PERINGATI HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA, PEMKOT GELAR FESTIVAL LINGKUNGAN

Wakil Wali Kota Soufis Subri sambutan pada acara festival lingkungan dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia (Foto: Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

Kanigaran– Kamis, (18/7), Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar festival lingkungan dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia. Acara tersebut diselenggarakan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maramis, Kelurahan Kanigaran Kota Probolinggo. Peringatan kali ini, mengambil tema “Biru Langitku Hijau Bumiku”.

Pagi itu, terlihat hadir Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri dan istrinya Dian Kristanti Soufis Subri, serta Ketua Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo, Aminah Hadi Zainal Abidin. Para kader dan mitra lingkungan turut menjadi tamu undangan.

Peringatan hari lingkungan hidup sedunia kali ini, dimeriahkan oleh lomba fashion show dimana baju yang dikenakan para peserta merupakan hasil dari daur ulang sampah. Dengan begitu memberikan semangat agar sampah-sampah tas/plastik tidak dibuang percuma ataupun dibakar sehingga bisa didaur ulang. Tak hanya itu, DLH juga menggelar lomba mural untuk mengapresiasikan talenta melukis anak didik yang memberikan pesan moral untuk sama-sama menjaga lingkungan.

Kepala DLH Budi Krisyanto menyampaikan, kegiatan tersebut sesuia dengan tema “Biru Langitku Hijau Bumiku”, yang berfilosofi ada semangat mewujudkan udara menjadi lebih bersih dan langit terlihat lebih biru. Begitu juga dengan Bumi Indonesia ini, semakin hijau dan gerakan penanaman semakin digencarkan dalam rangka membantu mengurangi polusi udara.

Pada kesempatan tersebut, Wawali memberikan penghargaan secara simbolis kepada tim gerakan operasi simpatik sampah, yang merupakan kegiatan pengawasan dan edukasi sosial terhadap penyimpangan perda Kota Probolinggo no. 5 tahun 2010.

Wawali berharap kedepan ada sinergitas, terutama orang tua dan guru-guru serta stakeholder termasuk penggiat lingkungan agar mendidik anak sejak dini tentang pentingnya kebersihan. “Sehingga permasalahan sampah ini bisa sama-sama kita tangani dengan baik, dan bisa dituntaskan”ungkapnya.

Selain sampah, saat ini polusi udara juga menjadi permasalahan di dunia. Untuk itu perlu diimbangi dengan menanam pohon untuk bisa menambah kapasitas reduksi polusi udara, serta tidak membuang dan membakar sampah sembarangan.

Pada tanggal 23 Juli mendatang, Kota Probolinggo mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah peringatan hari lingkungan hidup sedunia tingkat Provinsi Jawa Timur yang rencananya akan dihadiri langsung oleh Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, di UPT Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan. (Malinda/Humas)

Wawali secara resmi membuka festival lingkungan ditandai dengan pemukulan kentongan (Foto: Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)