteladankan Jenderal Gatot Subroto yang tegas menumpas pemberontakan PKI Madiun, DI-TII dan PRRI Permesta. mita/humas

Wakil Wali Kota Probolinggo Soufis Subri saat melakukan penandatanganan komitmen dukung patriotisme tolak sparatisme, NKRI harga mati. (Foto: Agus/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)