Piala WTN Kencana untuk Kota Probolinggo “Probolinggo City Got WTN Kencana Award”

image_pdfimage_print

Jakarta – Setelah lima tahun berturut-turut meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN), di tahun 2014 Kota Probolinggo akhirnya meraih WTN Kencana. Penghargaan ini diberikan atas kemampuan provinsi dan daerah dalam melakukan sistem transportasi perkotaan yang dibutuhkan masyarakat.

After five consecutive years receiving Wahana Tata Nugraha (WTN) award, in 2014, Probolinggo City finally got WTN Kencana award. This award is given based on the ability of provincial and regional government to manage the urban transportation system needed by society.

                “Pemerintah provinsi atau kota dan kabupaten yang menerima WTN ini sudah secara cerdas dan tanggap dalam penyelenggaraan transportasi yang mendukung pembangunan nasional. Penerima WTN sudah melaksanakan sistem transportasi perkotaan sehingga terwujud transportasi yang tertib, aman, efisien, berkelanjutan dan mengedepankan hak pengguna jalan,” terang Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Suroyo.

                “The provincial and regional government who received the award has cleverly responded on the implementation of transportation supporting the national development. They have implemented an urban transportation system to realize an order, safe, efficient, and sustainable transportation and made the rights of road users as priority,” said the Director General for Land Transportation of Ministry of Transportation, Suroyo.

                Walikota Probolinggo Rukmini menerima penghargaan WTN Kencana dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang diserahkan oleh Menteri Perhubungan RI EE Mangindaan di Smesco Convention Center                 JL Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (10/9). Penyerahan ini bersamaan dengan pembukaan pameran transportasi Indonesia tahun 2014 di yang digelar di Smesco.

                Probolinggo Mayor Rukmini received WTN Kencana award from the President of the Republic of Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono which was represented by the Minister of Trasnportation of the Republic of Indonesia, EE Mangindaan at SMESCO Convention Center, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, last Wednesday (10/9). The ceremony was simultaneously held with the opening of Indonesia Transport Exhibition 2014 at SMESCO.

                Penilaian WTN sesuai dengan SK Menhub KP 747 tahun 2014 tentang penetapan kota/kabupaten dan provinsi sebagai penerima penghargaan WTN 2014. Se-Indonesia hanya dua daerah yang mendapat WTN Kencana kategori kota sedang, yaitu Kota Probolinggo dan Kota Madiun. Sedangkan Provinsi Jawa Timur meraih penghargaan WTN Wiratama.

                The assessment of the award was based on the Decree of Transportation Minister KP 747 of 2014 on The Enactment of City/Regency and Province as the WTN 2014 Award Recipients. Of all regions in Indonesia, there are only two regions who received WTN Kencana in the medium city category which are Probolinggo City and Madiun City. Meanwhile, East Java Province received WTN Wiratama award.

                Selain plakat dan piala WTN, Kementerian Perhubungan juga menyerahkan penghargaan antara lain awak kendaraan umum teladan, pemberdayaan masyarakat peduli keselamatan, penguji kendaraan bermotor teladan, pelayanan angkutan penyebrangan terbaik, pelayanan terbaik perusahaan angkutan.

                Besides plaque and WTN trophy, the Ministry of Transportation has given other awards such as the role model of public transportation crew, empowerment of concerned society for safety, role model of motor vehicle examiner, the best service of ferryboat transport, the best service of transport company.

                Dirjen Perhubungan Darat menyatakan, pemerintah provinsi harus melakukan pembinaan sistem transportasi di kota dan kabupaten. “Penghargaan ini bukan tujuan akhir pemerintah kota dan kabupaten tetapi sebagai jembatan menuju transportasi perkotaan yang efisien dan efektif di masa mendatang,” terangnya Suroyo.

                The Director General for Land Transportation stated that provincial government should develop the transportation system in cities and regencies. “This award is not the final goal of city and regency government but is as a bridge to build efficient and effective urban transportation in the future,” said Suroyo.

                Mewakili penerima penghargaan, Gubernur Jawa Timur Soekarwo menegaskan program ini (WTN) sangat penting bagi masyarakat untuk memenuhi pelayanan dasar berupa transportasi disamping kebutuhan yang mendasar lainnya. Kompetisi semacam ini, kata Pakde Karwo, merupakan hal yang bagus sekali karena dirasakan langsung oleh masyarakat.

