Pedagang Diminta Jaga Nama Baik dan Kualitas  

Wali Kota Probolinggo saat mengunjungi salah satu stand bursa mobil di Lapangan Wonoasih (Foto: Rifki K I/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

WONOASIH – Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin resmi membuka event bursa mobil gelaran Asosiasi Pedagang dan Jasa Mobil (APJM) Gotong Royong bekerja sama dengan DKUPP Kota Probolinggo, Rabu (19/6) malam. Bertempat di Lapangan Wonoasih, bursa mobil digelar hingga 20 Juli mendatang.

Ketua Panitia Bursa Mobil, Hersupratikno mengatakan, gelaran bursa mobil yang diikuti APJM se-Jawa Timur ini diharapkan bisa melampaui dari tahun lalu. Pasalnya, saat bursa tahun 2018 lalu transaksi mencapai 280 unit kendaraan.

“Semoga apa yang kita harapkan, tahun ini dapat lebih banyak transaksi dari bursa tahun lalu. Kami juga berterima kasih kepada Bapak wali kota, karena petunjuk dan saran beliau atas terselenggaranya acara ini. Ini adalah bursa pertama yang didukung oleh pemerintah,” ujarnya.

APJM Gotong Royong juga berharap dilibatkan dalam agenda Pemerintah Kota Probolinggo seperti saat agenda Semipro atau Hari Jadi Kota. Hersupratikno mengaku ia bersama seluruh APJM ingin ikut membantu pemerintah mendongkrak perekonomian.

“Semoga selama bursa semua transaksi-transaksi mulus, tidak ada masalah yang tidak diinginkan. Dan, jika terjadi transaksi wajib dicek fisik dan keabsahan surat-surat kendaraan,” pesan ketua panitia.

Sementara itu, Wali Kota Habib Hadi menyambut baik apa yang diharapkan APJM Gotong Royong. Ia mendukung dan mensupport kegiatan ini, dan berharap bursa di Kota Probolinggo bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Pedagang harus bicara apa adanya, mobilnya dalam keadaan seperti apa sehingga masyarakat tidak ragu-ragu beli di bursa.

“Saya yakin semuanya jujur. Kita bersama-sama jaga kekompakan. Ayo jaga nama baik bursa. Karena kalau masyarakat sudah ada kekecewaan, tidak akan kembali lagi. Tadi dikatakan harus cek fisik, itu betul sebagai bentuk pelayanan di bursa agar tidak terjadi transaksi yang merugikan satu sama lain,” kata Habib Hadi.

Wali kota menegaskan, bursa mobil di Kota Probolinggo harus bisa memberikan kenyamanan dan rasa tenang pada pembeli. Sehingga pembeli tidak berpikir dua kali untuk membeli mobil di Kota Probolinggo, tinggal tawar menawar harga saja. “Karena barang pasti mapan,” imbuhnya.

Habib Hadi juga mengingatkan kepada semua pedagang bahwa rezeki tidak mungkin berpindah ke siapapun, jadi jangan ada iri dan dengki jika ada milik yang lain laku dari pada miliknya sendiri. “Toreh kita bekerja ikhlas, sambil berdoa, ikhtiar karena rejeki tidak akan ke tangan orang lain. Semua sudah digariskan oleh Allah,” terangnya.

Orang nomor satu di Kota Probolinggo ini pun berharap transaksi bursa tahun ini lebih baik dari sebelumnya. “Kalau kemarin (tahun 2018) 280 unit, sekarang bisa 300 unit lebih. Aamiin,” doanya.

Pemerintah Kota Probolinggo memberikan dukungannya dalam gelaran bursa ini. Habib Hadi pun menyambut baik keinginan APJM terlibat dalam kegiatan pemkot. Meskipun Semipro hanya sebentar (bukan sebulan), APJM akan dilibatkan. “Kami fasilitasi, kami dorong karena kegiatan ini positif. Kualitas dan nama baik harus dijaga bersama-sama,” jelas Habib Hadi.

Sampaikan Kinerja di Bursa

Dalam kesempatan malam itu, Habib Hadi menyempatkan menyampaikan apa yang sudah dilakukan agar bisa diberitahukan kepada masyarakat. Yakni, pendidikan gratis SD/SMP yang sudah diberlakukan. Pada akhir Perubahan APBD, awal ajaran baru wali kota bakal mengeluarkan kebijakan perlengkapan sekolah gratis seperti seragam, tas dan sepatu.

