Mengunjungi Ruang VVIP, Kelas Utama dan Hemodialisa di RSUD Dr Mohammad Saleh Kota Probolinggo

image_pdfimage_print

vviip

Sempurnakan Pelayanan Kesehatan, Beri Excelent Service.

Ingin mendapatkan perawatan berkelas di rumah sakit, tidak perlu ke Surabaya atau Malang. RSUD Dr Mohammad Saleh Kota Probolinggo kini sudah menyediakan fasilitas ruangan VVIP, VIP dan kelas utama. Cuci darah pun sudah tersedia disini.

Memanfaatkan lahan kosong di sisi selatan ruang VIP, manajemen RSUD membangun fasilitas ruangan baru yang high class. Sebanyak 3 ruang VVIP dan 13 ruang kelas utama telah diresmikan pada 9 Februari lalu.

Hingga berita ini diturunkan banyak masyarakat yang telah memanfaatkan ruangan baru tersebut.Siang (23/2) itu, suasana ruang VVIP dan kelas utama nampak masih lengang. Hanya beberapa ruangan saja yang berpenghuni. Memasuki ruang VVIP berpintu coklat, nampak interior ruangan yang begitu ekslusif. Lengkap dengan sofa, almari, lemari es, televisi, AC, dan kamar mandi dalam.

Ruangan seharga Rp 250 ribu per harinya itu begitu nyaman dan luas. Kelas utama punya fasilitas yang sama dengan VVIP, bedanya hanya di sofa dan satu ruangan diisi dua orang pasien. Tarif kelas utama per harinya Rp 130 ribu. Nilainya lebih mahal dari ruang VIP yang mencapai Rp 155 ribu per hari.

“Sejak diresmikan hingga sekarang sudah ada 8 pasien di VVIP dan 25 orang di kelas utama,” ucap Direktur RSUD Dr Mohammad Saleh dr Bambang Agus saat meninjau ke ruangan kelas bersama para stafnya. Keberadaan fasilitas baru ini diharapkan bisa semakin meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Keluarga pasien, yang menjaga ibunya sedang di rawat di ruang VVIP 102 mengaku sangat bangga dan senang dengan ruangan baru rumah sakit ini. “Bagus. Seperti hotel. Pelayanannya sangat baik dan perawatnya ramah-ramah, cantik lagi,” ujar Hendri yang saban hari berdomisili di Surabaya itu.

Pria berkumis itu lebih memilih merawat inap orangtuanya yang tinggal di Jati Baru di ruang VVIP dari pada ruang lainnya. Dia ingin memberikan ruang terbaik bagi orangtuanya yang sedang menderita sakit jantung.

“Memang ruangannya lebih nyaman. Tapi, sayangnya kulkas kok kosong? Padahal itu ditancapkan di listrik. Kan eman kalau rusak. Lebih baik diisi saja sama makanan dan minuman terus kalau ada yang berkurang, nanti pas pulang langsung dicatat dan bayar ke kasirnya. Seperti di hotel itulah,” saran Hendri.

Spesialis baru yang sedang jadi andalan RSUD adalah hemodialisa (HD) atau cuci darah. Ruang HD menempati eks ruang persalinan. “HD menempati ruang persalinan yang dulu. Ruang persalinannya balik ke yang lama (sebelah utara),” imbuh Kabid Keperawatan Eko Sudiwiharti.

Spesialis hemodialisa memiliki 8 unit mesin HD. “Sejak 9 Februari (diresmikan) sudah menangani 5 pasien, 14 kali tindakan,” sahut Kabag Rencana dan Pembangunan Retno Febry sambil menunjukkan ruangan yang hanya dibuka pada hari Senin, Rabu dan Sabtu.

Wadir Umum dan Keuangan Sariadi menegaskan bahwa untuk pasien jamkesmas, jamkesda dan SKTM hanya bisa mendapat fasilitas di kelas 3 saja kecuali membayar biaya tambahan untuk rawat inapnya.  Termasuk spesialis HD, bagi pasien gakin cukup menggunakan kartu jamkesmas, jamkesda atau SKTM. Pasien umum dikenakan biaya sesuai dengan jasa retribusi daerah.

“Untuk diingat bahwa dengan status BLUD berarti income RSUD dapat digunakan langsung oleh RSUD yang artinya tidak disetor ke kasda. Berbeda waktu masih SKPD dulu. Dengan income tersebut RSUD mengelola sendiri manajemennya,” ungkap mantan sekretaris Bappeda itu.

Excellent service yang tengah dipersiapan RSUD adalah pelayanan privat di ruang VVIP, kelas utama dan VIP. Artinya, perawat bakal memberikan one day does yaitu semacam pelayanan farmasi, semua pelayanan obat ditangani oleh perawat. “Misalnya kalau minum obat, nanti perawat akan melayani secara khusus. Jadi, keluarga tidak perlu meminumkan obatnya semua sudah ditangani oleh perawat khusus di ruangan itu. Jadi, privat dan excellent,” terang Kabid Penunjang Non Medis Heri Siswanto. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.