Sekda Bambang Agus: Stop Kekerasan Pada Anak!

image_pdfimage_print

Sosialisasi dalam rangka mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) dengan gerakan stop kekerasan pada anak, digelar Senin (5/6) di gedung Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota Probolinggo. Dihadiri 150 undangan dengan nara sumber dari Polres Probolinggo Kota dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan KB (Keluarga Berencana). 

Sekda Bambang Agus Suwignyo secara resmi membuka acara tersebut. Menurutnya, dengan mewujudkan Kota Layak Anak berarti telah menciptakan ruang publik bagi anak, melalui ruang kota ramah anak.  

“Tanpa adanya ruang ramah anak, mereka akan dekat dengan diskriminasi. Semoga dengan sosialisasi ini kita bisa mewujudkan kota Probolinggo sebagai kota layak anak dengan stop kekerasan pada anak sedini mungkin,” ujar sekda. 

Sementara itu, Kabah Kesra Anwar Fanani menuturkan, selain mewujudkan Kota Probolinggo sebagai Kota Layak Anak acara ini juga bertujuan melibatkan anak dalam pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota Probolinggo. “Serta melindungi anak dari kekerasan,” jelasnya. (malinda/humas)

 

Dissemination to realize Child-Friendly City (KLA) with publishing the movement of stop violence to children was held on Monday in Puri Manggala Bhakti. attended by 150 participants with the speaker from local police and the Agency of Women Empowerment and Child Protection and Family Planning.

Regional Secretary Bambang Agus Suwignyo officially opened the event. To him, by realizing Child-Friendly City, it means that the city has provided public space for children by providing child-friendly city space.

“Without that kind of space, they will be discriminated. Hopefully by holding this dissemination we can soon realize Probolinggo as a child-friendly city and we can stop the violence to children as early as possible,” said the secretary.

Meanwhile the head of Society Welfare Department, Anwar Fanani said that besides to realize Probolinggo as Child-Friendly City, the event has another purpose to involve children in development implemented by the municipality. “And also to protect children from violence,” he explained.(translator:alfienhandiansyah)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.