Kampanyekan Antikorupsi Lewat Kesenian Ludruk

Suasana Pertunjukan Rakyat (Pertura) Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) bersama ludruk Rukun Damai, di halaman kantor Wali Kota Probolinggo
image_pdfimage_print

KANIGARAN – Banyak cara dilakukan untuk mengampanyekan semangat selalu bersikap jujur dan antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam rangkaian roadshow KPK “Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi” di Kota Probolinggo, kesenian ludruk menjadi salah satu cara medianya.

Dikemas dalam Pertunjukan Rakyat (Pertura) Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) bersama ludruk Rukun Damai, kegiatan tersebut digelar Selasa (16/7) malam di halaman kantor Wali Kota Probolinggo. Sejumlah undangan yang hadir pun nampak antusias dalam gelaran itu.

Wali Kota Hadi Zainal Abidin, Wawali Mochammad Soufis Subri bersama Direktur Pengaduan Masyarakat KPK RI Cahya Hardianto Harefa hadir di tengah-tengah undangan. Malam itu diawali pemutaran film KPK berjudul “Subur itu Jujur”. Film ini sangat sederhana, tapi sarat akan pesan yang bisa diterima oleh penontonnya.

Menceritakan seorang anak sekolah yang tidak tergoda rayuan teman-temannya saat pelajaran olahraga. Seperti namanya, Subur ini bertubuh subur. Di sekolah, guru olahraganya menyuruh seluruh siswa berlari keliling lingkungan sekolah. Di tengah jalan, ada banyak teman Subur yang justru melanggar aturan.

Ada yang berhenti di rumahnya untuk makan, ada yang nge-game di handphone, ada juga yang dibonceng naik sepeda motor. Bahkan ada seorang guru yang menawari Subur naik sepeda motor karena kasihan melihat Subur ngos-ngosan. Dan, Subur pun tak tergoda sama sekali.

Ia tetap berlari meski berada di urutan terakhir. Guru olahraganya, memberikan nilai paling tinggi untuk Subur lantaran ia tahu kecurangan dan ketidakjujuran yang dilakukan murid lainnya. Alhasil, mereka yang curang harus mengulangi lari mengelilingi lingkungan sekolah.

Apa pelajaran bisa dipetik dari film itu? “Kejujuran menyukseskan apa yang kita harapkan. Karena jujur itu hebat. Subur ini berani menolak semua ajakan teman-temannya, karena dia jujur,” jawab Wali Kota Habib Hadi saat ditanya kesannya soal film itu.

“Lebih bagus apa adanya dari pada menutupi kekurangan dalam diri kita. Lebih bagus kita dimusuh tapi kita jujur, dari pada banyak teman tapi dalam kebohongan. Ini menjadi inspirasi, apa yang dipikirkan tidak sesuai dengan apa yang terjadi. Yang penting ada niatan insyaallah akan tercapai. Ingat, jangan takut dimusuhi karena kita jujur,” sambungnya.

Di tengah ludrukan yang dibawakan Mukadi cs, Direktur Pengaduan Masyarakat Cahya Hardianto Harefa pun menyampaikan beberapa hal tentang KPK RI. Ya, KPK punya fungsi yaitu koordinasi, supervisi, penindakan, pencegahan dan monitoring sistem administrasi.

“KPK tidak mungkin sendiri memberantas korupsi. Di kegiatan seni ini kami tolong dibantu memberi pemahaman tentang antikorupsi. Korupsi bukan hanya uang saja, tetapi kita harus disiplin waktu, jangan menyontek. Bahkan di diklat kepemimpinan pun ada yang menyontek,” ujar Cahya disambut gelak tawa penonton.

Salah satu tujuan KPK adalah supaya masyarakat sejahtera. Siapapun boleh kaya asal dengan cara yang baik, sesuai aturan dan tidak mengambil hak orang lain. “Kami hadir untuk lebih mendekatkan KPK ke masyarakat dan memberikan pemahaman,” imbuhnya.

Cahya pun berharap Kota Probolinggo bisa bebas dari korupsi. Jika melihat ada pelanggaran, masyarakat diminta melaporkan. “Lihat, lawan, laporkan. Jadi atasan jangan memberikan perintah yang tidak benar. Staf pun harus berani menolak perintah jika perintahnya tidak sesuai peraturan,” pesan Cahya.

Ludruk asal Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo ini pun menyajikan cerita yang menarik hingga tengah malam. Penonton begitu antusias dan tergelak tawa menyaksikan kesenian tradisional tersebut. (famydecta/humas)