Harus Siap Mengabdi Pada Masyarakat

Wakil Wali Kota Soufis Subri saat meresmikan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Halaman Kantor Kementerian Agama, pada Rabu (19/6). (Foto: Rifki K I/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

Kedopok – Dalam rangka peningkatan pelayanan publik dan pemenuhan kebutuhan informasi kepada masyarakat, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Probolinggo menggelar acara peresmian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Halaman Kantor Kementerian Agama, pada Rabu (19/6).

Launching PTSP ini tidak lain untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kepada masyarakat. Beberapa waktu lalu Kemenag Kota Probolinggo bekerjasama dengan Pemerintah Kota Probolinggo melalui Mal Pelayanan Publik (MPP). “Maka, hari ini kami melaunching PTSP dengan tujuan untuk mempermudah masyarakat dalam hal pemenuhan pelayanan ataupun informasi yang berhubungan dengan Kemenag,” ujar Kepala Kantor Kemenag, Mufi Imron Rosyadi.

Disamping itu, Mufi juga menerangkan pelayanan yang ada di Kemenag setempat antara lain, seksi bimas Islam, seksi penyaluran haji dan umroh, seksi pendidikan madrasah, seksi diniyah dan pondok pesantren, seksi pendidikan agama Islam, penyelenggara syari’ah dan kelompok jabatan fungsional tertentu.

“Sejak saat ini kami memberanikan diri untuk melaunching PTSP agar tidak ada lagi pelayanan di ruangan – ruangan. Jadi, pelayanan harus terpusat pada satu ruangan,  serta untuk menjamin pelayanan good governance dan clean goverment, “sambungnya.

“Kedepan kita punya cita – cita yaitu, tidak hanya PTSP kalau bisa pelayanan perbankan bisa membuka counter di Kemenag, online disini sehingga jamaah haji bisa langsung bayar disini dan masyarakat bisa langsung pulang membawa setoran awal haji tanpa ribet harus bolak – balik lagi cukup dilayani disini,“ harap Kepala Kemenag.

Wakil Wali Kota Probolinggo, Mochammad Soufis Subri mengatakan Launching PTSP ini sangat bermanfaat untuk masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal ini, suatu yang luar biasa dan sangat baik dan tentunya perlu effort dan perjuangan karena mendirikan PTSP ini jauh lebih mudah dari mempertahankan. Karena, masalah sesungguhnya pelayanan adalah bagaimana untuk selalu continue melayani masayarakat Probolinggo dengan baik bukan hanya mendirikan saja.

“Jangan sampai kita membuka PTSP dengan semangat berapi – api akan tetapi kita lupa kalau internal kita belum siap. Jadi, harus seimbang antara eksternal dan internal  agar masyarakat puas dengan pelayanan yang kita berikan dan juga harus siap mengabdi kepada masyarakat,” kata wawali.

“Kami berharap, dengan adanya MPP dan PTSP dari Kemenag masyarakat Probolinggo semakin  lebih mudah untuk memenuhi unsur pelayanan dasar dari hidupnya, yaitu memperoleh  informasi dengan mudah,” tutup wawali. (mita/humas)

Wakil Wali Kota saat memantau PTSP Kantor Kemeterian Agama (Kemenag) Rabu, (19/6). (Foto: Rifki K I/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

The local Religious Affairs Ministry (Kemenag) of Probolinggo City held a launching of One-stop Service (PTSP) at the front yard of its office, Wednesday (19/6). This was to improve public service and fulfilling the need for information for the people.

Recently, the Kemenag had made a cooperation with Probolinggo municipal administration through Public Service Mall (MPP). “Today, we launch the service by means to facilitate the people to have access to our service or in getting information related to Kemenag,” the head of Kemenag Office, Mufi Imron Rosyadi said.

Besides, Mufi explained that the service provided by the local Kemenag includes Islamic guidance, haj, and umrah (minor haj), education of Islamic school, diniyah education and Islamic boarding school, education of Islam, and others.

“From now on, we challenge ourselves to launch the one-stop service and there would be no service conducted in certain rooms. So, the service must be completed in one room, to ensure the realization of good and clean governance,” he added.

“We also have a plan, apart from one-stop service, to have banking service counter at our office, to have an online system so that the would-be pilgrims can make the payment here and they can bring the registration file back home without necessarily going back and forth,” the head of Kemenag hopes.

The launching is quietly needed to fulfill the people’s need, Probolinggo Vice Mayor, Mochammad Soufis Subri said. This is an extraordinary effort and needs goodwill to launch the service because launching the service itself is easier than to maintain it. The real challenge of service is on how to serve the people of Probolinggo well, not on how to provide it.

“To give the best for the people, we also must prepare the internal sector. So that the internal and external sector must be ready to satisfy the people,” the vice mayor said.

“We hope, by providing MPP and PTSP, Probolinggo people would be easier to fulfill their basic needs, which is getting information easily,” ended the vice mayor.