Doa Lintas Agama Untuk Pahlawan Kemerdekaan RI

Wawali Mochammad Soufis Subri saat menyampaikan sambutan sebelum dimulainya doa lintas agama jelang peringatan Kemerdekaan RI, di Taman Makam Pahlawan, Jumat (16/8) malam. foto-foto: Rizal Al Karimi (humas dan protokol)
image_pdfimage_print

KANIGARAN – Ada yang tak biasa di Taman Makam Pahlawan Kota Probolinggo, Jumat (16/8) malam. Beberapa jam sebelum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, untuk kali pertama dilaksanakan doa lintas agama oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) setempat.

Dipimpin oleh Wawali Mochammad Soufis Subri didampingi Asisten Administrasi Umum Budiono Wirawan dan Kepala Bakesbangpol Linmas Teguh Bagus Sujarwanto, serta Ketua FKUB Abdul Halim, pelaksanaan doa bersama ini berlangsung khidmat. Semua perwakilan FKUB hadir melaksanakan doa sesuai keyakinan masing-masing.

Doa lintas agama yang dilaksanakan secara khusyu di Taman Makan Pahlawan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)

Doa kali pertama dari umat Budha yang dilakukan oleh Ervan Sutjianto, pengurus Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Sumber Naga. Dilanjutkan doa agama Hindu oleh Prabu, kemudian agama Kristen dipimpin doa Pendeta Patria Yusak. Lalu agama Katolik oleh Romo Hugo Susdiyanto, dan agama Islam oleh Kiai Muhtarom.

Doa lintas agama yang dimunajatkan menjelang Kemerdekaan Republik Indonesia, untuk para pahlawan yang telah gugur dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia kala itu. Mereka juga berdoa untuk Indonesia dan Kota Probolinggo agar terhindar dari bencana, bahaya, perpecahan. “Semoga menjadi negara yang damai, makmur sejahtera,” ujar Ervan, dalam doanya.

Kegiatan doa lintas agama yang merangkul FKUB ini sesuai arahan Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, untuk bersama-sama semua umat beragama dari berbagai unsur ikut berdoa untuk para pahlawan.

“Kami berharap, tradisi yang insyaallah baik ini dapat dilaksanakan terus menerus. Kita berdoa bersama-sama, saling bersilaturahmi mendekatkan diri mendoakan pahlawan tanpa ada tendensi politik atau apapun,” tegas Wawali Subri, saat membuka kegiatan malam itu.

Mewakili Pemerintah Kota Probolinggo, Subri mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh anggota dan pengurus FKUB. “Yang telah berkontribusi untuk mendoakan arwah pejuang yang mendahului kota. Karena para pemuka dari agama apapun juga gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia,” imbuhnya.

Melalui doa-doa yang dipanjatkan, diharapkan perjalanan bangsa dan negara yang berumur 74 tahun lebih aman, tentram dan kondusif. Untuk Kota Probolinggo menjadi lebih baik lagi.

“Mulai saat ini, di periode kami (Wali Kota Habib Hadi- Wawali Subri) seluruh agama di Kota Probolinggo mari lebih aktif untuk berkontribusi membangun Kota Probolinggo tercinta,” pinta wawali kepada para undangan yang hadir. (famydecta/humas)

Bersama Pemerintah Kota Probolinggo, FKUB diharapkan bisa lebih aktif berkontribusi untuk membangun kota yang lebih baik sesuai visi misi kepala daerah.