MEMBANGUN BERSAMA RAKYAT: Wali Kota Hadi Zainal Abidin; Wawali MOch Soufis Subri dan Sekda Kota Probolinggo Achmad Sudianto berpose bareng komunitas usai upacara HUT Kemerdekaan RI. (Rizal Al Karimi/ Humas Pemkot Probolinggo)
image_pdfimage_print

MAYANGAN –Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus tepat pukul 10.00 di Alun-alun Kota Probolinggo, begitu berwarna. Bagaimana tidak, selain unsur aparatur sipil negara (ASN), TNI dan Polri, juga ada puluhan komunitas ikut dalam upacara tersebut.

INSPEKTUR UPACARA: Wali Kota Hadi Zainal Abidin bertindak sebagai inspektur upacara. (Rizal Al Karimi/ Humas Pemkot Probolinggo)

Inspektur Upacaranya adalah Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin. Sedangkan pembaca teks proklamasi oleh Ketua DPRD Agus Rudianto Ghaffur. Nampak juga wakil wali kota Moch Soufis Subri.

LANCAR: Suasana pengibaran bendera di upara HUT RI. (Rizal Al Karimi/ Humas)

Tim paskibraka melakukan pengibaran bendera secara mulus. Tidak ada kendala selama pengibaran berlangsung. Semua peserta upacara begitu khidmat.

Beberapa komunitas yang ikut upacara antara lain masyarakat difable, difable motorcycle Indonesia, nelayan, papesa (paguyuban peduli sampah), IKL Nusantara, Kicau Mania, Slanker, Vespa, Komunitas Reptil, Fotografi, IMP dan komunitas bikers lainnya.

Alhamdulillah, kami sangat senang sekali bisa terlibat dan diajak oleh Bapak Wali Kota. Kami pun merasa bangga bisa ikut upacara secara langsung. Karena sebelumnya memang kami belum pernah ikut upacara 17 Agustus,” kata Nur Ahmad, warga Kebonsari Kulon, yang berharap keikutsertaan komunitas menjadi agenda rutin setiap tahunnya.

Menurut Wali Kota Habib Hadi, keterlibatan komunitas dalam upacara menunjukkan bahwasanya Kota Probolinggo walaupun berbeda-beda komunitas tetap menunjukkan cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami berkumpul melaksanakan upacara. Kami bersatu, menyatukan kekuatan untuk membangun Kota Probolinggo ke depan. Alhamdulillah, antuasias komunitas ini membuat saya bangga,” kata Habib Hadi.

Dengan dilibatkannya komunitas di kegiatan Pemerintah Kota Probolinggo, membuat komunitas merasa diperhatikan dan memiliki tempat serta peran dalam pembangunan kota. “Kalau diajak diskusi pun, mereka bisa,” sambungnya.

POTONG TUMPENG: Wali Kota Hadi Zainal Abidin memotong tumpeng usai upacara HUT kemerdekaan RI. (Rizal Al Karimi/ Humas Pemkot Probolinggo)

Wali kota menekankan, semua elemen yang ada di Kota Probolinggo tidak boleh ada perbedaan dalam kemerdekaan. Karena kemerdekaan adalah hak setiap anak bangsa yang harus dijaga. Ia tidak menginginkan ada perpecahan dan memunculkan permusuhan.

Sesuai tema SDM Unggul Indonesia Maju, Habib Hadi ingin menunjukkan bahwa Kota Probolinggo tidak ada perpecahan. “Kebersamaan ini bentuk utama Kota Probolinggo punya SDM yang baik, bertoleransi. Melihat komunitas yang hadir mewujudkan visi kami yaitu membangun bersama rakyat,” jelasnya.

Usai upacara detik-detik, wali kota mendatangi satu per satu komunitas yang tersebar di Alun-alun. Ia menjabat tangan dan tak segan berfoto dengan ratusan anggota komunitas. Acara siang itu, ditutup dengan tasyakuran pemotongan tumpeng bersama Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal. (famydecta/humas)

The ceremony of Independence Proclamation of the Republic of Indonesia on August 17th at 10 am was colorful. Not only civil servants, army forces, and police units, but tens of communities also attended the ceremony held at the city square.

Probolinggo mayor Habib Hadi Zainal Abidin was the inspector. Meanwhile, the proclamation text reader was Regional House of Representatives (DPRD) Speaker Agus Rudianto Ghaffur. Vice Mayor Moch Soufis Subri was also seen in the ceremony.

The Flag Hoisting Team did their duties successfully. There were no obstacles in hoisting the flag.

Several communities attending the ceremony were disabled community, disabled motorists, fishermen, waste care association, IKL Nusantara, Bird lovers, Slankers, Vespa scooter community, reptile lovers, photography, IMP, and other bikers communities. 

“Thank God. It’s a pleasure to be involved, invited by the mayor. We’re proud to be here in the ceremony because we haven’t had participated in the ceremony commemorating the Independence Day,” one of Kebonsari Kulon urban village residents, Nur Ahmad said.

According to Mayor Habib Hadi, the community involvement in the ceremony shows that the city has applied the national motto ‘Unity in Diversity’.

“We are gathered to do the ceremony. We are one, synchronizing to develop Probolinggo city. Thank God, the enthusiasm of the community makes me proud, ” Habib Hadi said.

This has made the communities felt to have a place and role in city development. “We can also have a discussion with them,” he added.

The mayor emphasized all elements in the city that there is no difference in independence because it is the right of all people that needs to be maintained. He doesn’t want any splits and raising any hostility.

As the message delivered in the theme “Excellent Human Capital for Advanced Indonesia”, the mayor wants to show that the city is united. “This togetherness shows the city has good and tolerant human capital. The involvement of the communities has materialized our vision to develop the city together with the people,” he explained.

After having the ceremony, the mayor greeted the communities one to another. He shook their hands and took pictures with the hundreds of members of the communities.