Wali Kota Habib Hadi meresmikan pembentukan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Probolinggo Ghost Rider Indonesia (GRI) dengan ditandai pemotongan tumpeng, sekaligus pemberian santunan kepada anak yatim piatu. (Foto:Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo
image_pdfimage_print

Mayangan- Tidak ada salahnya jika sebagian masyarakat kita masih memandang komunitas sepeda motor (biker) dengan sebelah mata. Hal ini bisa kita lihat dari banyaknya oknum-oknum komunitas ini yang terlihat ugal-ugalan bahkan cenderung berlaku kriminal. Masyarakat kemudian melabeli mereka sebagai geng motor.

Untuk mengikis stigma negatif komunitas ini, Ghost Rider Indonesia (GRI) membentuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Probolinggo. Peresmiannya dilakukan pada Minggu (18/8), Museum Probolinggo. Selain itu, dalam pesermian ini juga dilaksanakan pemberian santunan kepada anak yatim piatu.

Edi Sugiarto Pembina GRI Probolinggo menuturkan, pihaknya ingin merubah pandangan masyarakat terhadap komunitas biker agar lebih baik lagi. “Kami akan membina komunitas-komunitas ini untuk lebih (berjiwa) sosial kepada masyarakat. Kami juga akan mengawasi biker-biker yang selama ini tidak santun dan tidak tertib, sehingga tidak ugal-ugalan di jalanan”, jelas Edi.

Untuk bergabung dalam komunitas ini, GRI  telah menentukan beberapa syarat. Seperti, motor harus sesuai standart, punya SIM, umur sudah mencukupi untuk berkendara, dan juga motor harus safety. “ Ke depan, sesuai dengan tujuan kami memasyarakatkan biker. Akan ada kegiatan tanam seribu pohon, bangun masjid, membantu yang kekurangan serta peduli lingkungan,” sambung Edi.

Ketua Umum GRI Probolinggo memberikan santunan kepada anak yatim piatu. (Foto: Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

Pagi itu, juga hadir Dewan Pembina GRI Jawa Timur Ki Kacong. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap Pemerintah Kota Probolinggo khususnya Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin, yang juga hadir pada acara tersebut. “Kita wajib bangga GRI DPD Probolinggo dihadiri langsung oleh Wali Kota. Ini belum pernah terjadi di DPD-DPD lain. Mantap ! Untuk GRI DPD Probolinggo, “ teriak Ki Kacong disambut tepuk tangan para undangan.

Habib Hadi yang pagi itu hadir dengan mengendarai motor menyampaikan, bahwa Ia hadir di acara tersebut guna menunjukkan kepeduliannya terhadap komunitas. “Saya tidak melihat dari tampilan luarnya saja, mau yang rambutnya cat merah atau bagaimana terserah. Yang penting tujuannya untuk kebaikan dan bermanfaat untuk lingkungan sekitar,  harus mendapat dukungan dari Pemerintah,” tegas Wali Kota.

“Pesan saya kepada GRI ini, untuk merubah image yang buruk di mata masyarakat. Kita tunjukkan bahwa kita bisa lebih baik, dengan begitu lambat laun masyarakat pasti bisa memahami,” imbuh Wali Kota yang juga pernah tergabung dalam komunitas biker.

Habib Hadi juga berharap setelah diresmikannya GRI di Probolinggo ini, ke depan banyak hal-hal yang baik terjadi. Memberikan edukasi kepada komunitas-komunitas biker yang lain. Pemerintah Kota Probolinggo juga siap memberikan dukungan dan fasilitas gedung sebagai tempat pertemuan dari komunitas-komunitas ini. (Malinda/Humas)

Most people have a misunderstanding of motorcycle clubs. This is due to their reckless riding on the street and somehow criminal acts they commit. There is no wonder people call them a gang instead of a club.

Anticipating this negative opinion, Ghost Rider Indonesia (GRI), a motorcycle club in Probolinggo city, has established Regional Representatives Council (DPD) in the city. It was officially launched on Sunday (18/8) at the Probolinggo Museum. Besides, they collected donations to be handed over to the orphans invited to the event.

The advisor of GRI, Edi Sugiarto said the club has an intention to change people’s mindset towards motorcycle clubs. “We will develop these clubs to have more social activities. We will also watch the clubs violating the social norms or even the law to avoid any reckless riders,” Edi explained.

There are requirements to join the club. The motorcycle must be naked (standard), complete papers (registration and driving license), and the member must prioritize safe riding. “Following our goals, to popularize bikers, we would have planting-trees event, building a mosque, and helping poor people,” Edi added.

The event was attended by the East Java Provincial GRI Advisor, Ki Kacong. He expressed his appreciation to the Probolinggo municipal administration, especially to Mayor Hadi Zainal Abidin, who also attended the event. “We should be proud that our event has a special guest, which is the mayor. This is special since we never had such a special guest coming to our events in other regions. Salute to GRI DPD Probolinggo!!,” Ki Kacong said.

Mayor Hadi who attended the event by riding a motorbike said he was there to show his concern on clubs or communities. “I don’t judge by its covers. The most important thing is that the clubs must have good purposes and can give benefits to the people. This kind of clubs must get support from the government,” the mayor said firmly.

“I urge GRI to change the image of motorcycle clubs. Show the people that we can be better, and soon they will understand,“ the mayor who was a member of a motorcycle club, added.

He also hopes that GRI would have social activities, giving education to other clubs. The government will always be ready to give support and provide the facilities such as buildings or others needed for the venue of the activities.