Gelar Lomba Desain Kapal Gili Ketapang

image_pdfimage_print

 

Kurang layaknya kondisi kapal penyebrangan pelayaran rakyat dari pelabuhan Kota Probolinggo ke Gili Ketapang mendapat perhatian dari mahasiswa ITS Surabaya. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Maritim Challenge ITS Surabaya menggelar lomba desain kapal pelayaran rakyat. Senin (24/7) mereka menggelar observasi lapangan dan presentasi dewan juri di Pelabuhan Baru Probolinggo. 

“Kapal penyebrangan menuju Gili Ketapang, desain kapalnya masih kurang layak. Dari lomba ini kami berharap hasilnya bisa direprestasikan karena selama ini kan masih tradisional,” ujar Ketua Panitia Maritim Challenge 2017 Haikal Halim. 

Lomba desain kapal pelayaran rakyat ini diikuti 24 tim, masing-masing tim terdiri 3 orang. Mereka berasal dari mahasiswa ITS, PPNS, Universitas Hang Tuah, Universitas Muhammadiyah Surabaya, STI Mandala Bandung, Poltera Madura. Usai observasi lapangan dilanjutkan ke desain, seleksi online, pembuatan maket dan presentasi pada 15 September mendatang. 

Narasumber yang presentasi dalam observasi lapangan tersebut antara lain Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, KSOP, Dishub Provinsi Jawa Timur, Kepala Dishub Kota Probolinggo dan DPD Pelra (Pelabuhan Rakyat) Jawa Timur. Hadir membuka kegiatan siang itu, Sekda dr Bambang Agus Suwignyo. 

Pembina UKM Maritim Challenge ITS Prof Daniel M Rosyid menuturkan, lomba desain ini merupakan bagian dari kegiatan Maritim Challenge. Selain di Probolinggo mereka juga menggelar kegiatan di Gili Genting, Madura. Katanya, kegiatan tahun ini fokus pada penyebrangan di Jawa Timur. 

“Tahun lalu di Pulau Bawean. Tahun ini di Gili Ketapang Probolinggo agar menjadi tujuan wisata baru. Kondisi kapal yang dipakai penumpang harusnya mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang,” ujar Prof Daniel yang juga Dekan FPK ITS ini. 

Sementara itu, Kabid Perhubungan Laut Provinsi Jawa Timur menambahkan jika potensi terjadinya kecelakaan di laut sangat besar. Oleh karena itu kondisi kapal pelayaran rakyat harus layak untuk mengangkut penumpang. “Disinilah Pemerintah Provinsi Jawa Timur ikut bertanggung jawab dengan bekerjasama dengan mahasiswa ini,” tegasnya. 

Meskipun tidak ikut punya wilayah Gili Ketapang, Kota Probolinggo yang ketempatan pelabuhannya pun sangat mendukung lomba ini. Karena kegiatan ini merupakan upaya pengembangan layanan transportasi laut khususnya jalur penyebrangan dari dan ke pulau Gili Ketapang. 

“Kami berharap akan menghasilkan rancangan desain kapal pelayaran rakyat yang memenuhi standar keselamatan pelayaran, murah biaya pembuatan kapal, nyaman bagi para penumpang. Sehingga benar-benar dapat diterapkan sebagai alat transportasi penyebrangan yang lebih baik dari sebelumnya,” tutur Sekda Bambang Agus. (famydecta/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.