                Representing the award recipient, Governor of East Java Soekarwo stated that the program (WTN) is very essential to society to fulfill the basic services of transportation among other services. A competition alike, said Karwo, is great because it can give good effect to them.

                “Transportasi yang baik akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Saya mewakili penerima penghargaan yang lain berharap agar program ini tetap diteruskan pada kepemimpinan presiden yang baru atau menteri baru,” tutur Pakde.

                “A good transportation would be well used by society. I represent the other award recipient hopes that the program keeps to be continued by the next president or minister,” he said.

                Harapan Pakde Karwo pun disambut positif Menteri Perhubungan EE Mangindaan. “Insyaallah akan diteruskan oleh pengganti saya,” harap menteri saat sambutan. Menurutnya, WTN merupakan penilaian kinerja dari pemerintah provinsi dan daerah sejauh mana mengelola sistem transportasi di daerahnya. Untuk penyelarasan sistem transportasi, Menteri berencana membukukan program para penerima penghargaan agar ditiru oleh daerah lain sehingga semua daerah bisa maju bersama.

                His expectation is positively responded by the Minister for Transportation EE Mangindaan. “Insyaallah (if God wills) it would be continued by my successor,” expect the minister in his speech. According to him, WTN is an assessment of provincial and regional government performance to find out their management of transportation system. In order to make the transportation system on the same page, the minister has a plan to post the award recipient (region) to be the role model for other regions.

“Penilaian ini membutuhkan sosialisasi di daerah-daerah karena perhatian provinsi (terhadap WTN) berbeda satu sama lain. Saya ingin semua provinsi perhatian atas penyediaan sistem transportasi ini. Semoga penghargaan yang diberikan ada makna tersendiri. Mohon kepada penerima penghargaan untuk saling meningkatkan konsep menata transportasi antara wilayah satu dengan yang lain dapat bersatu padu untuk transportasi nasional. Termasuk, bagaimana menata jumlah kendaraan bermotor yang semakin banyak,” terang EE Mangindaan, siang itu.

“The assessment requires a dissemination to regions since the attention of each province towards WTN is different. I want that all provinces have their attention on the provision of transportation system. Hopefully, the award will give them the real meaning of transportation. I expect the award recipient to increase the concept of managing inter-region transportation to have a good national transportation. It included on how to manage the increasing number of motor vehicles,” said EE Mangindaan, that noon.

Walikota Probolinggo Rukmini, saat ditemui usai menerima penghargaan mengatakan prestasi yang dimiliki Kota Probolinggo di bidang transportasi ini sangat membanggakan. “Alhamdulillah WTN Kencana akhirnya berhasil diperoleh. Penghargaan ini milik seluruh masyarakat Kota Probolinggo. Penghargaan ini berarti sistem transportasi kita dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” katanya.

Probolinggo Mayor Rukmini, met right after receiving the award said that the achievement of the city on transportation is giving rise to pride. “Praise be to God, we finally got WTN Kencana. It belongs to all Probolinggo citizens. The award gives us understanding that our transportation system is used well by the society,” she said.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Iwan Setyawan menambahkan, WTN Kencana ini tidak datang begitu saja. “Mendapatkannya tidak secara instan. Perlu upaya dan kerjasama yang baik antara masing-masing instansi baik Pemkot Probolinggo dan Polresta untuk bersama-sama menciptakan Kota Probolinggo sebagai kota yang minim kecelakaan,” ujarnya. Ia pun mengajak masyarakat meningkatkan lagi kesadaran dan komitmen untuk mempertahankan prestasi dan keselamatan di jalan. (fa)

The head for Regional Police Unit, AKBP Iwan Setyawan added that WTN Kencana could not be earned that easy. “We can’t get it in an instant way. It needs good efforts and cooperation between the government of Probolinggo City and the Regional Police Unit of Probolinggo City to realize a safe city with minimum rate of accident,” he said. He even appeals the society to increase their awareness and commitment to maintain the achievement and to do safe riding.

Leave a Reply

Your email address will not be published.