Gelar HLUN, Pemkot Ingin Lebih Dekat dengan Lansia

image_pdfimage_print

Mayangan-Sejak tahun 2014, Pemerintah Kota Probolinggo telah mengeluarkan aturan tentang, pelaksanaan upaya peningkatan kesejahteraan sosial lanjut usia. Upaya ini sudah menjadi perencanaan kerja pada Dinas Sosial setiap tahun.

Rabu (3/6), Dinas Sosial menggelar peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN)  ke 23  tahun 2019. Bila sebelumnya, peringatan selalu digelar di ruang terbuka, namun kali ini dikemas berbeda. 100 lansia diundang ke Hotel Bromo Park Kota Probolinggo.

Peringatan HLUN diawali dengan senam lansia bersama. Pagi itu, juga terlihat hadir mengikuti kegiatan Wawali Mochammad Soufi Subri dan Istrinya Diah Kristanti yang merupakan wakil ketua TP PKK Kota Probolinggo. Begitu juga dengan Ketua Grontologi Abiyoso, Suprapto yang merupakan mantan wali kota Probolinggo periode 1993-1998.

Nur Ali, Kepala Bidang Jaminan dan Perlindungan Sosial  menjelaskan, peringatan HLUN dilaksanakan untuk mempererat tali silaturahim para lansia bersama Pemerintah Kota Probolinggo. Selain itu, agar para lansia tetap eksis dalam berkarya walaupun sudah lanjut usia.

Di peringatan HLUN ke-23 ini, para lansia menerima bantuan sosial pangan dan bantuan peralatan usaha. Para lansia juga diberikan materi kesehatan dari Bambang, mantan pejabat Pemkot Probolinggo yang sudah purna tugas.

Penghargaanpun diberikan oleh Wawali kepada motivator kemasyarakatan lansia bidang kesenian Sudarmaji, motivator kemasyarakatan lansia bidang keagamaan Karimatun Nisa, serta Santoso yang merupakan motivator kemasyarakatan lansia bidang keterampilan.

Di kesempatan itu pula Wawali menyampaikan ungkapan terimakasih kepada para lansia yang sudah lebih dulu membangun Kota Probolinggo. “Kami yang muda semoga bisa meneruskan pembangunan yang lebih baik lagi,”ungkapnya.

Menurut Subri, Pemerintah Kota Probolinggo memiliki tekad ke depan agar Kota Probolinggo menjadi Kota yang ramah lansia. “Tentunya kami tidak bisa sendirian, namun perlu dorongan, masukan maupun kritikan dari semua pihak terutama para panjenengan-panjengan semua,” harapnya. Karena membangun Kota ini tak cukup hanya membangun secara fisiknya saja, namun juga membangun manusianya.

“Di sini ada yang tergolong sebagai lansia, orang-orang yang luar biasa yang pernah berjasa kepada bangsa khususnya kepada Kota Probolinggo ini. Untuk itu kami ke depan bertekad, menempatkan panjenengan di posisi terbaik di kota kami. Agar semua pengalaman dan ilmu panjenengan bermanfaat, ibarat gajah meninggalkan gading untuk kami. Sehingga memberikan manfaat yang luar biasa,” pungkas Subri. (Malinda/Humas)