Wakil Wali Kota Soufis Subri melepas para peserta jalan sehat. (Foto: Gentur/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

Kanigaran – Dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke- 96 Gereja Katolik Paroki Maria Bunda Karmel Probolinggo dan HUT ke- 74 Republik Indonesia, digelar jalan sehat, Minggu (4/8) pagi, di depan Gereja Katolik Bunda Karmel Probolinggo. Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri hadir dalam acara tersebut beserta istri.

Romo Paroki Maria Bunda Karmel Probolinggo, Romo Hugo Sudiyanto menjelaskan pada HUT ke- 96 Gereja Katolik Paroki Maria Bunda Karmel Probolinggo dengan mengangkat tema “Gereja Berwajah Lingkungan” dengan subtema “Berbeda Tetapi Kita Adalah Saudara”.

“Dengan tema tersebut mengingatkan kepada seluruh umat katolik untuk terlibat aktif membangun masyarakat Kota Probolinggo, sedangkan subtema berbeda tapi kita adalah saudara mengingatkan kita semua yang terdiri dari banyak suku, banyak ras dan yang jelas kita beda politik tapi kita tetap saudara,” jelas Romo Hugo.

Dalam rangka mendukung pemerintah yang dicanangkan tahun 2025 yaitu bebas dari sampah plastik, Gereja Katolik Paroki Maria Bunda Karmel Probolinggo mencanangkan gerakan menghindari kemasan plastik sekali pakai.

“Meskipun sekarang masih belum sempurna tapi kita akan memulai gerakan ini, maka mulai hari ini pertemuan-pertemuan baik tingkat lingkungan, wilayah dan paroki kita mulai dengan bebas kemasan plastik sekali pakai,” ucap Romo Hugo.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Soufis Subri menuturakan membangun Kota Probolinggo merupakan kewajiban kita bersama dan seluruh komunitas masyarakat di Kota Probolinggo. “Masyarakat merupakan energi dan bahan bakar yang sangat kami perlukan, dimana mengisi titik-titik kosong yang kita bisa bangun dan kita bisa kembangkan bersama, sehingga Kota Probolinggo menjadi kota yang maju milik bersama tanpa melihat perbedaan,” tutur Soufis Subri.

Soufis Subri juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk menyumbang pikiran dan masukan baik yang positif maupun yang keras. “Karena membangun Kota Probolinggo tidak hanya memberikan informasi yang indah-indah saja, tetapi yang kami butuhkan adalah informasi yang tidak baik, sehingga saya dan wali kota bisa mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Kota Probolinggo,” kata Soufis Subri diakhir sambutannya.

Sekitar pukul 06.00 Soufis Subri memberangkatkan sekitar 1.050 peserta jalan sehat, peserta berangkat di titik start menuju keselatan melalui Panglima Sudirman – Jalan WR Supratman – Jalan Imam Bonjol – Jalan Dr Saleh – Jalan Panglima Sudirman dan kembali ke Gereja Katolik Maria Bunda Karmel. (Soni/Humas)

A healthy walk was held in commemorating the 96th anniversary of Catholic Church Paroki Maria Bunda Karamel Probolinggo and the 74th Independence Day of the Republic of Indonesia, Sunday (4/8). It was held in front of the church with Probolinggo Vice Mayor Mochammad Soufis Subri and his wife attending the event.

Father Hugo Sudiyanto explained the theme “Environmental Church” and sub-theme “Diverse in a Brotherhood” was used in commemorating the 96th anniversary of Catholic Church Paroki Maria Bunda Karamel Probolinggo.

“The theme reminds us, the catholic people, to be actively involved in developing the city. The sub-theme explains that we, Indonesian people, have many tribes, races, but still we are brothers,” Father Hugo explained.

In supporting the government’s free of the plastic waste program in 2025, the church has launched a movement to not using disposable plastic package.

“Although it’s not quite perfect but we will start doing the movement. And, starting from now, any meetings in the environment or religious meetings we hold would not use disposable plastic package,” Father Hugo said.

Meanwhile, Vice Mayor Mochammad Soufis Subri said it is the responsibility of all Probolinggo people to develop the city. “The people are the energy and spirit we need to fill the empty void we can build and develop together so that the city could be developing without considering any differences,” Subri said.

He also asked the people to share any suggestions or criticisms to the government. “In developing the city, criticism is also quite important as an evaluation for us so that I and the mayor can realize what the people desperately need,” Subri said ending his speech.

At 6 am, Subri released 1,050 participants of the healthy walk. They were off through Jl. Panglima Sudirman – Jl. WR Supratman – Jl. Imam Bonjol – Jl. Dr. Saleh – Jl. Panglima Sudirman before going back to the church.