383 Warga Binaan Lapas Dapat Remisi, 14 Bebas

Wali Kota Habib Hadi bersama Wawali Subri dan Kepala Lapas Edi Mulyono melihat aktifitas pelatihan batik yang dilakukan puluhan warga binaan. (Foto : Agus/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Sebanyak 383 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIb Probolinggo mendapatkan remisi umum dalam rangka HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 tahun 2019. 14 diantaranya, langsung menghirup udara bebas hari ini, Sabtu (17/8).

Informasi itu disampaikan Kepala Lapas Kelas IIb Probolinggo Edi Mulyono, saat acara pemberian remisi umum oleh Wali Kota Probolinggo Habib Hadi kepada narapidana. Hadir dalam kegiatan tersebut Wawali Mochammad Soufis Subri, perwakilan Forpimda, Pj Sekda Achmad Sudiyanto dan Ketua MUI Kiai Nizar Irsyad serta sejumlah undangan.

Pada kesempatan itu, Kepala Lapas Edi Mulyono menyatakan, di Lapas Probolinggo ini kapasitasnya 265 orang. Namun per 17 Agustus, kapasitas Lapas sangat overload yakni berisi 624 orang. Kasus yang mendominasi warga binaan antara lain narkoba 52,3 persen; penyalahgunaan obat-obatan 21,3 persen; pencurian dan kekerasan 10,2 persen dan sisanya berbagai kasus kriminal lain.

“Lapas IIb Probolinggo juga mempunyai inovasi menggandeng MUI, Kemenag dan Yayasan Al Falah dengan mendirikan pondok pesantren pembelajaran kitab untuk bekal kepribadian,” ujar Edi.

Wali Kota Habib Hadi ikut latihan membatik bersama warga lapas. (Foto: Agus/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
Wakil Wali Kota Soufis Subri ikut latihan membatik bersama warga lapas. (Foto: Agus/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

Sedangkan untuk kemandirian warna binaan, lapas telah bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja setempat untuk sejumlah pelatihan. Misalnya, pelatihan listrik, membatik, las dan kerajinan tangan.

Bahkan untuk meningkatkan pelayanan publik, lapas pun punya sel service yang merekam sidik jari warga binaan. Edi pun berencana menggandeng Pemerintah Kota Probolinggo, Polri dan Kejaksaan untuk membuat criminal justice system.

“Semacam pusat layanan terintegrasi dengan kepolsiian, kejaksaan dan pengadilan untuk kepentingan masyarakat,” katanya kepada wali kota dan undangan yang hadir di Aula Dr Sahardjo.

Sementara itu, Wali Kota Habib Hadi memaknai proklamasi kemerdekaan adalah suatu pernyataan bahwa bangsa Indonesia berhasil dari belenggu penjajah, bebas dan merdeka. Meski pun ada dibalik jeruji besi, wali kota berharap warga binaan tidak berkecil hati. Ada banyak potensi yang bisa dikembangkan oleh warga binaan untuk mengisi waktu.

“Jangan berkecil hati. Masih banyak yang menunggu anda semua di rumah. Ada keluarga, anak, istri, saudara. Masih banyak orang yang mencintai dan berharap bisa berkumpul kembali,” tutur Habib Hadi.

“Tapi tentunya keteduhan dan keimanan yang harus dikuatkan dan mengambil hikmah apa yang bisa dipetik selama menjadi warga binaan. Yang bebas, harus punya niatan dalam hati merubah diri lebih baik demi keluarga kita dan bangsa,” pesannya.

Wali Kota Habib Hadi secara simbolis menyerahkan SK remisi dan sertifikat pelatihan listrik kepada warga binaan. Orang nomor satu di Kota Probolinggo ini juga mendapat cinderamata karya warga binaan berupa lukisan dan karikatur bergambar dirinya.

Bersama Wawali Subri dan Kepala Lapas Edi Mulyono, Habib Hadi pun melihat aktifitas pelatihan batik yang diikuti puluhan warga binaan. Habib Hadi dan Subri juga sempat mencoba menggunakan canting untuk membatik di selembar kain putih. Ia juga melihat banyak hasil karya warga binaan yang sangat layak jual. (famydecta/humas)

Wali Kota Habib Hadi menyapa para warga lapas. (Foto: Agus/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)