Enam Bulan, Tim Saber Pungli Ungkap Dua OTT

image_pdfimage_print

Enam bulan terakhir, Unit Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kota Probolinggo telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dua kasus pungli. Tim berhasil mengamankan salah seorang tukang parkir yang kedapatan melakukan pungutan dan petugas pasar yang menarik retribusi tanpa karcis. 

Seperti diketahui, Kota/Kabupaten Probolinggo telah menerapkan parkir berlangganan yang dibayar setiap tahun berbarengan dengan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Karena minimnya barang bukti, juru parkir tersebut tidak diproses hukum, hanya mendapatkan pembinaan. 

Sedangkan OTT yang ke-dua terjadi pada Maret 2017, di Pasar Baru. Setelah memeriksa 15 (lima belas) saksi, didapat keterangan petugas pemungut menyerahkan hasil pungli tersebut ke petugas yang lain, atas perintah petugas di atasnya. Mereka sudah menetapkan besaran pendapatan perbulan yang harus disetor kepada seseorang yang ditunjuk sebagai bendahara. Pungli semacam ini sudah sistematis. 

Informasi tersebut disampaikan oleh kelompok penindakan Tim Satgas Saber Pungli saat rapat koordinasi, di Sabha Bina Praja Kantor Wali Kota Probolinggo, Selasa (6/6). Wali Kota Probolinggo, Rukmini yang diwakili oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Ahmad Sudiyanto mengakui pelaksanaan pemerintahan di Kota Probolinggo memang belum terawasi sepenuhnya dengan baik. 

“Pemerintah Kota Probolinggo siap dan mendukung kerja Satgas Saber Pungli, baik sarana dan prasarana dan fasilitas lainnya. Saya akui pengawasan pelayanan publik tidak sepenuhnya bisa kami awasi. Untuk itu keberadaan tim ini sangat membantu Pemerintah Kota Probolinggo,” ungkap wali kota. 

Sudi menambahkan, Wali Kota Rukmini sangat mengapresiasi penuh tugas Tim Saber Pungli Kota Probolinggo. “Kesan formalitas dari SK (surat keputusan pembentukan Tim) tidak terbukti, karena tim saber pungli juga telah melaksanakan tugasnya. Saya berharap tidak ada main mata antara petugas pelayanan dengan masyarakat untuk menghidupkan pungutan yang tidak resmi,” tambah Sudi-panggilannya. 

Sementara itu, Ketua Tim Saber Pungli Kota Probolinggo, Kompol Jumadi menyoroti tugas kelompok pencegahan. “Tim ini sudah terbentuk selama enam bulan. Kenapa kelompok pencegahan baru melakukan sosialisasi baru dua kali. Menurut rencana kan dalam satu tahun itu ada dua belas kali,” terang pria yang juga mernjabat sebagai Wakapolres Probolinggo Kota itu. 

Jumadi mengingatkan kelompok intelijen untuk melakukan pemetaan lokasi pelayanan yang disinyalir rawan pungli. Setelah dipetakan, diharapkan menyerahkan data kepada kelompok pencegahan untuk melaksanakan sosialisasi terkait pungli. “Ketika kita menindak biar tidak disalahkan karena kita sudah berkali-kali melakukan sosialisasi. Jangan sampai tiba-tiba tim saber pungli di atas kita (Tim Saber Pungli Polda Jatim) melakukan OTT di Kota Probolinggo,” tambahnya. (abdurhamzah/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.