Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin sebelum melakukan salat Idul Adha 1440 Hijriah di Masjid Al Mukarromah, Kelurahan Triwung Kidul. (Foto: Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KADEMANGAN–Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menggelar salat Idul Adha 1440 Hijriah di Masjid Al Mukarromah, Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Minggu pagi (11/8). Usai salat, kepala daerah Kota Probolinggo didoakan amanah dan tahan terhadap ujian yang diberikan Allah SWT.

Didampingi Pj Sekda Achmad Sudiyanto dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Wali Kota Habib Hadi tiba sekitar pukul 05.50. Masjid Al Mukarromah pun dipenuhi jamaah salat Idul Adha yang berasal dari beberapa daerah sekitar.

Usai salat, Ustad Zakki Holili, Ketua Takmir sekaligus Imam Masjid Al Mukarrohmah menyampaikan ceramahnya tentang sejarah kurban di Idul Adha. Ia menegaskan, umat Islam harus ingat bagaimana sejarah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, kala menjalani ujian dari Allah SWT.

Menurut Ustad Zakki, seperti sosok Nabi Ibrahim AS, seorang pemimpin harus tegas, jujur dan berani menolak kebijakan yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Pemimpin harus memperhatikan rakyatnya, seperti ayah yang memperhatikan anak dan keluarganya.

“Seperti pemimpin di Kota Probolinggo, Bapak Wali Kota dan Bapak Wakil Wali Kota serta masyarakat pasti akan diberi ujian oleh Allah SWT. Mari kita doakan Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota tabah, sabar dan mendapat perlindungan di dunia dan akhirat,” kata Ustad Zakki.

Wali Kota Habib Hadi dan Wawali Subri pun didoakan menjadi pimpinan yang dapat menciptakan Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur (negeri yang aman, damai, makmur yang menjadi impian semua umat). “Semoga memimpin Kota Probolinggo yang adil pada rakyat, perhatian dan diberi panjang umur,” tuturnya diamini jamaah shalat Id, pagi itu.

Wali Wali Kota Habib Hadi menyerahkan bantuan hewan kurban kepada takmir masjid.  (Foto: Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

Usai salat id, Wali Kota Habib Hadi menyerahkan bantuan hewan kurban kepada takmir masjid. Salat Id tahun ini, Habib Hadi sengaja berbagi tugas dengan Wawali Subri, berpisah tempat salat ke masjid lainnya.

“Kami sekarang di pinggiran, karena biasanya pemkot ada di pusat kota untuk menyapa masyarakat. Saya ingin mengajak, memberi contoh ke masyarakat, jika ada rezeki silahkan ikut berkurban. Mengedukasi dan mengajak silaturahmi dengan tokoh masyarakat, lebih dekat dengan masyarakat untuk memahami pembangunan kota yang lebih baik ke depan,” jelas Habib Hadi.

Wali kota pun berterimakasih kepada jamaah dan masyarakat yang mendoakan dirinya bersama wakil. “Jabatan adalah amanah, yang wajib adalah pengabdian. Amanah bukan segala-galanya tapi pengabdian adalah bentuk amanah yang kita laksanakan,” imbuhnya. (famydecta/humas)

Probolinggo Mayor Hadi Zainal Abidin conducted Eid al-Adha prayer 1440 H at Mosque Al Mukarromah, Triwung Kidul urban village, Kademangan Sub-district, Sunday (11/8). After praying, the mayor people were praying for the mayor to be trusty and can hold the test given by Allah SWT.

Accompanied by Acting Regional Secretary Achmad Sudiyanto and the heads of working units (OPD), the mayor arrived at the mosque at 5.50 am. The mosque was crowded with people from the surrounding region.

Ustad Zakki Holili, the mosque caretaker, in his speech telling about the history of Qurbani (sacrifice) in Eid al-Adha. He said firmly, Moslems have to remember the history of Prophet Ibrahim (Abraham) and Prophet Ismail (Ishmael) facing the test given by Allah SWT.

According to him, a leader must be firm, honest, and have the bravery to deny any policy violating Islam sharia, as Prophet Ibrahim was. A leader must pay attention to the people, like a father to his son and family.

“As is the leader of Probolinggo city, the mayor and vice mayor, and also the people will be tested by Allah SWT. Let us pray for the mayor and vice mayor to be tough, patient, and will get protection both in the world and afterlife,” Ustad Zakki said.

People prayed for Mayor Habib Hadi and Vice Mayor Subri to be a leader who can create ‘Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur’ (a safe, peaceful, and prosperous country which is the dream of all people). “May the mayor can be a fair and caring leader, and may long live the mayor,” he said.

The mayor then handed over qurban cattle to the mosque caretakers. In the moment of Eid al-Adha prayer this year, the mayor was on purpose sharing the duty with the vice mayor in having a prayer.

“Now, we’d love to have a prayer in the suburbs because we’d like to greet the people here. I’d also like to give the people an example to do Qurbani (sacrifice cattle). I want to be closer with the people and the public figures to develop a better city,” Habib Hadi said.

The mayor thanked the people who prayed for him and the vice mayor. “A position means a mandate, and dedication is a must. A mandate is not everything, but dedication is a mandate that needs to be done,” he added.