Begini Pesan Wali Kota Habib Hadi Saat Halalbihalal NU

Wali Kota Probolinggo Habib Hadi saat sambutan pada acara halalbihalal dengan engurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo (Foto: Rizal Al Karimi/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KANIGARAN – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo menyatakan dukungannya terhadap program Pemerintah Kota setempat. Selain itu, PCNU juga berharap pemerintahan Wali Kota Hadi Zainal Abidin – Wawali Mochammad Soufis Subri bisa menjalankan program yang telah dipersiapkan.

“Kami yakin, ke depan, Bapak Wali Kota bisa merubah wajah Kota Probolinggo,” kata Ketua PCNU Syamsur, saat menyampaikan sambutannya di halalbihalal PCNU bersama Pemerintah Kota Probolinggo, di rumah dinas wali kota, Minggu (30/6) malam.

Halalbihalal dihadiri dua kiai besar yakni Kiai Nawawi dari Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan dan Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim Kiai Muttawakil Allallah. Wali Kota Habib Hadi dan Wawali Subri, Ketua MUI, ratusan pengurus PCNU, MWCNU dan Muslimat pun hadir dalam acara yang diawali dengan istighosa itu.

Dalam kesempatan itu, wali kota menjelaskan apa saja yang sudah dilakukan selama ia mejabat. Kabar baiknya, tahun 2020 mendatang insentif guru ngaji akan mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kota Probolinggo meskipun jumlahnya tidak besar.

“Diterima dulu, alhamdulillah. Semoga tahun depan bisa ada lagi. Itu bentuk komitmen kami sebagai pemerintah. Perhatian ini kami berikan karena guru ngaji punya peran membangun karakter anak usia dini agar tidak terbawa perkembangan zaman,” katanya.

Menurut Habib Hadi, zaman boleh berubah tapi akidah harus dipertahankan. Zaman boleh mengisi waktu untuk perkembangan anak tapi harus ditanamkan nilai akidah ahlussunnah wal jamaah.

Orang nomor satu di Kota Probolinggo ini juga menyampaikan 4 Juli mendatang adalah akhir 99 hari kerja sejak dilantik Januari lalu. Beberapa kebijakan yang sudah diambil di antaranya pendidikan gratis. Kolaborasi antara wali kota dan wawali yang punya latar belakang profesi berbeda ini akan merealisasikan pembanguan rumah sakit baru di tahun 2020.

“Insyaallah tahun 2020 mulai berdiri. Ini adalah bentuk khidmat kepada warga Kota Probolinggo. mudah-mudahan bisa lakukan hal yang bermanfaat untuk warga. Saya tidak akan gentar dengan opini dan isu, karena saya melangkah sesuai aturan. Demi perubahan kita tidak boleh tunduk pada situasi apapun, yang penting untuk kemaslahatan. Saya meminta sambung doa,” imbuhnya.

Kepada warga NU, Habib Hadi juga berpesan agar tidak terpengaruh dengan perkembangan di media sosial. Pemilihan Presiden (pilpres) sudah selesai digelar, benturan dan gesekan harus diakhiri karena saatnya kembali bersatu menjaga keutuhan bangsa dan negara. “Kita menjadi bagian untuk perjuangan bagi negara ini. Jangan terpengaruh ajaran yang tidak sesuai ahlussunnah wal jamaah,” tegas Habib Hadi. Malam itu juga ia menyampaikan, rumah dinasnya bisa dimanfaatkan untuk syiar agama. Ajak anak-anak mengaji atau kegiatan keagamaan lainnya di rumah dinas. (famydecta/humas)

Suasana saat halalbihalal dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo di rumdin wali kota. ( Foto: Rizal Al Karimi/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)