Subri Inginkan Peningkatan Pendidikan Aparatur

Wakol Wali Kota saat memberikan sambutan upacara proklamasi kemerdekaan ke 74 Republik Indonesia. (Foto: Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KANIGARAN. Wakil Wali Kota Probolinggo, Mochammad Soufis Subri meminta para pegawai Pemerintah Kota Probolinggo untuk lebih peduli dengan pendidikan. Menurutnya, Pemerintah Kota Probolinggo membutuhkan sumber daya manusia (SDM) dengan kualifikasi khusus di bidang-bidang tertentu. Keberadaan SDM ini diharapkan menjadi solusi bagi setiap permasalahan yang dihadapi Pemerintah Kota Probolinggo.

Permintaan tersebut disampaikan Subri saat menjadi inspektur upacara proklamasi kemerdekaan ke 74 Republik Indonesia, Sabtu pagi (17/8) di halaman kantor Wali Kota Probolinggo. Secara khusus, Subri juga meminta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk memperhatikan hal ini.

“Sesuai dengan tema peringatan ulang tahun ke 74 Republik Indonesia tahun 2019 ini, yaitu SDM Unggul Indonesia Maju, peningkatan kualitas SDM adalah sebuah keniscayaan. Untuk itu, kami telah mengupayan anak-anak kota probolinggo mendapatkan haknya untuk menikmati pendidikan gratis tingkat SD dan SMP di Kota Probolinggo,” ujar Subri.

“Untuk kalangan ASN, Tenaga Honorer, dan Pegawai Tidak Tepat (PTT) kami berharap bapak-ibu sekalian memperhatikan peningkatan pendidikan. Bagi yang masih SMA, saya harap untuk melanjutkan ke tingkat sarjana strata satu, bagi yang sudah S1, silahkan bapak ibu untuk melanjutkan ke jenjang S2. Yang sudah S2 kalau masih punya kesempatan silahkan melanjutkan ke jenjang s3,” tambah Subri.

“Khusus peningkatan pendidikan pegawai ini, saya harap kepala BKPSDM mendorong para pegawai untuk meningkatkan jenjang pendidikannya. Berikan kemudahan bagi pegawai untuk kuliah. Saat ini kita sudah menjalin kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi dan universitas. Sudah banyak pegawai kita yang kuliah melanjutkan pendidikannya. Saya pribadi sangat mengapresiasi semangat bapak ibu untuk kuliah lagi seperti ini,” harap Wakil Wali Kota.

Proses pengibaran bendera merah putih upacara proklamasi kemerdekaan ke 74 Republik Indonesia. (Foto/Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo) 

Wakil Wali Kota juga meminta ada perjanjian bagi setiap ASN yang dikirim tugas belajar. Hal ini untuk memastikan ASN kembali bertugas di Kota Probolinggo setelah menyelesaikan pendidikannya.

“Khusus bagi ASN, saya minta kepada Kepala BKPSDM untuk memberikan peluang kepada mereka meningkatkan jenjang pendidikannnya melalui jalur-jalur beasiswa terutama yang dari kementerian. Harus kita dorong ini, karena pemerintah Kota Probolinggo membutuhkan SDM yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidangnya masing-masing. Kita butuh orang yang mampu mengendalikan sampah, sehingga harus kita carikan pendidikan bagi ASN untuk urusan ini. Kita membutuhkan peningkatan promosi daerah, sehingga kita butuh SDM yang memiliki pendidikan yang dengan kualifikasi tersebut. Kita butuh dokter-dokter spesialis untuk mendukung kinerja dari RSUD, sehingga kita membutuhkan SDM dokter yang memiliki spesialisasi tertentu yang belum kita miliki,” pinta Subri.

“Yang pasti, sebelum para ASN ini diberangkatkan dan diberikan izin untuk tugas belajar, harus ada perjanjian tertulis. Setelah lulus dari kuliah, mereka harus kembali mengabdi di pemerintah Kota Probolinggo minimal dalam kurun waktu 10 tahun. Jika tidak, seperti yang sudah-sudah, kita beri izin tugas belajar, setelah lulus mereka memilih daerah lain, terutama di kota-kota besar. Ini jelas sebuah tindakan yang tidak patut,” pungkasnya. (Abdurhamzah/humas)

Para peserta upacara proklamasi kemerdekaan ke 74 Republik Indonesia. (Foto:Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)