SMPN 7 Kota Probolinggo Gelar Tasyakuran Adiwiyata

image_pdfimage_print

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 7 Kota Probolinggo menggelar tasyakuran atas diraihnya Penghargaan Adiwiyata Mandiri 2017 di Halaman SMP Negeri 7 Kota Probolinggo, Sabtu (5/8). Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Rukmini, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Achmad Sudiyanto, serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Penganugerahan Adiwiyata Mandiri tahun 2017, di serahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar kepada Wali Kota Rukmini di Gedung Manggala Wanabhakti Kementerian Lingkungan Hidup, 2 agustus lalu.

Selain SMP Negeri 7 Kota Probolinggo, penghargaan adiwiyata mandiri tahun 2017 diberikan kepada 3 sekolah lainnya di Kota Probolinggo. Di antaranya SD Negeri Sukabumi 2, SD Negeri Kedung Asem 4,  serta Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 kota Probolinggo.

Sudarmanto mengakui bahwa kesadaran untuk mewujudkan sekolah Adiwiyata dimulai sejak 2005. “SMPN 7 sudah mulai peduli dengan Adiwiyata sejak tahun 2005. Baru tahun 2007 kita raih juara dua Adiwiyata Mandiri. Tahun 2014 kami raih Adiwiyata mandiri Nasional, serta tahun ini kami kembali meraihnya,” ujar Kepala SMPN 7 Kota Probolinggo itu. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada tim adiwiyata sekolah serta siswa-siswa kader lingkungan.

”Prestasi ini peran dari para kepala sekolah sebelum saya menjabat yang telah memberikan dukungan kepada SMP Negeri 7 Kota Probolinggo, dalam membudayakan dan melestarikan lingkungan. Saya berharap khususnya kepada sekolah imbas (sekolah sekitarnya) untuk lebih meningkatkan prestasinya menuju adiwiyata mandiri. Kami akan berupaya untuk mempertahankan Adiwiyata mandiri ini,” lanjutnya.   

Wali Kota berharap SMPN 7 Kota Probolinggo mampu mempertahankan prestasinya. “Penghargaan ini hasil kerja sama dan kerja keras dari tim adiwiyata, guru, dan para siswa. Kita tingkatkan standart capaian kita, agar kita mampu mempertahankan prestasi ini. Kepedulian terhadap lingkungan harus diterapkan sejak dini. Dengan terciptanya lingkungaan bersih, akan menunjang proses belajar mengajar di sekolah. Kesadaran masyarakat untuk  tidak membuang sampah di sungai dan menjaga kebersihan lingkungan harus segera tercipta, agar Kota Probolinggo semakin nyaman untuk ditinggali,” ujarnya. (Noviati/Humas)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.