Wali Kota Rukmini Terima Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2017

image_pdfimage_print

 

Penekanan Wali Kota Probolinggo, Rukmini kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Jajaran Pemerintah Kota Probolinggo berbuah manis. Sabtu (20/5), bertempat di Gelora Joko Samudro Kabupaten Gresik, Wali Kota Rukmini menerima penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Nasional tahun 2017 dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur. Penghargaan tersebut diserahkan bertepatan dengan pelaksanaan gelora pameran dan simposium pelayanan publik Jawa Timur 2017. 

Di berbagai kesempatan, wanita pertama yang memimpin Kota Probolinggo itu selalu mengingatkan agar OPD berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Kita harus berfikir menemukan inovasi untuk melayani masyarakat. Karena inovasi adalah jalan keluar bagi setiap permasalahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya diberbagai kesempatan. 

Setelah menerima penghargaan, Rukmini mengaku sangat bersyukur. “Kami akan terus berinovasi. Kami terus berusaha menciptakan pelayanan yang baik untuk masyarakat Kota Probolinggo. Dan saya sangat bersyukur inovasi yang kami ciptakan diapresiasi pemerintah pusat. Inovasi ini adalah motivasi kami untuk mengajak masyarakat Kota Probolinggo untuk berperilaku lebih baik dengan tidak BAB (buang air besar) sembarangan,” ungkap mantan anggota DPR RI itu. 

Kepala Bagian Organisasi Setda Kota Probolinggo, Heri Astuti ketika mendampingi wali kota Probolinggo menginformasikan jenis inovasi yang berhasil masuk top 99. “ Dinas Kesehatan itu memiliki inovasi layanan arisan atau angsuran jamban. Yang kami kenal dengan istilah Si Inol Aja. Itu milik UPT Puskesmas Wonoasih. Nah inovasi itu yang diapresiasi Kemenpan dan RB,” ungkap Heri. 

Selain Si Inol Aja, sebenarnya ada 4 (empat) inovasi lainnya yang diajukan Pemerintah Kota Probolinggo ke Kemenpan & RB. Inovasi tersebut di antaranya, One Day One Case HIV dari Dinas Kesehatan (UPT Puskesmas Kanigaran). Manajemen Berbasis Sekolah Public Service Oriented milik Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga. Automatic and Mobile Unloading  Ramp untuk Layanan yang Cakeeb, dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Barcode Taman Wisata Studi Lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup. 

Si Inol Aja berhasil masuk dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Nasional Tahun 2017 bersama dengan 98 inovasi lainnya dari berbagai Kabupaten, Kota, Provinsi, Kementerian, Lembaga, BUMN dan BUMD seluruh Indonesia. Mereka berhasil menjadi Top 99 dari 3.054 inovasi yang dinilai oleh juri yang ditunjuk Kemenpan dan RB. Si Inol Aja tergolong menarik, karena inovasi ini juga melibatkan masyarakat sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat guna mengatasi permasalahan di lingkungannya. (abdurhamzah/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.