Bagikan Daging Hewan Kurban Pakai Besek

Warga menggunakan besek bambu untuk membungkus daging kurban yang akan dibagikan. (Foto/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KANIGARAN–Merayakan Idul Adha tanpa sampah plastik benar-benar dilakukan Wawali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri. Tidak hanya mengimbau masyarakat, Wawali Subri sendiri pun menggunakan bahan yang mudah diurai oleh alam untuk membungkus daging berupa besek bambu dan daun pisang.

Wawali Subri menyembelih hewan kurban di rumah almarhum orang tuanya, di Jalan Bisri Samsuri di Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Minggu (11/8) pagi. Penyembelihan seekor sapi berbobot hampir 850 kilogram itu disaksikan Subri bersama istri Diah Kristanti Subri, anaknya Sayidah Subri, sanak saudara dan karyawan konstruksinya.

Sebelum disembelih, Subri memegang sapi berukuran besar sambil mulutnya komat-kamit. Ia sedang berdoa. Bermunajat. “Semangat berkurban ini setiap tahun kami lakukan, di titik ini (rumah orangtuanya) sudah pasti dan disebar ke beberapa tempat. Kami ingin berbagi kepada masyarakat agar bisa menikmati bersama-sama daging kurban ini,” kata bapak satu anak ini.

Sebanyak 300 bungkus daging hewan kurban lantas disebarkan ke masyarakat sekitar. Tanpa menggunakan kantung plastik. Daging itu dibungkus besek bambu dan daun pisang.

Wakil Wali Kota Soufis Subri membagikan daging kurban yang di bungkus dengan besek bambu ke masyarakat. (Foto:Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo) 

Wawali Subri pun mengimbau, agar masyarakat juga menerapkan konsep ramah lingkungan. Masyarakat Kota Probolinggo juga harus memulai, karena instruksi dari pemerintah pusat dan implementasi Perwali No 79 tahun 2019 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik.

“Limbah plastik memang jadi masalah cukup memberatkan di berbagai daerah. Saya mengimbau warga Kota Probolinggo gunakan wadah yang mudah diurai oleh alam. Tahun ini, saya menggunakan besek dan daun pisang. Memang masyarakat belum terbiasa, tetapi apa yang jadi kewajiban kita upayakan,” jelas Subri.

Wawali pun memahami ada pro dan kontra dalam penerapan kebijakan ini. “Di awal ada penolakan tidak masalah, asal tetap konsisten demi warga kota,” katanya. (famydecta/humas)

Wakil Wali Kota Soufis Subri ikut membantu proses penyembelihan hewan kurban. (Foto: Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)