Gelar Potensi di Hari Krida Pertanian

Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri petik anggur varietas unggulan. (Foto: Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KADEMANGAN – Memperingati Hari Krida Pertanian ke 47, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (KP) Kota Probolinggo menggelar potensi produk unggulan daerah dan olahan hasil pertanian, Kamis (18/7). Selain sarasehan, pameran dan lomba, Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri juga petik anggur varietas unggulan.

Pada kesempatan itu juga diserahkan hadiah lomba gelar potensi produk unggulan daerah dan olahan hasil pertanian. Juara I diraih Gapoktan Wonoasih; Juara II Gapoktan Al Barokah (Kanigaran); Juara III Gapoktan Demang Jaya (Kademangan); Juara Harapan I Gapoktan Permata Indah (Kedopok) dan Juara Harapan II Gapoktan Sido Muncul (Mayangan).

Sedangkan pemenang lomba olahan pangan Kelompok Wanita Tani (KWT) kategori makanan atau olahan basah adalah KWT Kalimas dari Poh Sangit Kidul, KWT Makmur Jaya dari Triwung Kidul dan KWT Mekar Jaya dari Ketapang. Untuk kategori makanan atau olahan kering adalah KWT Progo Jaya dari Jrebeng Kulon, KWT Srikandi dari Kebonsari Kulon dan peringkat terakhir KWT Bangu Jaya dari Sumbertaman. Juara favorit diraih oleh KWT Sahabat Tani dari Kedungasem.

Sementara itu, pemenang lomba ketahanan pangan berprestasi kategori lestari dimenangi Karang Kitri tahun 2016 RW 7 RT 2 Kelurahan Pakistaji Kecamatan Wonoasih. Kategori mandiri adalah Karangkitri 2018 RW 2 RT 5 Kelurahan Mayangan Kecamatan Mayangan. Di kategori pengembangan dijuarai KRPL Mentari 2018 RW 4 RT 3 Kelurahan Pilang Kecamatan Kademangan.

“Peringatan Hari Krida Pertanian adalah momen bagi yang terlibat dalam usaha pertanian untuk ungkapkan syukur atas hasil yang diperoleh. Saat mengevaluasi kekurangan dan menyusun rencana agar memperoleh hasil yang baik ke depan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan KP, Sukarning Yuliastuti.

Dengan menggali potensi produk unggulan yang dimiliki Kota Probolinggo, lanjut Ning-sapaan akrabnya, dapat memacu petani untuk memberikan nilai tambah dan daya saing prioritas pertanian melalui perbaikan kualitas produk. “Serta mendukung ketahanan pangan melalui olahan pangan. Kami melibatkan gapoktan, kelompok wanita tani, bulog, petromikia,” jelasnya.

Wawali Subri menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang sejumlah lomba dalam rangkaian Hari Krida Pertanian di tahun 2019. Dalam kesempatan itu, wawali berpesan kepada para petani segera mempelajari teknologi. Sehingga tidak ada kata telat dalam mengantisipasi teknologi pertanian yang semakin berkembang.

“Ciptakan iklim yang produktif agar anak muda tertatik di sektor pertanian. Diakui atau tidak, lahan pertanian semakin sempit dan semakin habis. Tumbuhkan keinginan anak-anak muda jadi tertarik di sektor ekonomi pertanian,” tutur Subri.

Kota Probolinggo memiliki potensi produk unggulan baik pangan atau hortikultura, misalnya padi, jagung dan bawang. Pemerintah pun telah melakukan pembinaan sarana prasana untuk peningkatan hasil pertanian tersebut. (famydecta/humas)

In commemorating the 47th Krida Agriculture Day, the Agency of Agriculture and Food Security of Probolinggo city held an event of regional product potential and processed agricultural products, Thursday (18/7). Besides having dissemination, exhibition, and competition, Probolinggo Vice Mayor Mochammad Soufis Subri has an opportunity to pick the city’s best variety of grape.

On that occasion, several competitions have found the winners and the prizes were handed over by the vice mayor. “The commemoration of Krida Agriculture Day is a moment for those involved in agricultural business to be grateful of harvest being achieved. It’s time to evaluate the failures and set the plan for a better result,” the Head of Agriculture and Food Security Agency, Sukarning Yuliastuti.

By developing the potential products the city has, Sukarning continued, it can trigger the farmers to give added value and competitiveness of agricultural priority through improving product quality. “And, to support food security by processing agricultural products. We involve farmers group, female farmers group, state-owned logistics company (Bulog), and petrokimia,” she said.

Vice mayor Subri has congratulated the winners of the competitions in 2019. On that occasion, he urged the farmers to learn more about technology because this is the way to anticipate developing agricultural technology.

“I want you all to create a productive climate to attract the young generation in agriculture. What we need to understand is the agricultural land is losing. So, it’s important to have the young generation interested in the agriculture economy,” Subri said.

Probolinggo city has potential products both in food or horticulture such as rice, corn, and onion. The government has provided guidance and facilities to improve the agriculture products.