Bersaing dengan 24 Sekolah di 25 Provinsi

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin bersama Wawali Mochammad Soufis Subri bersama tim LSS ikut mendampingi kedatangan tim penilai di MAN 1 Kota Probolinggo (Foto: Agus/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KANIGARAN – Setelah lolos jadi juara 1 tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2018 lalu, kini MAN 1 Kota Probolinggo mewakili provinsi berjuang ke Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat nasional 2019. Rabu (17/7) tim penilai yang dipimpin Ahyar melakukan penilaian ke sejumlah titik pantau.

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin bersama Wawali Mochammad Soufis Subri bersama tim LSS ikut mendampingi kedatangan tim penilai. Disambut oleh para siswa dan guru di sepanjang jalan menuju sekolah, tepatnya di Jalan Jeruk, Kecamatan Wonoasih.

Memasuki halaman MAN 1, mereka diajak melakukan senam UKS. Senam pun berlangsung seru. Wali kota dan wawali ikut menikmati olahraga itu. Selanjutnya ke ruang UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) disambut kader kesejahteraan remaja lalu penandatanganan prasasti oleh Wali Kota Hadi, Kepala Kemenag Mufi Imron Rosyadi dan Kepala Dinkes drg Ninik Ira Wibawati serta Ketua Tim Penilaian LSS Nasional 2019 Ahyar.

Di sekolah tersebut juga terdapat kantin sehat. Semua menunya dijamin sehat, sudah diujicoba dan tertera kandungan gizinya. Di kesempatan itu, juga pengguntingan bunga memasuki area promosi kesehatan.

Selain ke MAN 1, tim juga menuju ke Setkap UKS di Kecamatan Wonoasih dan Setkap Kota Probolinggo. Tim penilai pun sempat ditemui lagi oleh Wali Kota Habib Hadi dan Wawali Subri di rumah dinas wali kota, siang harinya.

Menurut Ahyar, secara umum masih ada beberapa yang perlu dibenahi. Aspek yang dinilai pun secara utuh dan saling terkait. Ia pun belum bisa memberi informasi tentang seberapa besar kesempatan MAN 1 Kota Probolingo bakal lolos menjadi juara.

Kota Probolinggo bersaing dengan 24 sekolah setingkat SMA/MA sederajat dari 25 provinsi se-Indonesia. Sedangkan peserta LSS 2019 sebanyak 94 sekolah yang terdiri dari 21 tingkat TK, 24 sekolah tingkat SD, 25 sekolah tingkat SMP dan 24 sekolah tingkat SMA.

“Kriteria dalam LSS sangat kompleks. Yang dilihat bukan prosesnya saja, bukan PHBS (pola hidup bersih dan sehat) dan sarana prasarana saja tetapi juga ada aspek keterlibatan warga sekolah serta stakeholder,” tutur Ahyar. Rencananya, pengumuman pemenang bakal disampaikan pada 24 Oktober 2019 mendatang. (famydecta/humas)

Islamic High School MAN 1 of Probolinggo city represents the East Java Province to fight for a national level Healthy School Competition (LSS) 2019. This is after the school has been the champion at the provincial level of the same competition. The assessment team led by Ahyar has assessed some spots, Wednesday (17/7).

Probolinggo Mayor Hadi Zainal Abidin and Vice Mayor Mochammad Soufis Subri, along with the LSS team welcomed the arrival of the assessment team. They, with the students and teachers, welcomed the team along the street heading to the school, on Jl. Jeruk, Wonoasih Sub-district.

Entering the front yard of MAN 1, the team joined a gymnastic, along with the mayor and vice mayor before going to the School Health Unit (UKS) and witnessing the signing of an inscription by the mayor.

At the school, a healthy canteen is also available with healthy menus. Apart from MAN 1, the assessment team also visited the Permanent Secretariat (Sektap) of UKS in Wonoasih Sub-district and the city’s Permanent Secretariat. At noon, the team met the mayor again in the mayor’s official house.

Ahyar said, generally there are things need to be fixed. The aspects being assessed are fully general and related to each other. He cannot confirm about the chance of MAN 1 to be the champion in this competition.

Probolinggo city will compete with 24 other schools from 25 provinces throughout Indonesia. Meanwhile, the participants of LSS are 94 schools consisting of 21 kindergartens, 24 elementary schools, 25 junior high-schools, and 24 high schools.

“The criteria of LSS are very complex. It’s not just the process being assessed; it’s not only facilities but also the aspect of school and stakeholder involvement,” Ahyar said. The announcement of the winner is planned to be shared on October 24th, 2019.