Lomba Cerdas Cermat Held quiz for Students

image_pdfimage_print

 

Pemerintah Kota Probolinggo melalui Badan Kesatuan, Bangsa dan Politik menggelar lomba cerdas cermat wawasan kebangsaan tingkat SMP/ MTs Negeri/ Swasta di Kota Probolinggo, acara tersebut dibuka Wali Kota Probolinggo, dihadiri Sekda dr Bambang Agus, sejumlah pejabat, guru pendamping, peserta lomba SMP/MTs se – Kota Probolinggo, Senin (24/7) di Puri Manggala Bhakti

Probolinggo city government through National and Political Unity Agency (Bakesbangpol) held quiz for junior high school student in Probolinggo city. It is attended by mayor Rukmini, accompanied by regional secretary Bambang Agus and some officials at Puri Manggala Bhakti on Monday (24/7).

Kabid Hubungan Antar Lembaga Slamet Hariyanto menjelaskan,untuk meningkatkan pemahaman wawasan kebangsaan serta untuk memupuk rasa kesatuan dan kesatuan dalam upaya penanaman kesadaran berbangsa dan cinta tanah air seyogyanya terus dipupuk dan diperkenalkan sejak dini kepada pelajar sebagai cikal bakal penurus bangsa. 

The head of relationship among institution division, Slamet Hariyanto explained it is to comprehend the understanding of national knowledge for loving the homeland. The students should know how to do it because they are the next generation.

“Khususnya kepada anak didik pada tingkatan sekolah menengah pertama. Dimana pada usia tersebut secara psikologis merupakan kondisi rawan keterpengaruhan. Masa – masa mencari dan menentukan jari diri dengan segala dinamikanya,” ujar Slamet.

“Especially for junior high school students. It is the time where they are to find and to define their identity,” said Slamet.

Wali Kota Rukmini menyampaikan,guna memberikan penguatan moral menangkal infiltrasi (perembesan) budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai – nilai luhur Bangsa Indonesia seperti paham radikal, narkoba, dan pornografi. 

Mayor Rukmini said it takes a moral strengthening to avoid foreign culture such as radicalism, drugs and porn  which is not align with Indonesian values.

Oleh karena itu, diharapkan kerjasama dari semua pihak untuk memelihara berupa generasi muda ini dari pengaruh buruk yang dapat merusak pola pikir di masa pertumbuhannya menjadi generasi penerus bangsa. “Jangan sampai anak – anak didik kita, meniru budaya kebarat – baratan, karena kita ini adalah orang timur sehingga kita harus berbudaya,” tuturnya.

Then, it need collaboration to all parties to maintain and to avoid bad influences coming into the next generation. “Don’t let them to imitate western culture, we have our own culture,” she said.

“Dan, untuk para peserta lomba cerdas cermat saya ucapakan selamat berlomba, semoga melalui lomba cerdas cermat ini dapat membentuk kepribadiam yang utuh di kalangan pelajar dalam memahami arti wawasan kebangsaan,” sambungnya.

“Let have a nice quiz to all participants, I hope it could create a whole personal in understanding the nationality knowledge,” said her.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.