Pasar Murah Selama Ramadan

image_pdfimage_print

Sepertinya sudah tren bila menjelang lebaran, semua harga bahan pokok merangkak naik. Hal tersebut juga dipicu oleh banyaknya kebutuhan dalam menyambut hari raya. Maka dari itu, tepat pada hari puasa ketujuh belas (12/6) lalu, Pemerintah Kota Probolinggo menyelenggarakan kegiatan yang tentunya bermanfaat bagi masyarakat dalam menghadapi hari raya Idul Fitri, yakni pasar murah ramadhan. 

Pasar murah ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP). Maka tak heran bila masyarakat telah bergerombol di stan-stan yang menjual bahan pokok incaran mereka walaupun acara belum dibuka.

Gatot Wahyudi, Kepala DKUPP menjelaskan bahwa pasar murah ini bertujuan untuk membantu meringankan masyarakat pra sejahtera dalam menghadapi kenaikan harga, dan juga untuk memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan-bahan pokok dibawah harga pasar. “Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaga kestabilan harga dan menekan inflasi,” kata Gatot. 

Wali Kota Probolinggo Rukmini menjelaskan kegiatan ini juga untuk memberdayakan masyarakat, khususnya Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di Kota Probolinggo. “Dengan memberdayakan para UKM, maka kita bisa membantu meningkatkan penghasilan mereka dengan berjualan di pasar murah ini,” kata Rukmini. 

Tetapi, Rukmini menyayangkan sedikitnya OPD yang ikut serta dalam pasar murah ini. Terlihat dari stan, hanya ada tiga stan OPD yakni, DKUPP, Dinas Perikanan, dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. “Peran serta dari OPD lain juga ditingkatkan, ini semua untuk mensejahterakan masyarakat,” katanya. Maka, wali kota memutuskan mulai hari kedua semua OPD digilir untuk mengisi stan yang ada di pasar murah. Dalam kesempatan ini, wali kota sangat mengapresiasi BULOG yang juga mengadakan pasar murah di berbagai pasar di Kota Probolinggo.

Stan-stan yang ada di pasar murah ini kebanyakan menyediakan bahan pokok yang dicari oleh masyarakat, misalnya beras, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, dan gula. Stan Kadin yang menjual gula pasir seharga Rp.10.000 langsung diserbu pembeli. “Kita bawa 100 bungkus, dan langsung habis, besok lagi,” kata penjaga stan Kadin. 

Selain itu, ada juga stan yang menjual pakaian, kerudung mukena, kue kering khas lebaran, sandal, hingga gambar hiasan dinding. Pasar murah ini akan dilaksanakan selama enam hari, mulai tanggal 12-16 Juni dan diisi dengan 35 stan yang terdiri dari UKM, perusahaan dan OPD. Pasar murah ini dibuka mulai pukul 08.00- 12.00 WIB. Pada acara pembukaan ini, dihadiri oleh undangan dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota Komisi B DPRD Kota Probolinggo, kepala OPD, camat, dan lurah se-kota Probolinggo. (hariyantiagustina/humas)

 

It seems to be a trend when holy month Ramadhan comes, the price of all basic cooking materials is rising. This is influenced by the increasing needs ahead of Eid Mubarak. Therefore, on the seventeenth day of holy month Ramadhan (12/6), Probolinggo Municipality held an event that can help the citizens a lot ahead of Eid Mubarak, a cheap market.

Cheap market is an annual event held by the Agency of Cooperatives, Micro Business, Industry, and Trade (DKUPP). There is no wonder that the citizens were attracted to the event and visit the booths that sell cooking material they needed most.

The head of DKUPP, Gatot Wahyudi said that the market helps the citizen to face the rising price and to facilitate them to get what they need with a lower price. “Besides, it is held to stabilize the general price and to press the inflation,” he said.

Mayor Rukmini explained that it is an event to empower the citizens, especially the small and medium enterprises in the city. “By empowering the enterprises, then we can help them to raise their income by selling their products in this market,” Rukmini said.

Nevertheless, Rukmini was disappointed that there were few working units participating the event. There were only three booths of working units. “I want other units to participate as well to support the program,” she said. Based on the mayor’s instruction, other working units are obliged to participate in the market started on the second day. In this opportunity, the mayor appreciates States Logistics Agency (Bulog) who also held another cheap market at traditional markets in the city.

The booths sold any kinds of cooking materials needed by the citizens such as rice, cooking oil, onion, and sugar. The booth of Indonesian Chamber of Commerce and Industry (Kadin) sold sugar as much as IDR 10.000/kg that have been directly sold out. “We provided 100 kg, and they were sold out, we will bring more tomorrow,” said the officer of Kadin.

Besides, some booths were also selling cloths, cookies, slippers, and paintings. The cheap market will be available for six days started from 12-16 June, participated by 35 booths consisting of small and medium enterprises, companies and working units of the municipality. The market is open started from 8 am to 12 am. In the opening, the event was attended by Communication Forum for Regional Leaders (FKPD), the head of working units, head of district offices, and the head of sub-district offices.(translator:alfienhandiansyah)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.