Penataan Hukum Lingkungan Pabrik Tahu

image_pdfimage_print

Berawal dari protes warga terhadap air limbah pabrik tahu  Asri yang dibuang ke sungai, Wali Kota Probolinggo, Rukmini meninjau lokasi pada Selasa (8/8). Wali Kota juga terlihat menutup hidung, karena bau yang ditimbulkan buangan limbah tersebut ternyata memang tidak sedap.  Pabrik Tahu Asri tersebut berlokasi di Jl Sutami No 17 Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo.

Pabrik Tahu yang berdiri sejak 2014 itu, dimiliki oleh Ahmad Solihin. Setiap harinya, mereka memproses 1 ton kedelai dengan dibantu oleh 30 orang karyawan. Sayangnya, limbah hasil proses pembuatan tahu itu, mereka buang ke sungai. Hal tersebut diperparah karena aliran sungai yang tidak lancar, sehingga endapan limbah tersebut menimbulkan bau yang menyengat. 

Ahmad Solihin menjelaskan dulunya pabrik ini hanya memproduksi 4 kwintal perhari. Ia juga menginformasikan bahwa pihaknya telah memiliki IPAL (Instalasi Pembuangan Air Limbah)sederhana. “Kelebihan dari IPAL,  pembuangannya masih dialirkan ke sungai. Kami kewalahan setelah produksi bertambah. Ternyata air sungai tidak mengalir lagi, dan menimbulkan bau tak sedap,” terangnya.

 

DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kota Probolinggo sudah memberikan peringatan dan memberikan solusi agar air limbah tahu tersebut tidak lagi dibuang di sungai. DLH menyarankan pabrik tahu ASRI  membuat IPAL yang lebih besar yang selanjutnya bisa digunakan sebagai biogas. “Kami sudah buat IPALnya, tinggal menutupnya saja, maklum karena dana yang minim jadi kami berproses sedikit demi sedikit memperbaiki pabrik ini,” imbuh Ahmad Solihin.

Wali Kota juga menyarankan agar pemilik pabrik untuk terus berkoordisasi dengan DLH guna memperbaiki sistem pembuangan limbah. “Jangan dibuang di sungai lagi, selain tidak ramah lingkungan, kebersihan harus menjadi faktor utama dalam memproduksi makanan,” saran Rukmini. (Malinda/humas)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.