Tak Sekadar untuk Adipura, Komitmen Ajak Warga Rawat Lingkungan

image_pdfimage_print

MAYANGAN – Semangat Pemerintah Kota Probolinggo untuk mengajak warganya merawat lingkungan terus digencarkan. Ada atau tidak penilaian Adipura, sesuai arahan Wali Kota Hadi Zainal Abidin, masyarakat harus merasakan perubahan lebih baik dalam kepedulian lingkungan.

“Semangat kami ini riil, bukan sekadar seremonial. Kami berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan seluruh dinas terkait, menyiapkan langkah strategis untuk mengajak masyarakat lebih aware (sadar) bahwa pemerintah sudah melakukan kerja keras dan masyarakat harus mengikuti,” ujar Wawali Mochammad Soufis Subri, saat roadshow pendampingan Adipura, Selasa (25/6).

Pagi itu, kegiatan pemantauan dilaksanakan di sejumlah titik yang diikuti Asisten Administrasi Umum Budiono Wirawan, Kepala DLH Budi Krisyanto, Kepala DKUPP Gatot Wahyudi, sejumlah OPD (organisasi perangkat daerah) terkait.

Tujuan pemantauan pertama di SD Sukabumi 1 di Jalan Dr Saleh. Saat itu sekolah dalam kondisi tutup karena masih masa liburan. Wawali Subri memberikan perhatian kondisi pemilahan sampah, penampungan air dan fasilitas sekolah yang harus diperbaiki.

Kunjungan kedua di Alun-alun. Wawali menyoroti bangunan di Alun-alun yang banyak mengalami kerusakan. Belum lagi kondisi sampah di sekitar kawasan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berserakan.
“Kami akan melakukan pembangunan Alun-alun, pedagang di sekitarnya juga harus menjaga kebersihan dan ikut merawat,” ujar Subri ke sejumlah PKL di Alun-alun sisi selatan.

Dari Alun-alun rombongan bergeser melihat Kali Banger dan berakhir di Kampung PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) Wiroborang. Kampung PHBS sebelumnya kondisinya memang kurang baik dari sisi sanitasi dan kebersihannya, namun kampung itu kini berubah jadi kampung yang nyaman.

Kepala DLH Budi Krisyanto menjelaskan, roadshow yang dilaksanakan bukan hanya untuk penilaian Adipura tapi lebih pada komitmen Pemerintah Kota Probolinggo merawat lingkungan bersama rakyatnya. Sama seperti visi wali kota-wawali, membangun bersama rakyat.

Pemkot setempat ingin menggugah komitmen PKL merawat kebersihannya. Berbicara soal habit warga, Budi Kris-sapaan akrabnya, menegaskan jika itu butuh proses. Ia menyontohkan soal kondisi lingkungan di sepanjang Kali Banger. Sebenarnya, DLH menggandeng 24 orang relawan Kali Banger secara efektif sejak setahun lalu.

“Sejauh ini kondisi sampah ada perkembangan yang baik, sudah tidak seperti dulu. Terkait banyaknya helikopter (jamban di sungai), secara bertahap akan kami lakukan sosialisasi lagi. Itu juga menjadi tugas camat, lurah, RW dan RT untuk sosialisasi, karena pada saatnya nanti helikopter harus sudah bersih,” imbuhnya.

DLH sudah melakukan identifikasi, ada 265 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di sisi kanan kiri di sepanjang 1,8 KM Kali Banger itu. “Tidak semua rumah warga ada jamban di atas sungainya. Ada beberapa ruas padat di lingkungan itu yang tidak ada (jamban di atas sungai). Saya optimis akan bersih dengan target beberapa tahun ke depan,” jelas Budi Kris di Kampung PHBS.

Sementara itu, Wawali Subri mengaku masih ada beberapa titik pantau Adipura yang siap dan tidak. Ada titik yang sudah siap, ada yang prepare lebih baik lagi. Subri mengaku sudah menyusun beberapa langkah namun belum teraplikasikan karena ada prosesnya.

“Jika di Kampung PHBS bisa (berubah jadi kampung yang sehat dan nyaman), maka tempat lain bisa (termasuk di Kali Banger). Memang perlu sinergitas yang sifatnya bottom up. Warga harus sadar lingkungan dan punya rasa memiliki pada lingkungannya itu sendiri,” ungkap pria yang berprofesi sebagai arsitek itu. (famydecta/humas)