Belajar Kelola Pelelangan Ikan, DPRD Kabupaten Sikka Kunjungi Kota Probolinggo 

image_pdfimage_print

 

Kamis (8/6), Pemerintah Kota Probolinggo kedatangan tamu. Ialah rombongan anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bertempat di Ruang Sabha Bina Praja, rombingan diterima Sekda Bambang Agus bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ahmad Sudiyanto, Kepala Dinas Perikanan Budi Krisyanto. Ketua rombongan dipimpin, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sikka Agustinus Romuaidus.

 Sekda Bambang dalam sambutannya mengatakan, bahwa Pemkot Probolinggo sangat menyambut baik kedatangan rombongan tersebut. “Selamat datang di Kota Bayuangga yang dikenal dengan angin, manga dan anggur sebagai Ikon Kota Probolinggo,” sambut sekda memperkenalkan ikon kota ini. 

 Saat itu sekda memaparkan tentang berbagai kondisi Kota Probolinggo baik secara administrasi pemerintah dan potensi yang ada. Terkait dengan potensi kelautan dan perikanan di Kota Probolinggo mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Dilihat dari persediaan sebagai fasilitas dan prasarana  di bidang perikanan meliputi pelabuhan perikanan. Kota Probolinggo saat ini memiliki 26 pengelola yang bergerak di bidang perikanan, dimana para pengelola memiliki 3 atau 4 produk. Adapun olahan menjadi 2 jenis yaitu olahan kering dan frozen food. 

 Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sikka Agustinus menjelaskan penduduknya ada 300 ribu jiwa yang dikenal dengan Kabupaten Kepulauan, rata-rata bekerja sebagai nelayan. Wilayah Kabupaten Sikka dibagi menjadi 21 Kecamatan, kawasan yang berpenduduk padat adalah di kawasan utara yang berbatasan dengan Laut Flores mayoritas beragama Kristen, sedangkan kawasan selatan yang berbatasan dengan Laut Sawu beragama Islam atau Muslim . 

“Penduduk Kabupaten Sikka meskipun dalam satu rumah agamanya berbeda-beda ada yang kristen dan beragama islam itu sudah biasa di wilayah kami. Tapi kita saling menjaga dan mengamankan tempat ibadah yang ada di Kabupaten Sikka,” ujarnya.

 “Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI) yang ada di Kabupaten Sikka tidak bisa mengelola secara optimal dan merugikan para nelayan. Dengan kunjungan ini kami ingin mempelajari  tentang tempat pelelangan ikan yang ada di Kota Probolinggo untuk diterapkan di Kabupaten Sikka,” sambungnya. 

Kepala Dinas Perikanan Budi Krisyanto dalam paparanya menjelaskan, Unit Pelaksana Teknis (UPT) tempat pelelangan ikan belum bisa berperan sepenuhnya sebagai Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Pihaknya menargetkan pemasukan ke pemkot bakal naik di tahun ini, jika sebelumnya Rp 300 juta akan naik menjadi Rp 400 juta. “Dinas Perikanan membantu misi  kota untuk menuju Probolinggo yang berkembang ekonomi yang lebih, kokoh dan berkeadilan,” kata Budi Kris.

Baik pemkot dan DPRD Kabupaten Sikka berharap, melalui kunjungan ini mereka dapat bersinergi, guna mendapatkan manfaat bagi kemajuan dan pengembangan di dua daerah tersebut. Acara siang itu, dilanjutkan saling bertukar cinderamata. Usai diterima resmi mereka melakukan kunjungan lapangan ke TPI di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan. (noviati/humas)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.