Cahya Hardian Harefa Direktur Pengaduan Masyarakat KPK RI saat memnerikan arahan pada para guru (Foto: Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

Kanigaran– Masih seputar rangkaian roadshow Bus KPK di Kota Probolinggo, Rabu (17/6), digelar sosialisasi diseminasi pendidikan antikorupsi kepada Guru PKn (Pendidikan Kewarganegaraan). Acara yang dilangsungkan di gedung Sabha Bina Praja Kantor Wali Kota ini, dimoderatori langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Probolinggo Mochammad Maskur.

Sekitar 100 orang Guru PKn dari SMP/MTS dan SMA/SMK se-Kota Probolinggo diundang untuk mengikuti acara tersebut. Seperti yang disampaikan oleh Mochammad Maskur, bahwa di Kota Probolinggo telah mencanangkan anti korupsi kepada anak didik mulai jenjang PAUD/RA, SD/MI, SMP/MTS serta SMA/SMK.

“Dan ini sudah ada regulasi yang telah ditertibkan di Kota Probolinggo. Kota Probolinggo merupakan salah satu dari 4 kabupaten/kota di Jawa Timur, yang mempunyai regulasi tentang pendidikan anti korupsi,” jelasnya.

“Kami sangat berterima kasih, atas kehadiran KPK RI di Kota Probolinggo. Dengan begitu kami bisa belajar langsung sehingga bisa diimplementasikan dalam proses pembelajaran pada anak didik kita,” pungkas Maskur sapaan akrabnya.

“Guru merupakan panutan, sebagai lokomotif penggerak membangun integritas anak untuk Indonesia lebih baik,” ungkap Cahya Hardian Harefa Direktur Pengaduan Masyarakat KPK RI. Cahya menyampaikan, tugas kita semua adalah menyiapkan anak didik untuk tidak melakukan korupsi.

Tidak hanya membuat anak didik menjadi pintar dan lulus dengan nilai baik, namun penguatan nilai-nilai karakter dengan jiwa berintegritas penguat antikorupsi harus selalu ditanamkan. Selain itu, juga selalu diajarkan untuk cinta tanah air, menghargai perbedaan serta mandiri.

“Karena guru yang menjadi role modelnya,” tambahnya. Disamping itu, Cahya juga memperkenalkan apa sebenarnya KPK dan fungsi KPK kepada para peserta. Beberapa strategi pemberantasan korupsi juga disampaikan seperti penindakan, pembenahan sistem, serta pendidikan dan kampanye juga turut dijelaskan pagi itu. (Malinda/Humas)

Dissemination on the education of anti-corruption to the teachers of civic education, Wednesday (17/6), was held in the agenda of Corruption Eradication Commission (KPK) bus roadshow in Probolinggo city. It was held at the Sabha Bina Praja hall with the head of Education, Youth, and Sport Agency, Mochammad Maskur as the moderator.

100 teachers of civic education of junior-high-school and high school level in the city were invited. Mochammad Maskur stated that the city has applied the education of anti-corruption to the kids starting from early childhood education until high-school education.

“And, we have the regulation on this. Probolinggo is one of 4 cities/regencies in East Java province which has a regulation on the education of anti-corruption,” he said.

“We’d like to say thanks for the arrival of KPK to the city. We can learn directly so that it can be implemented in the process of education in the city,” Maskur said.

“Teacher is a role model, like a locomotive engine, as a motor to develop the integrity of the children for better Indonesia,” Cahya Hardian Harefa, the Director of Public Complaints of KPK, said. He also said that it’s been our duty to prepare the kids to avoid any corruption.

Not only making the kids smarter and graduate with the best grades but also strengthening the characteristic with great integrity of anti-corruption should be embedded as well. Besides, they also need to learn to love the motherland, to respect diversities, and be independent.

“Because the teacher should be the role model,“ he added. Besides, Cahya has also introduced what KPK is and the function of KPK to the participants. Some strategies of eradicating corruption have been presented including the prosecution, system reforming, education, and campaign.