UMKM Dimotivasi Kembangkan Produknya

Suasana workshop peningkatan kualitas produk dan kemasan UMKM. (Foto: Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Sebanyak 120 orang pelaku dan pendamping UMKM di Kota Probolinggo mendapatkan motivasi menumbuhkembangkan produknya untuk menghadapi ketatnya persaingan ekonomi. Mereka diharapkan mampu menjadikan produk unggulan UMKM-nya punya ciri khas.

“UMKM harus meningkatkan kualitas dan kuantitas produk dalam menghadapi persaingan. Pembinaan, pelatihan dan fasilitas ini sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat di kelurahan dengan membuka lapangan kerja, meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” tutur Kepala DKUPP Gatot Wahyudi, dalam laporannya.

Workshop peningkatan kualitas produk dan kemasan UMKM dalam rangka menumbuhkembangkan produk unggulan daerah pada kegiatan fasilitasi pengembangan usaha mikro, Selasa (6/8), di Orin Hall Resto. Kegiatan ini diikuti 120 orang yang terdiri dari pelaku UMKM dan Kasi Pemas Kelurahan sebagai pendamping UMKM.

Menurut Gatot, permasalahan UMKM terkait persaingan usaha UMKM sehingga perlu peningkatan kualitas produk. Dengan SDM yang dimiliki UMKM, diharapkan mampu membuat inovasi berciri khas Kota Probolinggo. “UMKM termotivasi untuk berinovasi menumbuhkembangkan produknya,” kata mantan Kabag Humas dan Protokol ini.

Workshop ini mengundang tiga narasumber yang menyampaikan terkait kebijakan Pemerintah Kota Probolinggo dalam fasilitasi pengembangan UMKM oleh Kabid Eskopemsosbud Bappeda Litbang Dwi Agustin Pudji Rahayu; pemberian motivasi kepada pelaku usaha dan pendamping UMKM oleh motivator Paso Deka Dewanto; pentingnya kualitas produk dan kemasan dalam menghadapi persaingan bisnis UMKM oleh Ketua AMPUH Evita Handayani.

Berdasarkan data DKUPP setempat, per tahun 2018 terdapat 5597 pelaku UMKM yang tersebar di 29 kelurahan di 5 kecamatan. Begitu banyaknya UMKM maka seharusnya dapat memunculkan produk yang berbeda dan berciri khas sebagai bentuk identitas daerah masing-masing.

Wakil Wali Kota Probolinggo Soufis Subri melihat  produk dari UMKM (Foto: Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

UMKM Harus Jadi Raja di Kota Sendiri

Wawali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri menjelaskan, UMKM tidak boleh stagnan menjadi pemain tradisional. UMKM harus tersentuh teknologi, inovatif dan kreatif. Ia juga mengingatkan bahwa UMKM bukan hanya mereka yang berusaha di bidang kuliner, namun bidang usaha lain dengan omzet tertentu termasuk dalam UMKM.

Untuk itu, Subri-panggilan akrabnya, meminta ada validasi data UMKM di Kota Probolinggo. UMKM harus punya nilai ekonomis, daya saing dan menyerap tenaga kerja. Subri melihat UMKM di Kota Probolinggo sudah cukup bagus tapi peningkatan kualitas tidak boleh berhenti.

“UMKM harus tetap belajar secara informal atau formal. Saat ini UMKM di Kota Probolinggo belum menjadi raja di kota sendiri karena kami belum mampu menyediakan galeri UMKM. Yang secara overall menampung hasil UMKM, di-display secara layak untuk bisa dilihat oleh masyarakat,” terang Subri.

Wawali pun mengajak semua pihak untuk semakin meningkatkan peran sesuai tupoksi. “Saya ingatkan pak camat, lurah, tolong oleh-oleh harus khas Kota Probolinggo. Jangan cuma kalau datang (untuk tamu yang ke Kota Probolinggo), keluar pun oleh-olehnya harus dari Kota Probolinggo. Saya meminta komitmen seluruh stakeholder dalam rangka membantu UMKM agar jadi raja di kota sendiri,” tegas Subri yang tengah mempromosikan anggur delawar ke sejumlah tempat ketika ia melaksanakan tugas luar kota.

Ditemui usai membuka workshop, Subri menjelaskan ada beberapa titik yang sudah dibidik sebagai lokasi galeri UMKM. Pasalnya, banyak aspek yang harus diperhitungkan dan kesepakatan dalam pembangunan galeri tersebut.

Agar berdampak positif, galeri UMKM, lanjut Subri, harus berada di alur utama supaya masyarakat dari luar atau dalam Kota Probolinggo dapat melihat secara langsung. “Dengan catatan, juga tidak menganggu sekitarnya,” ujar wawali. Ia menargetkan tahun 2020 atau paling lambat tahun 2021 galeri UMKM sudah bisa dibangun. (famydecta/humas)