Sel 3 TPA akan Dibangun Tahun Ini

Suasana pelaksanaa paparan perencanaan Pembangunan Landfill (TPA) Baru (Perencanaan Kontruksi, Manajement dan Pelaksana) di Aula Dinas PUPR (Foto: Rifki K I/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

Mayangan – Wakil Direktur NSR (Perusahaan Pengelolaan Sampah Regional di Swedia), Berner Lundgren dan Global Bussines Development VERAPARK, Jessica Magnusson mengikuti paparan perencanaan Pembangunan Landfill (TPA) Baru (Perencanaan Kontruksi, Manajement dan Pelaksana) di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Probolinggo, Selasa (2/7) pagi.

Salah satu tim teknis dari DPUPR, Rahman Kurniadi menjelaskan kedatangan tamu dari swedia ingin mengetahui bagaimana proses pembangunan sanitary landfill (TPA) sel 3 yang rencananya akan di bangun pada tahun ini. Pembangunan sel 3 dilakukan karena sel 1 dan sel 2 TPA telah melebihi kapasitas (overload).

Untuk pembangunan sanitary landfill ini perlu membuat bangunan bronjong dan galian tanah. Pembangunan bronjong merupakan penahan dinding sampah sedangkan galian tanah untuk mendapatkan kemiringan dari perpipaan yang akan menangkap air lindi, sehingga bisa terkumpul di satu tempat.

Rahman juga menjelaskan pembuatan sel 3 ini nantinya dibuat berdampingan dengan sel yang lama. Menurutnya, sell yang lama yang dibangun pada tahun 2005 lalu, itu akan ditutup dengan cara pemadatan sampah dengan cara dilapisi dengan pasir batu. Sampah yang ada di sell yang lama sudah menjadi tanah dan sudah terurai.

Ada beberapa item atau level pekerjaan yang perlu dikerjakan dalam pembangunan sell sanitary landfill ke 3 ini, diantaranya sirtu (Pasir Batu), pasir padat dan Biomembran. Selanjutnya tahap pembangunan perpipaan berfungsi untuk menangkap air lindi. Rahman juga menjelaskan fungsi dari pipa berfungsi menangkap air lindi tersebut yang akan menghasilkan biogas.

“ Fungsi dari sirtu dan pasir padat untuk mengangkat lindi yang bocor di geomembran. Dari semua rangkaian tersebut berfungsi jika terjadi kebocoran, supaya tidak terjadi pencemaran lingkungan. Pembuatan sanitary landfill ke 3 ini direncanakan pada bulan agustus mendatang,”jelas Rahman.

Sementara itu, Jessica menyampaikan dari kunjungan kemarin di TPA masih ada yang perlu dibenahi terkait instalasi biogas. Pipa-pipa yang ada di TPA yang menangkap gas masih belum maksimal. Menurutnya, kalau menangkap gas secara maksimal akhirnya kuota gas cukup untuk  memproduksi listrik.

“Rencana kedepan pada jangka pendek akan melakukan pembangunan sell sanitary landfill 3 dan kajian perluasan TPA. Sedangkan untuk jangka menengah akan melakukan pembangunan perluasan TPA serta pengelolaan sampah berteknologi (insenerator). Untuk Jangka Panjangnya menjadi TPA Regional,”ujar Kepala Bidang Penanggulangan dan Penanganan Sampah, Sunjoto.

Sunjoto menjelaskan rencana tersebut masih dalam tahap mengajukan proposal ke Pemerintah Provinsi melalui Bakorwil Jember. “Sesuai dengan undang-undang  bahwa TPA regional itu menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi. Jadi yang akan menfasilitasi dan membangun dari Pemerintah Pusat,” katanya.

Untuk pembangunan sel 3 TPA, Rahman mengatakan bahwa masih dalam tahap lelang di LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik). “Bila tahap lelang berjalan lancar, insya allah pembangunan akan mulai dilaksanakan pada bulan Agustus mendatang,” katanya. Usai mengikuti paparan, delegasi dari Swedia tersebut melakukan kunjungan ke TWSL (Taman Wisata Study Lingkungan) Kota Probolinggo.(Noviati/Humas)

Delegasi dari Swedia saat melakukan kunjungan ke TWSL (Taman Wisata Study Lingkungan) Kota Probolinggo. (Foto: Rifki K I/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

Vice Director NSR (Swedish Regional Waste Management Company), Berner Lundgren and Global Business Developer of Verapark, Jessica Magnusson continued their agenda during the visit to Probolinggo city. On day 2, they have a schedule to listen to the presentation on the new Landfill Development Plan in the hall of the Public Works Agency (DPUPR), Tuesday (2/7).

One of the technical team of DPUPR, Rahman Kurniadi explained the arrival of the Swedish delegations was to explore the development process of sanitary landfill (SL) 3 which is going to be executed this year. The construction of SL 3 is done due to the overload status of SL 1 and SL 2.

For the new SL, a gabion and soil excavation is required. The gabion would be a barrier for the waste and the soil excavation has a function as a route for the pipes to collect the leachate to one spot.

Rahman explained that the SL 3 would be built next to the old SL. He said the old SL, built in 2005, would be covered by waste compaction, layered with sandstone. Waste located on the old SL has been composed soil.

There are several items or working phases required in making the SL 3, including sandstone process, compact sand, and biomembrane. The next step is piping which has a function to collect leachate. Rahman also explained the pipe collecting leachate will further produce biogas.

“The function of sandstone and compact stone is to elevate the leaking leachate in the geomembrane. The system has a function to prevent any environmental pollution once leaking occurred. The construction of SL 3 is planned to be started on the next August,” Rahman explained.

Meanwhile, Jessica said that based on the visit to the landfill, the system of biogas installation needs to be fixed. She thinks the piping system to collect the biogas is not optimal. Perfect installation of the biogas system will collect the gas maximally and can be sufficient to produce electricity.

“For the short-term plan, we will build the SL 3 and a study to expand the landfill. And, for the mid-term plan, the expansion of SL 3 will be realized and high-tech waste management (incinerator) will be used. Regional Landfill would be the long-term plan,” the head of Waste Management division, Sunjoto said.

Sunjoto said that the plan is still in a proposal document that will be sent to the East Java Province. “Based on the Law stating that regional landfill is the authority of the provincial government. So, the one who facilitates and does the construction would be the provincial government collaborating with the central government,” he said.

For the new SL 3, Rahman said, the process is still on the electronic procurement service (LPSE) phase. “If we don’t have any challenge in this phase, God willing, the construction would be started in August,” he said. Following the presentation agenda, the delegations visited TWSL (mini zoo).