Kedungasem Masuk Nominasi Kelurahan Terbaik Se-Jatim

Suasana saat Tim Penilaian Paparan dan Klarifikasi Lapang Pelaksana Gotong Royong Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Timur datang ke Kelurahan Kedungasem yang disambut oleh Wawali Soufis Subri (Foto: Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

WONOASIH – Kamis (27/6) malam, dilaksanakan Penerimaan Tim Penilaian Paparan dan Klarifikasi Lapang Pelaksana Gotong Royong Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2019 di pendapa Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih. Acara penilaian paparan tersebut dibuka oleh Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri.

Kedatangan Tim Penilaian Paparan Pelaksana Gotong Royong, Rosmiati beserta anggota Tim Penilaian disambut juga oleh Asisten Pemerintahan Gogol Sudjarwo, para Kepala OPD terkait, Camat Wonoasih Deus Nawandi, Lurah Se-Kecamatan Wonoasih.

Dalam sambutannya, Wawali Subri kehadiran tim penilai ini sangat memberikan makna, untuk senantiasa meningkatkan kapasitas pembangunan di tingkat kelurahan. Serta  upaya  peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya di Kelurahan Kedungasem.

Kegiatan ini merupakan  bentuk keberhasilan Pemerintah Kelurahan beserta warga  masyarakat untuk meningkatkan seluruh aspek kehidupan bermasyarakat dan pembangunan. Untuk itu, Kelurahan Kedungasem  layak untuk mewakili Kota Probolinggo dalam penilaian gotong Royong terbaik di tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2019.

Ada empat indikator penting dari Kelurahan Kedungasem, diantarannya bidang lingkungan yaitu membangun ipal komunal; bidang sosial, budaya dan keagamaan yaitu rumah pintar petualang batuta, membangun masjid Nurul Hasan secara swadaya masyarakat dan gotong royong dan membangun rumah tidak layak huni. Serta kegiatan kawasan rumah pangan lestari, pemberdayaan UKM dan kampung protol. Sedangkan bidang kemasyarakatan yaitu rembug warga dalam penanganan konflik dan tingginya partisipasi masyarakat dalam penanganan wilayah dengan keberadaan pos-pos kamling.

“Ini merupakan tahapan yang terakhir penilaian oleh Tim Penilaian dari Jawa Timur. Apapun hasilnya kita syukuri sebagaimana dengan arahan Bapak Wali Kota Probolinggo, beliau menginginkan lebih kepada implementasi di lapangan. Sehingga masyarakat secara real bisa merasakan adanya perubahan pembangunan daerah khususnya di Kelurahan Kedungasem,” ujar Subri.

“Kota Probolinggo melalui kelurahan gedung asem dengan kegiatan ini semoga mendapatkan nilai yang terbaik. Semoga yang dilakukan oleh semua masyarakat khususnya masyarakat Kedungasem menjadi kenyataan, Kedungasem ini menjadi Kelurahan yang dinilai baik se- Jawa Timur,” imbuhnya.

Ketua Tim Penilai Paparan dan Klarifikasi Lapang Pelaksana Gotong Royong Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Timur, Rosmiati menjelaskan setiap Kabupaten/Kota se- Jawa Timur membuat proposal tentang inovasi yang ada di wilayahnya. Masing-masing Kab/Kota mengusulkan satu kelurahan dan desa untuk disusulkan di tingkat Provinsi.

Secara administrasi semua proposal yang masuk dari kabupaten maupun kota di seleksi terlebih dahulu. Dari 38 Kabupaten/ Kota Se-Jawa Timur yang lolos seleksi ada empat Kab/Kota yang masuk nominasi. Diantaranya Kota Surabaya, Kota Probolinggo, Kota Madiun dan Blitar.

