Posyandu Jadi Sasaran Bantuan CSR 

image_pdfimage_print

 

Wali Kota Probolinggo Rukmini kembali menyerahkan bantuan CSR (Coorporate Social Responsibility) dari Beejay Food dan HNPP (Himpunan Nelayan Pengusaha Perikanan) Samudera Bestari berupa paket olahan hasil perikanan, Selasa (30/5) di Posyandu Delima RW XIV, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran. 

Melalui bantuan ini diharapkan bisa mewujudkan masyarakat Kota Probolinggo yang sehat, kuat dan cerdas. Posyandu menjadi sasaran bantuan tersebut karena posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi.

Seperti yang dilaporkan dr Lusi, dari Dinas Kesehatan, posyandu berfungsi sebagai wadah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dasar. Terutama berkaitan dengan penurunan AKI, AKB dan AKABA dengan salah satu kegiatannya yaitu pemantauan status gizi balita. 

“Dalam rangka pemenuhan gizi balita, peran ibu sangat penting terutama dalam pemilihan dan pengaturan menu makan keluarga setiap hari. Ikan juga salah satu sumber protein hewani yang murah didapatkan,” terang dr Lusi. 

Menurutnya, kandungan gizi ikan sangat tinggi karena terdapat DHA dan EPA yang baik untuk tumbuh kembang otak balita. “Dan, sebagai harapan menu ikan harus ada di setiap hari dan diolah menjadi berbagai macam olahan ikan, salah satunya dalam bentuk nugget yang diberikan Beejay Food dan HNPP ini,” katanya. 

Dengan diberikannya CSR ini pemerintah ingin mengenalkan pada ibu balita tentang pentingnya mengkonsumsi ikan setiap hari  dan membiasakan balita untuk gemar makan ikan.  Terdapat 120 balita yang ikut posyandu waktu itu mendapat paket bantuan. 

Sementara itu, Wali Kota Rukmini menyampaikan bantuan dari HNPP dibagikan ke masing-masing kecamatan sebanyak 120 paket. Di dalam paket yang diberikan terdapat berbagai jenis olahan ikan seperti nugget, siomay, otak-otak, tempura, martabak, bakso ikan dan samosa. Setiap ditakar seberat 250 gram. 

“Jadi, satu kecamatan ada satu posyandu dulu yang mendapat CSR. Di Kota Probolinggo ada 217 posyandu, satu kecamatan adanya yang punya 50 posyandu atau lebih. Sehingga tidak semua balita akan mendapat bantuan olahan ikan CSR ini,” tuturnya. 

Pada kesempatan itu, Wali Kota Rukmini berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus mengkampanyekan gemar makan ikan, kepedulian terhadap kesehatan dan program Keluarga Berencana (KB). “Musim hujan sudah datang, jangan ada air tergenang khawatir ada nyamuk aides aygepti (demam berdarah). Ayo dijaga sendiri lingkungannya,” pesan wali kota yang selalu menggalakkan suksesnya program KB di kotanya ini. (famydecta/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.