“Insyaallah. Doakan ya. Sekarang sedang kami hitung,” ujar Habib Hadi. Untuk SMA sudah digratiskan SPP-nya oleh Gubernur Jawa Timur. Bagaimana untuk kuliah? Habib Hadi menjanjikan Pemerintah Kota Probolinggo akan membiayai mereka yang tidak mampu tetapi berprestasi.

Di bidang kesehatan, tahun 2020 pembangunan rumah sakit (RS) dipastikan akan dimulai. Di akhir tahun 2019, sebanyak 29 unit ambulance siap direalisasikan di setiap kelurahan. Masyarakat yang tidak mampu pun akan digratiskan pengobatannya, termasuk ibu melahirkan.

Menurut wali kota, sudah kewajibannya untuk menyampaikan komitmen sebelum ia menjabat dan setelah mendapatkan amanah. 4 Juli 2019 mendatang adalah akhir masa 99 hari kerja Wali Kota Habib Hadi-Wawali Subri. Ia akan menyampaikan kepada masyarakat terkait apa yang sudah dilaksanakan selama 99 hari tersebut.

“Semua komitmen insyaallah bisa dilaksanakan, toreh sambhung doa gih. Ikhtiar secara dhohir pun mareh. Mangken sambhung doa mander moge lancar,” ucap wali kota yang mengaku mulai beruban setelah menjadi wali kota ini. (famydecta/humas)

Probolinggo Mayor Hadi Zainal Abidin officially launched a car market event held by Used Car Dealer Association (APJM) ‘Gotong Royong’, collaborating with the Agency of Cooperatives, Micro Business, Trade, and Industry (DKUPP) of Probolinggo city, Wednesday (19/6) evening. Located at Wonoasih square, the event will be held until July 20th.

The car market event participated by the used car dealer association throughout East Java Province is expected to surpass the previous year’s transactions, the head committee of the car market, Hersupratikno said. Last year, the transaction made in the event had reached 280 units of car.

“We expect outreach last year’s transaction in the same event. We also thank the mayor for his suggestions and inputs to the event. It’s the first event being supported by the local government,” he said.

Association APJM Gotong Royong also hopes to be involved in the municipal agenda including Semipro or the city’s anniversary. Herusupratikno, along with the member of APJM, admitted to having intention helping the government in increasing the local economy.

“Hopefully, the event would run well. And, each transaction must require physical and administration check,” ordered the head committee.

Meanwhile, Mayor Hadi Zainal Abidin, popularly known as Habib Hadi, supports what APJM Gotong Royong expects. He supports the event and hopes it can be an example for other regions. The sellers must be honest about the car condition so that the buyers would have no hesitation to buy the car.

“I’m sure that they are all honest people. Maintain the event’s reputation. Once the people get disappointed, they would never come back ever. Physical check is a must as a form of service provided in the event to prevent any side to lose money in the transaction,” Habib Hadi said.

The mayor said the event should make the customer comfortable so that they would not think twice to buy a used car in Probolinggo city. “Because the cars being sold are all good,” he added.

He also reminded all sellers that fortune could be on anybody’s side so they should not be jealous when others sell more cars than their own. “We should be wholehearted, praying, and make a great effort because fortune could be on anybody’s favor. It’s been our destiny,” he said.

The number-one person in the city also hopes the event could be better than before. “It was 280 units sold in 2018 compared to 300 units this year. Amin,” he hopes.

Probolinggo municipal administration has supported the event. Habib Hadi has also made a positive response to the intention of APJM in participating in the city administration’s event. They will be involved in the Semipro event. “We will support this event since it is positive. The quality and reputation should be maintained,” Habib Hadi explained.

Promoting Working Performance on The Event

On that occasion, Habib Hadi explained his program he had completed to the people, which is free education for elementary and junior high schools. In the final revise of local budget (PAPBD), the mayor has applied the policy to provide free school equipment including uniform, school bag, and shoes.

“God willing. Pray for us. We are doing the calculation,” Habib Hadi said. For the high school level, the East Java Governor has made policy for a free fee. What about college? Habib Hadi has promised that the city administration will fund the college education for poor eligible students.

In the health sector, the city’s plan to open a new hospital would be started in 2020. At the end of 2019, as many as 29 units of ambulance would be provided in each urban village. Poor people would have free medical treatment including those mothers who give birth.

According to the mayor, delivering his commitment before and after he takes the position as a mayor is an obligation. July 4th, 2019 would be the mark of his 99-day of working program as mayor. He will explain to the people on the programs he completed during the 99 days.

“God willing, the commitment will be accomplished. Pray for us, please. We have done many efforts physically. Now, we would like you all to pray for us so that what we are doing will be smoothly accomplished,” the mayor said.