Wali Kota Evaluasi Kinerja OPD

image_pdfimage_print

Selasa, (8/8) Wali Kota Rukmini menggelar rapat terbatas dengan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Puri Manggala Bhakti. Dalam kesempatan itu, hadir Sekretaris Daerah, Assisten Sekretariat Daerah, Staf Ahli Wali Kota, serta seluruh Kepala OPD. Dalam kesempatan itu, Wali Kota mengevaluasi kinerja OPD berdasarkan hasil SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinertja Instansi Pemerintah) tahun 2016 yang dikeluarkan oleh Inspektorat Kota Probolinggo. 

Dari hasil evaluasi Inspektorat, Wali Kota menginformasikan baru 6 OPD yang mendapatkan penilaian kategori BB. “Baru enam yang dapat BB, ada Dispenduk Capil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil), DKUPP (Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan), Dinas Perikanan, Bappeda dan Litbang, DLH (Dinas Lingkungan Hidup), serta Bagian Organisasi. Yang lain itu segera melakukan perbaikan-perbaikan kinerja agar bisa dinilai akuntable,” Ujar Rukmini. 

Rukmini juga menyayangkan masih ada OPD yang mendapat nilai C. “Ada yang dapat nilai C. Kenapa bisa seperti itu, tolong diperhatikan. Jangan sampai tahun 2017 masih dapat nilai C. ini ada satu Bagian di Sekretariat Daerah yang dapat C,” harap Wali Kota.

Selain soal SAKIP, Wali Kota juga menyoroti utang pasien di RSUD dr. Mohamad Saleh yang mencapai Rp. 700 juta. “Kita tidak bisa menolak pasien yang datang. Ternyata sudah ada Rp. 700 juta hutang pasien dari luar Kota Probolinggo. Tolong itu ditindaklanjuti. Sampaikan ke Pemerintah Derahnya. Kalau bisa bikin MoU (kesepahaman) dengan Pemerintah Daerahnya. Bagaimana caranya, uang Rp 700 juta itu kembali ke Kas Daerah,” tegas Rukmini. 

Terkait dengan infrastruktur, Rukmini menyoroti aspal Jl. Brantas yang kembali rusak. “Kenapa hotmix bisa pecah? Apakah itu tanah gerak? Kalau itu masih dalam tahap perawatan, tolong tanyakan ke kontraktornya, kalau bisa komplain saja,” tanya Rukmini. 

Menjawab pertanyaan Wali Kota, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Probolinggo, Amin Fredy menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengambil sample jalan. “ Masa pemeliharaan sudah habis. Kami telah mengambil sample hotmix. Ternyata minyak aspal antara lapisan lama dan baru itu kurang tebal. Itu yang menyebabkan aspal mudah lepas. Namun kami telah mengupayakan untuk perbaikan melalui swa kelola,” jawab Amin. 

Wali Kota juga mengingatkan kepada kepala OPD untuk jujur. “ Dari semua pembahasan tadi, ada yang lebih penting. Revolusi mental. Kepala OPD khususnya yang tekhnis supaya diingat bahwa kejujuran nomor satu. Jangan ada kepala OPD yang tidak singkron dengan anak buah. OPD itu teamwork. Jangan ada Kepala yang tidak tahu menahu soal pekerjaan anak buah, apalagi diktator kepada anak buahnya,” ujar Rukmini. (abdurhamzah/humas)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.