Habib Hadi Temui Kepala Bappenas, Koordinasikan Rencana Pembangunan RS Baru

Wali Kota Hadi Zainal Abidin didampingi pejabat Pemkot Probolinggo saat bertemu dengan Kepala Bappenas Bambang P.S Brodjonegoro, di kantor Bappenas di Jakarta, Jumat (14/6) siang.
image_pdfimage_print

JAKARTA – Semangat Pemerintah Kota Probolinggo dibawah komando Wali Kota Hadi Zainal Abidin dalam merealisasikan pelayanan kesehatan yang paripurna bagi masyarakat, dengan pembangunan rumah sakit (RS) baru mendapatkan angin segar.

Setelah berkunjung ke Kota Bekasi, Wali Kota Habib Hadi bertemu Kepala Bappenas Bambang P.S Brodjonegoro, di kantor Bappenas di Jakarta, Jumat (14/6) siang.

Kedatangan orang nomor satu di Kota Probolinggo itu untuk mengkoordinasikan tindaklanjut proposal pembangunan RSUD type B yang sudah dikirim ke Bappenas pada bulan Maret lalu.

Disebutkan pembangunan RSUD baru menunggu follow up dari Presiden Joko Widodo dan Bappenas. “Ya, kami bersilaturahmi karena senyampang masih suasana lebaran kan. Dan, sekalian berkoordinasi dengan Bapak Kepala Bappenas, Pak Bambang untuk mengetahui perkembangan dari proposal yang telah kami ajukan. Alhamdulillah. Insyaallah ada kabar yang melegakan,” kata Habib Hadi, dalam pesan singkatnya.

Menurutnya, Bappenas merespon terkait bantuan dana penunjang pembangunan RSUD baru di Kota Probolinggo. Bappenas akan membantu melalui DAK (Dana Alokasi Khusus) reguler dan penunjang. “Namun tidak disebutkan nominalnya. Tetapi ini menjadi progres ikhtiar bersama untuk mewujudkan RS yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat,” imbuhnya.

Kepala Bappeda Litbang Rey Suwigtyo yang mendampingi Wali Kota Habib Hadi dalam kunjungan tersebut membenarkan, jika ada pertemuan bersama Kepala Bappenas membahas soal proposal RSUD baru. “Bappenas belum menentukan nominal bantuannya, tetapi akan membantu melalui DAK,” ujar Tiyok-sapaan akrabnya.

Diketahui, pembangunan RSUD type B baru berlantai 4 itu membutuhkan dana kurang lebih Rp 500 – 700 milyar. Selain dana dari pemerintah pusat, Pemerintah Kota Probolinggo telah menyiapkan anggaran melalui APBD mulai tahun 2020 mendatang.

“Kalau APBD belum bisa dirinci kesiapan anggarannya berapa untuk pembangunan RSUD. Yang jelas, di P-APBD 2019 dan APBD 2020 sudah disiapkan anggaran untuk pembangunan jembatan dan pagar,” jelas mantan Kabag Humas dan Protokol itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, lahan pembangunan RSUD baru seluas empat hektar sudah siap di wilayah Kelurahan Kedopok, Kareng Lor dan Sumber Wetan. Bahkan DED (Desain Engginering Detail)  sudah ada di tahun 2012 terkait peruntukan lahan tersebut untuk pembangunan RSUD.

“Jadi, kami tinggal mempebarui saja karena itu peruntukan awalnya memang RSUD. Karena bisa dilihat sendiri kondisi RS yang sekarang memang tidak bisa menampung pasien sehingga masyarakat menyadari betul perlunya pembangunan RS baru,” jelas Habib Hadi, beberapa waktu lalu.

RSUD dr Mohamad Saleh akan diturunkan ke type C, jika masyarakat membutuhkan rujukan tidak perlu ke RS di Kabupaten Probolinggo. Akhir tahun nanti Pemkot Probolinggo juga akan menyediakan satu ambulance di setiap kelurahan untuk memperpendek waktu bagi pasien menuju ke fasilitas kesehatan. (famydecta/humas)

The spirit of Probolinggo city government led by mayor Hadi Zainal Abidin in realizing great service in health by developing new hospital get a good news.

After visiting Bekasi city, mayor Habib Hadi met the head of national Development Plan, Bambang P.S Brodjonegoro, at his office, on Friday (14/6).

The arrival of the first person of Probolinggo city is to coordinate the proposal of type B hospital development which is sent on March.

It is said that the development of new hospital is waiting for the response from president Joko Widodo and Bappenas. “So, we came to silaturahmi since there is still idul fitri atmosphere, and we also to coordinate with the Bappenas head, Mr. Bambang, to know about our proposal. Alhamdulillah, there is a good good,” said Habib Hadi, in his short message.

According him, Bappenas will help in funding to develop new hospital trough regular and supportive DAK (Dana Alokasi Khusus/Specific regional funds). “But we do not know the amount is. But it is a good progress of our effort in realizing new hospital for people,” he added.

The head of regional development planning, research and development agency, Rey Suwigtyo who accompanied mayor Habib Hadi in this visit justify if there are a meeting with Bappenas head and they discuss about new hospital.  “Bappenas does not decided the amount yet, but it will be trough DAK funds,” said Tiyok, that’s what he called.

For information, the estimated funds for the development of 4 floor type B new hospital is more than 500-700 billion rupiahs. Aside from central government, Proolinggo city government have prepared some budget starting from 2020.

 “We did not make it detail yet. But there is some budget on revised budget of 2019 and regional budget of 2020 for bridge and fence development,” said the ex- head of Humas dan Protokol department.

As stated before, there are four hectares land for new hospital at Kedopok , Kareng Lor and Sumber Wetan village. Even the DED (desain engineering detail) has been ready on 2012 related the land for the hospital development.

 “So, we just have to renew it since it is for hospital from the beginning. It can be seen the condition of hospital that cannot accommodate many patients, so people are really aware on how we need this new hospital,” explained Habib Hadi some time ago.

Dr.Moh. Saleh hospital will be decreased to be type C hospital, and if people need reference, they no longer to go to hospital at Probolinggo regency. At the end of the year, city government will provide an ambulance for each village to shorten time to reach health facility.