Pemkot Banjir Dukungan Soal Penutupan Tempat Karaoke

Wali Kota Hadi Zainal Abidin dan Wawali Mochammad Soufis Subri menemui ratusan massa guna mendukung Pemkot Probolinggo untuk menutup tempat karaoke. (Foto: Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KANIGARAN– Pemerintah Kota Probolinggo kembali mendapat dukungan untuk menutup tempat karaoke yang berada di Jalan Dr Sutomo dan Jalan Suroyo. Senin (19/8) sore, ratusan massa mengatasnamakan Forum Peduli Masyarakat Kota Probolinggo menggelar istighosa di halaman kantor wali kota, untuk mendukung langkah yang diambil pemkot.

Aksi mereka ditemui oleh Wali Kota Hadi Zainal Abidin dan Wawali Mochammad Soufis Subri serta sejumlah pejabat.Membawa puluhan poster bertuliskan dukungan untuk menutup tempat karaoke yang disinyalir menjadi tempat maksiat. Seperti “Lanjutkan Pak Wali tutup tempat maksiat”, “Probolinggo kota sholawat, bukan kota maksiat”.

“Kami mendukung Pak Wali tidak memperpanjang izin operasional. Kota Probolinggo aman dan nyaman tidak ada lagi penyakit masyarakat. Kami akan tetap mengawal kebijakan bersama seluruh elemen perempuan dan masyarakat,” kata Musyarofa, yang berharap Ketua DPRD mendapat hidayah dengan tidak memberikan rekomendasi kembali dibukanya tempat karaoke tersebut.

Sekretaris PCNU Kota Probolinggo Ilyas Rolisjuga membacakan pernyataan sikap PCNU terhadap langkah Pemerintah Kota Probolinggo melakukan penghentian izin operasional tempat karaoke. Mereka menyerahkan petisi dukungan penutupan tempat hiburan malam kepada Wali Kota Habib Hadi.

Melihat dukungan dan aksi oleh masyarakat terhadap keputusannya, Habib Hadi merasa bersyukur karena langkahnya memperkuat harapan masyarakat tidak melanjutkan izin operasional tempat karaoke. Aksi tersebut adalah komitmen bersama untuk menunjukkan bahwa masyarakat peduli tergadap kemudharatan yang terjadi.

“Kami akan tetap istiqomah tidak memperpanjang izin. Dukungan dari warga tentunya penting untuk Pemerintah Kota Probolinggo. Kebijakan yang saya ambil betul-betul murni untuk kemashlahatan di Kota Probolinggo,” tegas wali kota yang akan menertibkan satu per satu kegiatan mudharat di kota Bayuangga ini.

Ia menyadari setiap kebijakan ada pro kontra, ada yang setuju dan tidak. “Prinsip saya, saya tidak akan takut dimusuhi asal jalan saya benar. Saya tidak bangga ditemani tapi jalannya tidak benar. Saya akan tetap berdiri meski tanpa dukungan, semata-mata demi masyarakat Kota Probolinggo,” tegasnya diamini Wawali Subri, yang berdiri tepat di sebelah wali kota, di depan massa.

Menurut wali kota, amanah yang diserahkan kepadawali kota bersama wakil akan dijalankan, karena melakukan kebaikan pasti banyak tantangan dan kendala. “Insyaallahsaya terus berjalan membasmi kemudharatan. Tak melihat siapa yang ada di bekakangnya tapi aturan yang berlaku. Saya dapat mandat dan amanah. Saya akan terus melangkah ke depan untuk lakukan apapun yang terbaik untuk warga kota. Bukan sekadar pencitraan tapi amanah untuk kemashlahatan,” imbuh Habib Hadi dengan bersikap tenang.

Para ratusan massa mengatasnamakan Forum Peduli Masyarakat Kota Probolinggo menggelar istighosa di halaman kantor wali kota, untuk mendukung Pemkot Probolinggo untuk menutup tempat karaoke. (Foto: Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

Meski ada rekomendasi dari DPRD setempat, Habib Hadi akan tetap menutup dan tidak akan memperpanjang izin operasional tempat karaoke. “Saya akan hadapi semua. Banyak daerah lain maju tanpa tempat hiburan negatif, banyak daerah lain hebat tanpa tempat hiburan negatif. Insyaallahakan saya tunjukkan tidak ada hiburan negatif boleh di Kota Probolinggo,” terang wali kota yang tidak ingin masyarakat gelisah dengan isu akan dibukanya lagi tempat itu.

Setelah beraksi di depan kantor wali kota, ratusan massa yang terdiri dari berbagai ormas Islam itu bergerak ke kantor DPRD. Disana, mereka melakukan pertemuan dengan Ketua DPRD Agus Rudianto Ghaffur, Wakil Ketua Roy Amran dan Ketua Komisi I Abdul Azis.

Pasalnya, DPRD sejalan dengan Pemkot Probolinggo dengan memberikan tiga rekomendasi. Antara lain meminta Wali Kota Habib Hadi melakukan pertemuan dengan dua pihak pengelola karaoke, memfasilitasi tenaga kerja di tempat karaoke tersebut dan melakukan revisi perda nomor 9 tahun 2015  tentang Penataan, Pengawasan dan Pengendalian Usaha Tempat Hiburan.

FKUB pun Dukung Wali Kota

Setelah PCNU Kota Probolinggo, PD Muhammadiyah Kota Probolinggo dan Romo Gereja Katolik Bunda Karmel menyatakan dukungannya kepada Pemkot setempat, FKUB (Forum Komunikasi Umat Bergama) dan MUI (Majelis Ulama Indonesia) ikut menggulirkan dukungannya.

Sesuai surat FKUB pada 10 Agustus 2019 yang ditandatangani Ketua Abdul Halim dan Sekretaris Achmad Philip tertulis dengan tidak diperpanjangnya izin operasional tempat hiburan malam karaoke, maka FKUB Kota Probolinggo mendukung langkah Wali Kota Probolinggo dengan sejumlah alasan.

Yaitu tempat hiburan malam tersebut tidak membawa dampak positif dalam konteks keagamaan dan pendidikan serta akan mengancam kerukunan umat beragama di Kota Probolinggo;  tempat hiburan malam tersebut membuka peluang terhadinya asusila, peredaran minuman keras dan narkoba yang telah nyata-nyata dilarang dalam agama apapun; tempat hiburan malam tersebut lambat laun akan mengikis akhlaq dan moral masyarakat Kota Probolinggo; memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas ketegasan sikap Pemerintah Kota Probolinggo pada persoalan ini. (famydecta/humas)

Bentuk dukungan dari berbagai ormas Islam yang untuk penutupn tempat hiburan. (Foto: Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)