Mulai Pikirkan Jaringan Listrik RS Anyar

MAYANGAN – Pemerintah Kota Probolinggo kembali menunjukkan keseriusannya membangun rumah sakit (RS) baru di Jalan Prof Hamka, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Masalah instalasi dan jaringan listrik untuk RS yang akan dibangun di atas lahan seluas 3,8 hektar itu pun sudah dibahas.

Manager Unit Pelaksanaan Pelayanan Pelanggan PLN Pasuruan-Probolinggo, Agus Setiyono datang langsung ke Kota Probolinggo sekaligus mengecek kondisi lahan calon RS. Dalam pertemuannya dengan Wakil Wali Kota Mochammad Soufis Subri dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kamis (27/6) di kantor Dinas Kesehatan, PLN memberikan advice soal fasilitas listrik yang layak untuk RS nantinya.

PLN menyarankan RS baru menggunakan PLN premium atau ultima, karena jaringan ini menjanjikan listrik tak berkedip dan padam. Pasalnya, fasilitas ini dibutuhkan untuk menjaga kestabilan daya listrik karena banyak alat kesehatan atau aktifitas (seperti operasi) yang selalu membutuhkan suplay listrik.

“Kami memulai membahas listrik, ini sesuai dengan arahan Bapak wali kota. PLN bisa memberikan jaminan listrik seperti apa jika kami tidak menggunakan genset? Jadi jaringan yang pas di kami itu apa,” tanya Wawali Subri.

Agus Setiyono menjelaskan, PLN punya tiga produk layanan pelanggan yaitu Super Bebas, Super Premium dan Super Ultima. Ketiga layanan ini sangat pas dengan status Kota Probolinggo sebagai smart city, karena memberikan layanan tidak padam, tidak berkedip.

Ketiga layanan tersebut memberikan fasilitas yang berbeda. Namun layak untuk RS antara Super Premium atau Super Ultima. Super Premium produk layanan tanpa padam tetapi masih berkedip. Layanan listrik yang handal ini cocok bagi bisnis, RS, perbankan dan industri.

Super Ultima lebih cocok untuk operasional RS baru, karena selain tidak berkedip dan padam, PLN tetap menyediakan genset beserta operator dan operasional bahan bakar di area RS. Bila RS sudah terlanjur punya genset, maka harga yang biasanya Rp 1650 per KWH bisa berkurang Rp 1400-1500 per KWH. Pemkot tinggal menyiapkan lahan seluas 7×10 meter untuk tempat alat.

“Bangunan sipilnya nanti dari kami. Jika ada genset, akan kami akomodir. Minggu depan kami akan siapkan simulasinya jika RS baru menggunakan Super Ultima,” ujar Agus.

Sedangkan untuk MPP dan cold storage disarankan menggunakan Super Premium. Apabila sudah ada kesepakatan, akan dilanjutkan penandatanganan perjanjian. Dalam perjanjian itu tertuang apabila PLN sampai melakukan pemadaman maka PLN bakal kena pinalti sesuai persentase dan gangguan yang terjadi.

Sementara itu, Wawali Subri menegaskan, meskipun pembangunan RS masih belum secara fisik namun persiapannya sudah dilakukan mulai sekarang. Termasuk listrik yg perlu persiapan yg sangat matang dan jg perlu waktu. Demikian pula dgn review DED (detail enginering desain). “Karena dari DED ini perencanaannya harus fix dan jg perlu waktu. Dengan pertemuan ini kami jadi punya informasi terukur terkait layanan mana yang cocok dengan RS yang akan dibangun nanti” ujarnya. (famydecta/humas)

Probolinggo municipal administration has again shown its commitment to open a new hospital on Jl Prof Hamka, Kedopok Sub-district, Probolinggo city. The electricity installation and network for the new hospital which will be built in a 3.8 ha area have been discussed.

The manager of customer implementing unit of State Power Company (PLN) Pasuruan-Probolinggo, Agus Setiyono directly visited the city and checked the condition of the would-be hospital land. In the meeting with Vice Mayor Mochammad Soufis Subri and related working units, Thursday (27/6) at the office of Health Agency, PLN gave suggestions for a proper power facility at the new hospital.

PLN suggest that the new hospital should use premium or ultima PLN because this kind of network is quite stable and it’s suitable for a hospital with many health equipments and surgery activity which need more power supply.

“So, we are discussing the electricity, based on the mayor’s direction, I’d like to ask. What will the PLN guarantee if we don’t use a back-up generator? What kind of network suitable for the new hospital?” asked the vice mayor.

Agus Setiyono explained, PLN has three kinds of customer service including Super Bebas, Super Premium, and Super Ultima. These three services would be suitable with the status of Probolinggo as a smart city because, in these three services, there would be no blackout.

Each of them has their own facility. Yet, the best choice for the new hospital would be Super Premium and Super Ultima. Super Premium is a non-blackout service but still blinking. This is suitable for business, hospital, banking, and industry. 

Super Ultima is more suitable for a new hospital because besides it won’t be any blackout or blinking, PLN will provide a back-up generator with an operator and fuel operational at the hospital area. If the hospital has already had a back-up generator, then the tariff which is normally IDR 1,650 per KWH will be reduced to IDR 1,400-1,500 per KWH. The city administration just needs to provide a 7×10 meter area for the installation.

“We will be the one who builds the power installation. If the back-up generator is already available, we will help with the setup. Next week, we will show you the simulation if the new hospital uses the Super Ultima service,” Agus said.

Related to Mobile Power Plant and cold storage, PLN has suggested the hospital to use Super Premium. This will be followed up with an agreement signing if both sides have a deal to agreed. In this agreement, there would be an article stating that if the hospital experiences a blackout, then the PLN would be fined as much as the percentage of the disturbance occurred.

Meanwhile, Vice Mayor Subri stated, although the construction of the new hospital has not been started physically, the preparation has been made. This includes electricity which needs time and the best preparation as well as the review of Detailed Engineering Design (DED). “The planning of DED should be fin detailed and it needs time. This meeting gives us information related to which service will be fit to the new hospital,” he said.