Banyak Kekurangan, Tetap Optimis Wujudkan KLA

image_pdfimage_print

Selama 2 hari (7-8/6) berturut-turut, Tim Verifikasi Lapangan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) mengunjungi beberapa lokasi di Kota Probolinggo untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan terkait proses penilaian KLA. Sedikitnya 16 lokasi dikunjungi antara lain TWSL, Puskesmas, SDN Sukabumi II, Taman Baca. 

Setelah rampung mengunjungi lokasi-lokasi tersebut, akhirnya kemarin, Kamis (8/6), tim dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini menyampaikan hasil verifikasi di lapangan kepada Wali Kota Rukmini dan sejumlah kepala OPD yang hadir di Sabha Bina Praja.

Sebelum tim verifikasi menyampaikan hasilnya, Rukmini berkesempatan untuk menyampaikan paparan tentang program-program Pemkot Probolinggo dalam memenuhi hak anak. Dalam paparannya, Rukmini menyebut bahwa pemkot telah melakukan berbagai program kegiatan dalam rangka mewujudkan perlindungan hak anak.

“Termasuk kebijakan jam kerja bagi para PNS. Jam kerja PNS dimulai pukul 07.30 dimaksudkan untuk menghindarkan anak-anak sekolah dari kemacetan sehingga hal ini dapat mengurangi tingkat kecelakaan. Selain itu, para orangtua juga berkesempatan untuk mengantarkan anaknya sekolah,” jelas Rukmini.

Dari hasil yang disampaikan tim verifikasi, masih banyak hal yang harus diperbaiki Kota Probolinggo untuk mewujudkan KLA ini. Penilaian ini pun berdasarkan 31 kategori yang terbagi dalam 5 klaster.

Pasalnya, salah satu kekurangan yang harus diperbaiki Kota Probolinggo adalah belum adanya peraturan daerah yang mengatur tentang pengasuhan anak. Di bidang kesehatan, tim verifikasi juga sangat menyayangkan masih adanya kasus gizi buruk di Kota Mangga ini. Tim juga menyinggung soal komitmen pemerintah setempat dalam menetapkan kawasan  bebas asap rokok di sejumlah tempat khususnya di fasilitas kesehatan.

“Puskesmas, contohnya, adalah kawasan  bebas asap rokok. Namun sayangnya di depan puskesmas masih ada iklan rokok yang terpampang. Ini yang harus menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah,” ujar Ketua Tim Verifikasi Taufik Waida.

Namun, diantara beberapa kekurangan tersebut, Taufik juga memberikan poin positif terhadap capaian akta kelahiran di Kota Probolinggo yang mencapai 87%. Angka ini melebihi rata-rata nasional sebesar 79%. “Saya juga terkesan ketika mengunjungi SDN Sukabumi II. Disana ada toilet literasi yang sangat kreatif. Ini luar biasa,” terang Taufik.

Sementara itu, Kabid Ekonomi Pembangunan Manusia dan Sosial Budaya pada Bappeda Litbang, Dwi Agustin Pudji Rahayu menyatakan pihaknya optimis Kota Probolinggo dapat mewujudkan KLA meskipun masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki.

“Selain kekurangan yang dijelaskan tadi, kita punya kelebihan lain yang tidak ada dalam indikator dan ini menjadi poin lebih bagi Kota Probolinggo,” ujar Yayuk, sapaan akrabnya. 

Sebagai tindak lanjut, Yayuk mengungkapkan pihaknya akan segera mengumpulkan koordinator pokja untuk segera melengkapi data-data yang masih kurang dan segera menyerahkannya ke tim verifikasi.

Penghargaan KLA terdiri dari 5 kategori yakni Pratama, Madya, Nindya, Utama, dan Kota Layak Anak (KLA). Hingga saat ini penerima penghargaan KLA tertinggi yakni Kota Surabaya, Surakarta, dan Denpasar dengan kategori Nindya. (alfienhandiansyah/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.