Kesenian Khas Kota Probolinggo Meriahkan Pawai Apeksi  The Art of Probolinggo to Join Apeksi Parade

image_pdfimage_print

 

 

Kota Probolinggo ikut berpartisipasi dalam Rakernas XII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Malang, 18-20/7. Wali Kota Rukmini hadir mengikuti sejumlah kegiatan dalam rangkaian rakernas antara lain welcome dinner, rakernas, pawai budaya hingga pameran dan penanaman pohon. 

Probolinggo city participated in XII Rakernas (national conference) of Indonesian City Administration Association (Apeksi) in Malang, 18-20 July. Mayor Rukmini come to attend some activities such as welcome dinner, national conference, cultural parade, exhibition and trees planting.

Tema rakernas kali ini mengangkat tema Implementasi perlindungan hukum bagi pejabat pemerintah daerah berdasarkan UU nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan nasional. Saat rakernas, hadir Ketua Dewan Pengurus APEKSI Airin Rachmi Diany, Mendagri Tjahjo Kumolo, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan pimpinan KPK Basaria Panjaitan. 

The theme for this national conference was the implementation of law protection for regional government officials, which based on law number 23 of 2014 on regional government supporting national development. The conference was attended by thhe chairman of Apeksi Airin Rachmi Diany, minister of home affairs Tjahjo Kumolo, East Java Governor Soekarwo and KPk leader Basaria Panjaitan.

Untuk pawai budaya nusantara yang digelar di sepanjang Jalan Ijen hingga Jalan Semeru, Kota Malang ini diikuti 98 daerah dari seluruh Indonesia. Berbagai budaya nusantara ditampilkan dalam pawai dan disaksikan masyarakat Bumi Arema.

Indonesian cultural parade which was held along jl. Ijen to Jl. Semeru Malang was followed by 98 contingent from all over Indonesia. Many attractions are perfomed in this parade.

Kontingen Kota Probolinggo yang berada di urutan 12 ini menampilkan Tari Re Re Re dan musik Kelabang Songo. Tari Re Re Re adalah sebuah kesenian yang mengangkat kegiatan wanita yang sedang bekerja. “Kesenian ini menggambarkan antara kerja dan doa, diiringi oleh musik Kelabang Songo sebagai kesenian khas dari Kota Probolinggo,” tutur Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Agus Efendi, di sela pawai siang itu.

The contingent of Probolinggo city was on twelveth order will performed Rerere dance and Kelabang Songo music. Rerere dance is an art showing the working women. “This art describes working and praying, accompanied by Kelabang Songo music as the typical art of Probolinggo city,” said the head of Culture and Tourism Agency of Probolinggo city, Agus Efendi.

Selain kesenian tersebut, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat dan lurah bersama Wali Kota Rukmini pun ikut pawai dengan berjalan kaki. Pawai tersebut dibuka penampilkan Amore Carnival dan Tari Topeng dari Kota Malang.

Along with the contingent, Mayor Rukmini with the head of working units and lurah join in that parade on foot. The parade was closed by performance of Amore Carnival and Topeng dance from Malang city.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.