Diskusi Akhir, Untuk Jajaki Kerjasama Dengan Tim Swedia

Suasana Diskusi Akhir untuk memantapkan topik kerjasama / proyek kedepan di Aula Bappeda Litbang Kota Probolinggo, Jum’at (5/7) . (Foto: Rizal Al Karimi/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

PROBOLINGGO – Hari ke lima di Kota Probolinggo, Wakil Direktur NSR (Perusahaan Pengelolaan Sampah Regional di Swedia), Berner Lundgren dan Global Bussines Development Verapark, Jessica Magnusson mengikuti Diskusi Akhir untuk memantapkan topik kerjasama / proyek kedepan di Aula Bappeda Litbang Kota Probolinggo, Jum’at (5/7) .

Menurut Kabid Prasarana dan Pengembangan Wilayah pada Bappeda dan Litbang, Ari Puspita menjelaskan memang ada beberapa hal terkait yang dibutuhkan oleh tim dari Swedia, diantaranya data kondisi Kota Probolinggo agar tim Swedia dapat memberikan saran yang tepat untuk Kota Probolinggo dalam mengelola sampah. Dan, tim Swedia juga akan mengirim email ke Pemerintah Kota Probolinggo terkait data apa saja yang mereka butuhkan untuk pengkajian lebih dalam.

“Terkait untuk pengelolaan sampah dari hulu sampai hilir, terutama sampah yang masih bisa dinilai ekonomis dimana setiap tahapannya ada nilainya. Berapa nilainya dan bagaimana nilai ekonomis itu terjadi dan bagaimana cara kita men-shorcut (memendekkan) rantai distribusi sampah ini, sehingga nilai ekonomisnya dapat bermanfaat untuk masyarakat Kota Probolinggo,” ujarnya.

Kemudian, terkait kerjasama dengan NSR dan Kota Helsinborg pada saat Pemkot akan berkunjung kesana, nantinya dikenalkan bagaimana cara mengelola sampah beserta tahapannya.

“Kita bisa liat langsung sistemnya seperti apa disana untuk lebih memantapkan kerjasama ini. Karna ini masih tahap penjajakan dalam kerjasama, menentukan gambaran yang lebih detail lagi untuk kerjasama yg akan kita lakukan kedepannya. Dan, nantinya kegiatan hari ini akan kami laporkan dulu ke Wali Kota Probolinggo terkait kerjasama ini,” terangnya.

Selain itu, Ari juga mengatakan bahwa yang menjadi salah satu fokus yang ditawarkan kerjasama ini adalah bagaimana memberdayakan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembuangan sampah karena sampah yang bagus dan baik itu adalah sampah yang masih bernilai ekonomis, sehingga dapat berdampak pada perekonomian masyarakat, dan nantinya akan ada semacam training – training (pelatihan) dari tim Swedia. Bagaimana memberdayakan masyarakat serta bagaimana menumbuhkan nilai ekonomi dari pengolaan sampah tersebut.

Sementara itu, Jessica mengatakan dari kunjungannya ke TPA, dia berpendapat bahwa masih ada yang perlu dibenahi terkait instalasi biogas, pipa yang ada di TPA masih belum maksimal. “Kedepan agar dapat memperbaiki sistem pemasangan pipa agar dapat menghasilkan gas untuk produksi listrik,” terangnya. (mita/humas)