“Kedatangan kami merupakan tindak lanjut dari tahapan administrasi yang telah dilewati oleh Kelurahan Kedungasem. Setelah melalui tahapan administrasi dilanjutkan dengan paparan pada malam ini (27/6) oleh Kelurahan Kedungasem.  Keesokan harinya Tim Penilai  uji lapangan. Dari tahapan penilaian yang ada kami mencocok hasil paparan dan hasil lapangan sesuai apa tidak,” ujar Rosmiati.

Sementara itu, Lurah Gedungasem Nurhadi menyampaikan Kelurahan Kedungasem diberikan amanah oleh Pemerintah Kota Probolinggo untuk mengikuti lomba kelurahan terbaik se-Jawa timur. Empat bulan yang lalu sudah mengirimkan proposal kepada Provinsi Jawa Timur. “Alhamdullah Kota Probolinggo masuk nominasi kelurahan terbaik. Kami mewakili Kecamatan Wonoasih dan Pemerintah Kota Probolinggo  memberikan yang terbaik saja,” ujarnya. (noviati/humas)

Probolinggo municipal administration welcomed the arrival of Presentation Assessment and Field Verification Team of The Best East Java Province Gotong Royong Implementer 2019 at the hall of Kedungasem urban village office, Wonoasih Sub-district. Gotong royong is a mutual cooperation concept in Indonesia, working together voluntarily to do something. The assessment of presentation was officially opened by Probolinggo Vice Mayor Mochammad Soufis Subri.

The arrival of the team including Rosmiati with other members was either welcomed by Assistant for Governance Affairs Gogol Soedjarwo, the heads of related working units, head of Wonoasih Sub-district Deus Nawandi, and the heads of urban villages in the area of Wonoasih Sub-district.

In his speech, Subri said that the arrival of the assessment team has shown that every urban village office needs to always increase the development capacity in the level of urban village. The social welfare needs to be increased especially in the Kedungasem urban village.

The event is the result of the urban village’s success along with the people to increase all aspects of social life and development. Therefore, Kedungasem urban village has the criteria to represent the city in the East Java Province assessment in 2019.

There are 4 important indicators of Kedungasem’s success in applying gotong royong concept including the development of communal wastewater plant (environment), building Nurul Hasan Mosque and uninhabitable houses (RTLH) with the concept of gotong royong and self-subsistent. They also have home gardens (KRPL) for food supply, empowerment of Small and Medium Enterprises. And, in the social field, they have a meeting to discuss any conflict and also they have high participation in taking care of the area by implementing community patrols called ‘siskamling’.

“This is the final phase of assessment by the East Java assessment team. We have to be grateful to accept the result as was said by the Probolinggo mayor. He likes to concern more on the field implementation, on the process, so that people can feel the development especially in Kedungasem urban village,” Subri said.

“We hope that Kedungasem will have the best result. Hopefully, what has been done by the people can be a reality, that Kedungasem will be the best urban village in East Java Province,” he added.

The chairman of the assessment team, Rosmiati explained, the city/regency throughout East Java Province proposed any innovation created in the region. Each of them has proposed one urban village/village to be assessed at the provincial level.

By administration, all proposals from city/regency have been previously selected. Of 38 city/regency throughout the province, there are 4 (four) cities selected as the best nominee. They are Surabaya, Probolinggo, Blitar, and Madiun city.

“Our visit to Probolinggo city is a follow-up phase since Kedungasem urban village has passed the selection. Following the administration selection, it is continued with the presentation phase which is held this evening (27/6), presented by Kedungasem urban village. Tomorrow, we will do field verification. Of those phases of assessment, we will match the result of presentation with the result of field verification,” Rosmiati said.

Meanwhile, the head of Kedungasem urban village, Nurhadi said the urban village has the mandate from the city administration to participate in the East Java’s Best Urban Village Competition. The proposal has been sent to the province four months ago. “Thank God. We are selected the nominee. We, on behalf of Wonoasih Sub-district and Probolinggo municipal administration, will give our best,” he said.