Komitmen Terus Berinovasi, Pemkot Probolinggo Terima Penghargaan dari LAN

Wali Kota Probolinggo Habib Hadi menerima piagam pengahargaan dari Kepala LAN Adi Suryanto, di Kantor LAN Jalan Veteran, Aula Prof Dr Agus Dwiyanto, di Jakarta. (Foto/Humas LAN)
image_pdfimage_print

JAKARTA – Pemerintah Kota Probolinggo kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Kali ini, Lembaga Administrasi Negara (LAN) menyerahkan penghargaan kepada Pemerintah Kota Probolinggo sebagai Pemerintah Daerah yang Berkomitmen Tinggi terhadap Pengelolaan Inovasi Administrasi Negara.

Piagam penghargaan diterima Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin dari Kepala LAN Adi Suryanto, di Kantor LAN Jalan Veteran, Aula Prof Dr Agus Dwiyanto, di Jakarta, Selasa (6/8).

Penghargaan ini diberikan kepada pemerintah daerah yang telah melakukan efisiensi dan efektifitas, perencanaan, penganggaran, evaluasi dan pelaporan. Artinya, setiap aktifitas pemerintah daerah ada inovasi dan implementasi yang dapat memutus mata rantai permasalahan.

“Semua dilakukan atas pendampingan dari LAN, bagaimana membuat inovasi dari isu atau permasalahan yang ada,” ujar Kepala Bappeda Litbang, Rey Suwigtyo yang mendampingi Wali Kota Hadi Zainal Abidin saat menerima penghargaan.

Hanya empat daerah yang menerima penghargaan dari LAN. Yaitu Pemerintah Kota Probolinggo, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Pati.

Pemerintah Kota Probolinggo bekerja sama dengan LAN sejak tahun 2017 lalu. Ketika kali pertama kerja sama, pemkot punya sekitar 40 inovasi. Inovasi di tahun 2017 diimplementasikan pada tahun 2018. Kemudian tahun 2018 bertambah menjadi 130 inovasi, yang dimplementasikan di tahun 2019.

Sejumlah inovasi yang sudah dibuat antara lain pengelolaan limbah tahu prona serta inovasi dari bidang kesehatan lainnya. “Inovasi yang akan dilaksanakan pada tahun 2019, program dan kegiatan disesuaikan visi misi, program prioritas kepala daerah dan tema pembangunan,” imbuh Tiyok- sapaan akrabnya.

Dengan inovasi, kata Tiyok, banyak rutinitas di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan hilang dengan sendirinya.  ASN (Aparatur Sipil Negara) dituntut terus berimprovisasi melakukan hal yang lebih cepat, terukur dan ada capaiannya. Keberadaan laboratorium inovasi daerah, secara teori dan inovasi siap untuk diimplementasikan dengan perencanaan dan penganggaran yang terukur.

Sementara itu, Wali Kota Habib Hadi menegaskan, inovasi harus menjadi bagian dari aktifitas ASN khususnya di Pemerintah Kota Probolinggo. ASN tidak boleh terjebak dalam rutinitas, tetapi ada inovasi dan implementasi.

“Selama ada masalah tentu ada inovasi, karena inovasi dapat menyelesaikan masalah. ASN harus visioner, punya keinginan, punya harapan. Jika tidak punya itu akan tergusur dengan sendirinya. ASN harus punya capaian yang ingin diimplementasikan,” ungkap Habib Hadi.

Ya, di kepemimpinan Wali Kota Habib Hadi dan Wawali Mochammad Soufis Subri punya banyak target yang ingin dicapai. Semua itu tertuang dalam visi misi RPJMD dan harus terimplementasi degan cepat .

“Kerjasama dengan LAN harus ditingkatkan. Selain laboratorium inovasi, ke depan akan ada kerjasama peningkatkan kualitas SDM di Pemerintah Kota Probolinggo,” imbuh Habib Hadi.

Politisi PKB yang punya komitmen untuk melaksanakan pemerintah sesuai RPJMD dan visi misi ini berharap, dengan keterbasan yang dimiliki suatu daerah, tetapi kepala daerah harus punya komitmen menyejahterahkan masyarakat dengan APBD tertata dan tepat sasaran.

Ketua LAN Adi Suryanto berpesan, dengan berinovasi daerah akan maju, efektif dan efisien untuk menyelesaikan masalah di daerahnya. Daerah tidak akan bisa menyelesaikan masalah dengan rutinitas saja, namun ada inovasi yang dimunculkan untuk kemudian diimplementasikan. (famydecta/humas)