Imbau Warga Jatim Tanam Pohon Setiap Berulang Tahun

Penanaman pohon cemara udang di gelaran Hari Lingkungan Hidup Jatim di Kota Probolinggo oleh Wali Kota Hadi Zainal Abidin dan Ketua TP PKK Aminah Hadi ZA. foto: Welly Sujono (humas dan protokol)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau warga Jawa Timur menanam dan memelihara pohon setiap merayakan ulang tahun. Karena dengan melakukannya saat bertambah usia, sama saja dengan ikut berperan menjaga lingkungan.

“Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan meminta kita melakukan penanaman dan memelihara pohon. Beliau sudah melakukan penghitungan secara scientific jika setiap warga Indonesia bisa menanam 25 pohon dan dipelihara,” ujar Khofifah.

Bagaimana cara mewujudkannya? “Setiap berulang tahun kita menanam pohon. Satu pohon ini sangat memorable dan valuable. Misalnya saat usia 17 tahun menanam, nanti bisa diingat waktu usia sekian saya menanam ini,” jawabnya.

“Semai tradisi murid di masing-masing pendidikan. Bisa hidup sehat karena mereka bersahabat dengan alam. Ada ekologi yang harus kita jaga,” imbuh gubernur.

            Beat air pollution, pengendalian polusi udara menjadi titik tekan pada Hari Lingkungan Hidup Dunia. Karena menurut WHO, setiap tahun sekitar 7 juta orang meninggal dunia karena polusi udara. 70 persen berada di Asia Pasifik. Sedangkan di Indonesia, tercatat 62 ribu penduduk meninggal karena polusi udara.

Kementerian LHK mem-breakdown, kendalikan polusi udara dengan tema “Birukan langitku, hijaukan bumiku”. Jawa Timur mengambil tema mari bersinergi wujudkan udara bebas polusi.  “Sinergikan elemen strategis di negeri ini supaya udara bebas polusi. Inilah mengapa adiwiyata menjadi penting di sekolah. Karena kepedulian lingkungan menjadi pengetahuan dasar bagi murid untuk diimplementasikan pada kehidupan sehari-hari,” katanya.

Sebagai bentuk keseriusan komitmen pengendalian lingkungan, puncak Hari Lingkungan Hidup Jawa Timur di Kota Probolinggo juga diisi kegiatan penanaman pohon cemara udang oleh Gubernur Khofifah, Pangdam V Brawijaya Mayjen Wisnoe Prasetja dan Wakapolda Jatim Brigjen Pol Toni Harmanto bersama Wali Kota Hadi Zainal Abidin beserta Ketua TP PKK Aminah Hadi ZA dan Wawali Mochammad Soufis Subri dengan Wakil Ketua TP PKK Diah Kristanti Subri.

Penanaman tersebut dilaksanakan di sisi barat Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan Kota Probolinggo, Minggu (28/7). Dan, secara kebetulan sesuai imbauan gubernur, Sabtu (27/7) istri wali kota tengah berulangtahun. “Ini sama seperti imbauan tadi ya, kan ulang tahun, jadi menanam pohon untuk merayakan ulang tahun,” celetuk Habib Hadi-sapaan akrab wali kota, ketika sedang menanam cemara udang bersama sang istri.

Sejumlah rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam rangka Hari Lingkungan Hidup. Pagi harinya dilaksanakan gerakan bersih-bersih pantai bersama pemerhati lingkungan. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan kampanye terhadap lingkungan penyadaran masyarakat dan lingkungan di pesisir pantai mangrove.

Rencananya, Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur akan menggadakan cleaning up bersama serentak di Jatim. “Untuk memotivasi kesadaran sinergi lingkungan bagi kota kabupaten mewujudkan komitmen dalam mengatasi lingkungan,” ujar Kepala DLH Jatim, Diah Susilowati.

Rangkaian kegiatan siang harinya penandatanganan 23 perusahaan dalam program adopsi sungai brantas, penyerahan penghargaan kinerja pengelolaan lingkungan terbaik, penghargaan adiwiyata, kemah hijau, pameran teknologi dan UMKM, penyerahan penghargaan Kelurahan/desa Berseri. Dua kelurahan di Kota Probolinggo berhasil meraih Kelurahan Berseri yaitu Wiroborang dan Mangunharjo. Keduanya berada di wilayah Kecamatan Mayangan.

Sebelumnya, Kota Probolinggo juga punya kegiatan bersifat edukatif. Seperti Gerakan Operasi Simpatik Sampah (GOSS), festival lingkungan, kegiatan lomba mural tingkat SMP dan SMA serta lomba fashion show daur ulang untuk masyarakat umum. Dan, kegiatan clean up di pantai Mayangan yang menghasilkan kurang lebih 300 kg sampah. “Secara konsisten kami melibatkan seluruh elemen baik unsur komunitas masyarakat dan unsur swasta selaku stakeholder,” sambung Wali Kota Habib Hadi.

Sebagai bentuk pencanangan bebas sampah plastik, Gubernur Khofifah, Pangdam, Wakapolda, Wali Kota Habib Hadi dan Aminah Hadi Zainal Abidin melakukan aksi gerakan penggunaan tumbler (tempat air minum). Pesannya, mulai saat ini bawa tumbler sendiri dari pada beli air minum kemasan yang dapat menimbulkan sampah. (famydecta/humas)