Subri Ingatkan Pentingnya Kedamaian di Dialog Lintas Agama

Suasana halabihalal dan dialog kebangsaan lintas agama di Gedung Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota Probolinggo (Foto: Rizal Al Karimi/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

 

Kanigaran-Masih dalam suasana Idul Fitri 1440 Hijriah, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Kota Probolinggo menggelar halal bihalal dan dialog kebangsaan lintas agama.  Acara digelar pada Sabtu, (22/6), di Gedung Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota Probolinggo mengusung tema “Menuju Kota Probolinggo Damai”.

Terlihat hadir pagi itu, Wakil Wali Kota Probolinggo, Mochammad Soufis Subri, Asisten Pemerintahan Gogol Sujarwo, perwakilan anggota Forkopimda, para tokoh lintas agama, organisasi masyarakat, dan organisasi wanita. Ketua Umum DP MUI Kota Probolinggo Nizar Irsyad AF. menyampaikan kegiatan tersebut merupakan momen silaturahmi yang sempat tertunda, karena harus menyesuaikan jadwal kepala daerah yang padat.

“Setiap agama pasti mengajarkan tentang saling menghargai dan cinta damai. Untuk itu, kami berharap ajang silaturahmi ini mampu meningkatkan rasa persaudaraan, terus meningkatkan kerukunan antar agama, menghargai satu sama lain, agar Kota Probolinggo Damai dapat terwujud,” harapnya.

Di samping itu, wawali Subri menuturkan bahwa damai merupakan bahan bakar utama untuk membangun Kota Probolinggo lebih baik. Damai ini tidak serta merta terwujud dengan sendirinya, tapi harus diciptakan dari semua pihak. “Kami tak hentinya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Probolinggo, yang telah membantu mewujudkan proses politik (Pileg/Pilpres) yang luar biasa di Kota Probolinggo,” jelas Subri.

Agama menjadi patokan terwujudnya kedamaian. Namun, saat ini banyak oknum yang menggunakan agama sebagai kedok untuk memicu masalah. Menurut Subri, kedamaian terwujud berkat hasil keagamaan dan keimanan kita terhadap agama.

Untuk itu wawali berharap antar tokoh lintas agama terus bertemu bersilaturahmi, sehingga saat ada pengajian ataupun kajian di agama apapun bisa terus disampaikan akan pentingnya kedamaian. Seperti iklan, apapun makanannya minumnya teh botol Sos*o, begitu juga dengan kita, apapun agamanya akhirnya untuk kedamaian Kota Probolinggo,” pungkas Subri disambut tepuk tangan undangan. (Malinda/Humas)