Gubernur Respons Positif TPA Regional di Probolinggo-Lumajang 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyampaikan sambutan di peringatan Hari Lingkungan Hidup Jatim yang diselenggarakan di Kota Probolinggo, Minggu (28/7). foto-foto: Welly Sujono (humas protokol)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Usulan soal TPA (Tempat Pembuangan Akhir) regional yang meliputi wilayah kota/ kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang mendapat respons positif dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Menurutnya, tidak sekadar tempat membuang sampah tetapi ada pengelolaan sampah di kawasan tersebut menjadi energi.

Respon ini disampaikan setelah Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menyatakan usulannya terkait TPA regional. Saat peringatan Hari Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur yang dipusatkan di Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan, Kota Probolinggo, Minggu (28/7).

“Kami mencoba mengusulkan proposal kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk TPA regional di wilayah timur yang mencakup wilayah Probolinggo dan Lumajang. TPA ini menjadi langkah strategis penanganan sampah skala regional yang telah direspons positif melalui dinas terkait dan Bakorwil Jember,” kata Habib Hadi-sapaan akrabnya.

Seperti diketahui, Pemkot Probolinggo berencana memperluas sel baru di TPA seluas 4000 M2. Tetapi, perluasan itu hanya menampung sampah selama tiga tahun saja.

Beberapa solusi pun harus disiapkan mulai dari perluasan TPA, menggunakan teknologi incenerator atau TPA regional. Setiap harinya produksi sampai di kota ini sekitar 170 ton. Yang masuk ke TPA kisaran 54 ton, sisanya dikelola oleh masyarakat, daur ulang dan tidak teridentifikasi.

Khofifah menjelaskan, mengolah sampah plastik yang dinisiasi menjadi energi bisa dilakukan. Kalau akan menyiapkan sampah menjadi kompos, minyak atau energi seperti yang disampaikan Habib Hadi, penampungan pengolahan sampah di Probolinggo sampai Lumajang menjadi kebutuhan masyarakat.

“Itu kebutuhan kita. Maka, saya ingin jadi prioritas kita (pengolahan sampah regional) di dalam Indeks Kinerja Utama (IKU) RPJMD untuk indeks lingkungan hidup tahun 2019-2024. Minta tolong Pak Wali (Habib Hadi), Bu Bupati (Puput Tantriana Hasan Aminuddin) dan Pak Bupati (Thoriqul Haq) kita maksimalkan di titik mana pengolahan sampah menjadi kompos, gas atau listrik,” kata Khofifah.

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menyambut Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan.

Presiden RI telah mengeluarkan Perpres tentang Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) pada tahun 2012 lalu. Ada 12 kota di Indonesia yang ditunjuk sebagai percontohan. Gubernur menginginkan, meski Probolinggo-Lumajang tidak masuk dalam Perpres, tapi Jawa Timur punya IKU RPJMD lima tahun ke depan.

“Kami ingin kebersamaan ini bisa di-follow up di Jawa Timur sebagai referensi daerah lain di Indonesia. Mengelola sampah menjadi listrik sudah dilakukan di Jawa Timur, Surabaya sudah, Mojokerto juga sudah. Bahkan Lamongan adalah inisiator utama meskipun keberlanjutan teknologi kurang terjaga. Ada banyak investasi yang mungkin bisa kita petakan untuk mengolah sampah menjadi listrik,” ungkap ibu dengan tiga orang anak ini.

Menurutnya, baru-baru ini DPRD Provinsi Jawa Timur menyetujui Perda RUED (Rencana Umum Energi Daerah) yang tinggal menunggu persetujuan dari Kemendagri RI. Melalui perda tersebut, PLTSA dan energi non fosil, lanjut Khofifah, berharap tahun 2025 mencapai 16,8 persen untuk kategori energi non fosil. Tidak hanya sekadar kompos dan gas tapi bisa menjadi sumber listrik. Di Surabaya bisa menghasilkan 1,8 MW, sedangkan Mojokerto 7,5 MW dengan sampah plastik.

“Apa berpusat di Probolinggo atau Lumajang, yang bisa dikelola sampah jadi energi maka jadi prioritas kita semua. Apa yang disampaikan oleh panjenengan sudah saya respon langsung ya Pak Wali,” katanya kepada Habib Hadi disambut tepuk tangan mereka yang hadir.

Menanggapi hal tersebut, Habib Hadi pun siap berkoordinasi dengan Bupati Probolinggo dan Bupati Lumajang. “Lahan sudah siap, yang penting ada kesepakatan bersama tiga wilayah untuk mewujudkan apa yang diharapkan bersama,” imbuh mantan anggota DPR RI ini. (famydecta/humas)